Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


BANDARA SILAMPARI

Terminal Baru Menyambut Hari Lebaran

3 June 2019, 00:00 WIB

Sejumlah terminal bandara dan 15 bandara baru dibangun selama empat tahun terakhir ini. Sebagian sudah bisa menyambut pemudik di Hari Raya Idul Fitri 1440 H tahun ini.


Terminal Baru Menyambut Hari Lebaran Bandar Udara Silampari Lubuklinggau. Foto: BKIP Kemenhub

Bandar Udara Silampari di Lubuklinggau berbenah diri menyambut Idul Fitri 1440 H pada 5-6 Juni ini. Dari pelataran parkir hingga gedung terminal tampak bersih. Bedug dan ketupat lebaran menghiasi sudut ruang kedatangan. Bandar udara yang baru diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 9 April 2019 itu tampak sumringah menyambut hari lebaran.

Para pemudik kini bisa lebih cepat mencapai kota Lubuklinggau, yang berada di sisi Barat Provinsi Sumatra Selatan. Bukan hanya Lubuklinggau, bandara ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, bahkan Kabupaten Rejanglebong  yang masuk di Provinsi Bengkulu.

Sementara ini, jalur penerbangan ke Silampari masih sebatas dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang. Tiga maskapai sudah membuka penerbangan reguler ke Silampari, yakni Nam Air (Grup Sriwijaya), Batik Air, dan Wing Air.

Dengan status bandara kelas III, Silampari memiliki fasilitas yang memadai. Terhampar di atas lahan 80 hektar, bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.200 meter yang memungkin pesawat jet sekelas Boeing 737 dan Airbus 320 lepas landas dan mendarat di sana. Ada pula apron yang mampu mengakomodasikan dua pesawat Boeing 737 atau Airbus 320 parkir di sana.

Terminalnya cukup luas. Terdiri dua lantai dengan luas tota lebih dari 5.400 m2. Luas lantai di area pemberangkatan 1.365 meter persegi, ruang tunggu 512 meter persegi dan area kedatangan 591 m persegi. Selebihnya perkantoran, fasilitas pendukung, restoran dan kios cindera mata. Silampari pun memiliki area parkir untuk 200 mobil serta lima unit bus.

Dengan fasilitas ini, bandara di Lubuklinggau ini bisa melayani 300 ribu penumpang per tahun. Kalau pun ada penambahan jumlah penumpang, tinggal menambah ruang terminal dan apron. Lahan yang ada masih memungkinkan.

Meski di tengah isu harga tiket yang mahal, arus mudik melalui Bandara Silampari cukup ramai. Nam Air menambah frekuensi penerbangan dari satu menjadi dua penerbangan dengan Boeing 737-500 sejak H-3 hingga hari H dari Jakarta ke Lubuklinggau. Sementara itu, Batik Air, yang terbang ke Silampari dengan Airbus 320 yang berkapasitas 162 seat, masih dengan satu kali flight per hari, seperti halnya Wing Air yang terbang dari Palembang dengan pesawat turboprop ATR-72-500/600 dengan 78 seat.

Bandara Silampari dibangun sejak 1994 dengan status perintis. Awalnya, bandara ini hanya melayani pesawat Cassa (19 seat) yang terbang ulang-alik dari kota Palembang. Tapi, penerbangan bersubsidi ini terhenti pada 2001. Dibuka lagi pada 2005, dengan subsidi dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas yang secara legal memiliki aset ini, tapi tak kunjung mencapai tingkat keekonomiannya. Bandara ini kemudian diserahkan pada pemerintah pusat pada 2013.

Sejak itulah kapasitas bandara dikembangkan. Apronnya diperluas, landasan pacunya diperpanjang hingga 2.250 meter  dan diperlebar dari 30 ke 45 meter. Menara pengawas dibangun, dan terminal diperluas. Walhasil, Bandara Simpari punya kemampuan melayani berbagai tipe pesawat berbadan sedang dan kecil. Boeing 737-900 bisa mendarat di sana. Kini, Bandara Silampari dikelola langsung oleh Kementerian Perhubungan.

Pemerintahan Jokowi-JK memang memberikan prioritas tinggi pada program pembangnan bandara sebagai sarana konektivitas udara antardaerah. Bukan hanya membangun Terminal III di Soekarno-Hatta yang megah dan modern, atau Bandara Internasional Kertajati di Sumedang, Jawa Barat, atau menambah fasilitas dari bandara lama, Jokowi-JK  juga pembangun bandara baru di berbagai daerah.

Tidak kurang 15 bandara baru lainnya yang dibangun pada era 2015-2019, di luar Bandara Kertajati yang dipersiapkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rinciannya Bandara Maratua di Kepulauan Derawan (Kalimantan Timur), Kabupaten Tambraw (Papua Barat), Bandara Koroway Batu di Boven Digul (Papua), Bandara Letung di Kepualau Anambas (Kepri), Bandara Namniwel di Pulau Butu (Maluku), dan Bandara Miangas di Pulau Miangas (Sulawesi Utara).

Seanjutnya ada Bandara Morowali di Sulawesi Tenggara, Bandara Tebelian di Sintang (Kalimantan Barat), Samarinda Baru di Kalimantan Timur, Bandara Buntu Kunik (internasional) di Toraja (Sulawesi Selatan), Bandara Kabir di Pulau Alor (NTT), Bandara Siau di Kepulauan Sitaro (Sulawesi Utara), Bandara Muara Teweh di Kalimantan Tengah, serta Bandara Tambelan di Pulau Bintan Kepri.

Di luar Bandara Samarinda dan Toraja, semuanya adalah lapangan terbang kelas perintis dengan landasan pacu kurang dari 2.000 meter yang baru bisa didarati pesawat kecil semacam Cessa dan ATR-72. Sebagian sudah slesai dan ikut merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. (P-1)

Infrastruktur
Sosial
Narasi Terpopuler
Angin Segar dari Pertemuan G20 Fukuoka
Digital ekonomi Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai diprediksi mencapai USD100 miliar pada 2025 dari sebelumnya USD27 miliar pada 2018. ...
Mengoptimalkan Aspal Buton Mengurangi Ketergantungan Impor
Aspal Buton merupakan satu-satunya aspal di Indonesia yang terbaik dan terbesar di dunia. Sejak 2015, pemerintah RI juga mengarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan aspal Buton untuk pembangunan jalan...
Menunggu Investasi Setelah Naik Kelas
Berbagai Lembaga survei menempatkan ekonomi Indonesia dalam kacamata positif. Kini waktunya Indonesia lebih giat menebarkan jalan untuk menarik investasi langsung ke dalam negeri. ...
Peluang Investasi di Indonesia semakin Menarik
Indonesia kini memiliki peringkat kredit BBB/Outlook stable, meningkat dibandingkan periode sebelumnya di posisi BBB-/Outlook stable. ...
Rekayasa Menekan Angka Kecelakaan
Angka kecelakaan pada arus mudik 2018 menurun drastis. Jalan tol,  perbaikan jalan negara dan provinsi, serta rekayasa lalu lintas yang ketat dinilai berhasil menekan laju kecelakaan. Pemudik dar...
PT PELINDO II Naik Peringkat
IPC memiliki 12 (dua belas) cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang,...
Indonesia Berpotensi Raih Berkah
Perlu segera diantisipasi dampak perang dagang AS-Cina agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan bisa lebih baik ke depannya. ...
Buah dan Sayur Makin Menjanjikan
Nilai tukar petani (NTP) Januari-Mei 2019 mencatat yang tertinggi  selama enam tahun. Ada harapan beberapa bulan ke depan akan terus bergerak positif. Namun, subsektor perkebunan rakyat masih bel...
Tujuh Dermaga di Gerbang Jawa-Sumatra
Arus mudik Jawa-Sumatra 2019 berjalan lancar. Terminal kelas eksekutif ikut menyambut para pemudik. Dermaga baru dan feri-feri besar membuat kapasitas penyebarangan meningkat ...
Hore, Peringkat Indonesia Naik Lagi
Lembaga pemeringkat dunia S&P menaikkan peringkat utang Indonesia dari BBB- dengan outlook stabil menjadi BBB. Kesempatan Indonesia untuk meraih investasi langsung lebih banyak. ...