Bahasa | English


ELEKTRIFIKASI

2019, Indonesia Terang 100 Persen

7 September 2018, 09:44 WIB

Wilayah Indonesia yang luas dan terpisah lautan membuat target elektrifikasi bukan perkara mudah untuk direalisasikan. Masalahnya ada pada mahalnya biaya investasi untuk menarik sambungan kabel memasuki rumah-rumah penduduk.


2019, Indonesia Terang 100 Persen

Masalah yang juga rumit adalah melayani masyarakat di lokasi-lokasi terpencil atau daerah terluar. Demikian juga masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil. Tapi Presiden Jokowi tetap menargetkan, pada 2019 seluruh Indonesia sudah terang. Setidaknya, setiap wilayah sudah bisa diterangi dengan tenaga listrik.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara resmi telah mengesahkan peraturan terkait penyediaan listrik bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan, daerah tertinggal, daerah terisolir, dan pulau-pulau terluar. Regulasi ini terbit dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) Bagi Masyarakat yang Belum Mendapatkan Akses Listrik.

 

Perpres 47/2017 ini mengatur ketentuan terkait penyediaan, pengawasan distribusi, peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta aturan terkait badan usaha pelaksana penyedia LTSHE

LTSHE merupakan perangkat pencahayaan berupa lampu terintegrasi dengan baterai yang energinya bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik. Prinsip kerja LTSHE adalah energi dari matahari ditangkap oleh panel surya, diubah menjadi energi listrik, kemudian disimpan di dalam baterai. Energi listrik di dalam baterai ini yang kemudian digunakan untuk menyalakan lampu.

LTSHE dapat beroperasi maksimum hingga 60 jam. LTSHE merupakan terobosan program untuk menerangi desa-desa yang masih gelap gulita, yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.500 desa di seluruh Indonesia. Paket program LTSHE, antara lain, mencakup panel surya kapasitas 20 watt peak, 4 lampu Light Emitting Diode (LED), baterai, biaya pemasangan, dan layanan purna jual selama tiga tahun.

Sesuai dengan amanat Perpres 47/2017, penyediaan LTSHE dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan dibagikan secara gratis 1 kali untuk setiap penerima LTSHE. Tahun 2017, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp332,8 miliar dari APBN, dengan target sebanyak 95.729 paket LTSHE akan diserahkan kepada 6 provinsi tertimur Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Sedangkan pada 2018 Kementerian ESDM juga telah mengusulkan dana sekitar Rp1 triliun untuk pelaksanaan pembagian LTSHE di 15 provinsi

Guna mensukseskan Program LTSHE ini, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. "Pemerintah daerah melakukan penyediaan data calon Penerima LTSHE, kemudian bersama-sama dengan pemerintah pusat melakukan sosialisasi kepada calon penerima LTSHE dan melakukan pengawasan dalam pelaksanaan pendistribusian, pemasangan dan pemeliharaan LTSHE," ujar Rida.

Pelaksanaan penyediaan LTSHE ini akan dilakukan oleh badan usaha. Menteri ESDM bertanggung jawab dalam menunjuk dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha pelaksana dan penyedia LTSHE. Tata cara penyediaan LTSHE oleh badan usaha ini nantinya akan dimuat dalam Peraturan Menteri ESDM.

Badan usaha yang akan melakukan penyediaan LTSHE harus memiliki sarana dan fasilitas produksi LTSHE di dalam negeri, di mana produknya telah digunakan baik di dalam maupun di luar negeri.

Badan usaha tersebut juga harus menyediakan layanan purnajual paling kurang 3 tahun dan menyediakan jaminan ketersediaan suku cadang LTSHE.

Pembagian LTSHE ini merupakan program lanjutan dari Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN) yang dimulai 2012. LTSHE ini pertama kali diperkenalkan kepada Presiden Republik Indonesia oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Februari tahun lalu.

Narasi Terpopuler
5 Tahun Membangun Tanah Papua
Pemerintahan Joko Widodo periode 2014-2019 sangat menaruh perhatian terhadap pemajuan masyarakat Papua dan Papua Barat. ...
Wajah Ekonomi Kerakyatan Sangat Kental
Kita melihat wajah pemerintahan yang sangat peduli terhadap ekonomi kerakyatan. Wujudnya, adanya aliran dana ke desa, terciptanya desa mandiri dan penggunaan dana desa yang tepat. ...
Keamanan Membaik, Tapi Politik Masih Berisik
Meski teror meski ada, ancaman terorisme di Indonesia lebih rendah dibanding Jerman, Prancis, dan Inggris. Postur TNI lebih kuat. Tapi, masih ada gangguan hak sipil dan hak politik minoritas. ...
Ada Musik dan Salsa di Kampus Dramaga
Sivitas Akademika IPB meneken Deklarasi Komitmen Kebangsaan. Meski diterpa isu sebagai sarang radikal, IPB bertahan di level papan atas dan menjadi kampus terbaik ke-3 di Indonesia 2019. ...
Ambil Risiko Sesuai Rantai Komando
Berdiri di depan dalam langkah penanggulangan separatisme, HAM, isu khilafah, dan aksi-aksi massa, Jenderal Purnawirawan Wiranto menjadi sasaran ketidakpuasan banyak pihak. Ia memilih ambil risiko itu...
Suara Optimistis pun Datang dari Tanah Papua
Teknologi digital sudah menerobos batasan jarak dan waktu. Bahkan, internet yang cepat adalah keniscayaan yang harus dihadirkan di seluruh wilayah di Indonesia. ...
Lagi, Tiga Bandara Dikelola Angkasa Pura
Tiga bandara Kementerian Perhubungan dikerjasamakan dengan pihak Angkasa Pura. Selain agar pelayanan menjadi prima, juga bisa mengalihkan anggaran APBN untuk pembangunan dan perbaikan bandara di pelos...
Ke Wamena Mereka Kembali
Kota Wamena mulai pulih. Tapi masih sepi. Dari 41 ribu penduduk, 11 ribu mengungsi. Polisi terus mengejar para dalang. Aksi massa diorkrestasi dari LN, dilaksanakan organ bawah, termasuk kelompok bers...
Berlayar di Tataran Praksis dan Konseptual
Mewakili fraksi dengan 128 suara, Ahmad Basarah pegang posisi strategis di MPR. Kiprahnya akan mewarnai proses amandemen terbatas UUD 1945 yang akan dilakukan dalam waktu dekat. ...
Dibentuk Lembaga Pengelola Dana Lingkungan
Pemerintah Indonesia membentuk badan pengelola dana lingkungan hidup. Lembaga ini akan dikelola  secara akuntabel dengan tata kelola berstandar internasional, sehingga dapat menjadi sebuah solusi...