Bahasa | English


SEJARAH

Gedung Joang 45, Saksi Bisu Aksi Pemuda Pejuang Kemerdekaan

15 May 2019, 00:00 WIB

Meski telah tiga beralih fungsi, ada satu memori Gedong Joang 45 yang tak tergerus perubahan. Di gedung ini tersimpan kuat kisah perjuangan para pemuda di era pemerintahan Belanda dan Jepang.


Gedung Joang 45, Saksi Bisu Aksi Pemuda Pejuang Kemerdekaan Gedung Joang 45. Foto: Jakarta Tourism

Bangunan kokoh, cat putih gading menjadi ciri khas Gedung Joang 45.  Pilar-pilar tinggi pada bagian depan menunjukkan kalau bangunan ini merupakan peninggalan Belanda. Gedung Joang 45 memang dibangun oleh arsitek Belanda.

Pemilik pertamanya pun pengusaha Belanda. Namanya, LC Schomper. Pada 1939, ia mendirikan Hotel Schomper untuk dijadikan tempat singgah pejabat tinggi Belanda, pengusaha asing dan pejabat pribumi yang berkunjung ke Batavia.

Terletak di Jalan Menteng Nomor 31, Jakarta Pusat, bangunan bersejarah ini menyimpan banyak kenangan tentang kisah perjuangan pemuda Indonesia pada era pemerintahan Belanda dan Jepang. Schomper dan keluarganya hidup bahagia di hotel miliknya. Namun, kebahagiaan mereka berakhir sejak Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada 8 Maret 1942.

Pada era pemerintahan Jepang, aset-aset orang Belanda disita. Tidak terkecuali, aset Schomper. Ia dan keluarganya juga harus masuk kamp interniran. Sementara Hotel Schomper yang telah disita tentara Jepang beralih fungsi menjadi asrama pemuda Indonesia. Asrama tersebut dinamai Asrama Angkatan Baru Indonesia.

Militer Jepang mengizinkan AM Hanafi dan rekan-rekannya menggunakan Hotel Schomper sebagai asrama pada Juli 1942. Kala itu, Sukarni ditunjuk menjadi pimpinan asrama, Chaerul Saleh menjadi wakilnya, dan AM Hanafi sebagai sekretaris umum.

Ganseikanbu Sedenbu atau Badan Propaganda Jepang juga menjadikan Hotel Schomper sebagai tempat pendidikan politik bagi pemuda Indonesia. Pendidikan politik ini dibiayai oleh mereka dengan harapan para pemuda dapat mendukung kepentingan Asia Timur Raya.

Harapan Sedenbu kandas. Para pejuang kemerdekaan seperto Ir Sukarno yang kemudian menjadi presiden RI pertama, Drs Mohammad Hatta, Adam Malik dan Chairil Saleh berpartisipasi dalam mematahkan hadapan Sedenbu.

Mereka inilah yang mendidik pemuda agar berjuang merebut kemerdekaan Tanah Air. Setelah Asrama Angkatan Baru Indonesia, gedung tersebut kembali berganti nama menkadi Gedung Menteng 31. Para pemuda penghuninya disebut Pemuda Menteng 31.

Sejak 1972, Gedung Menteng 31 ditetapkan sebagai bangunan bersejarah oleh Gubernur DKI Jakarta. Setahun kemudian bangunan bersejarah tersebut dipugar agar layak dikunjungi. Selesai pemugaran, Presiden RI meresmikan bangunan sebagai museum. Gedungnya dinamai Gedung Joang 45. Dari pintu masuk bergaya arsitektur Belanda, pengunjung dapat langsung membaca sejarah perjuangan pemuda Indonesia merebut kemerdekaan RI pada papan dokumentari yang dipajang di dinding.

Terpampang pula foto para pemuda pejuang kemerdekaan Indonesia. Lagu tradisional Betawi juga kerap diperdengarkan di sana untuk menemani para pengunjung saat tur mengelilingi museum. (K-RG)

Budaya
Seni
Wisata
Ragam Terpopuler
Bibit Pesepakbola Indonesia itu dari Lembah Cycloop
Kabupaten Jayapura boleh berbangga, dari lima pesepak bola mudanya yang masuk Timnas U-15 di Portugal. Dan salah satu dari lima pemain itu jadi top scorer dalam ajang bergengsi dunia,  IBER Cup 2...
Desa Adat Trunyan, antara Kubur Angin dan Kubur Tanah
Masyarakat Trunyan tak hanya mengenal satu upacara dan satu model penguburan. Selain kubur angin (exposure), mereka juga mengenal kubur tanah (inhumation). Bicara upacara kematian, selain Ngutang Mayi...
Kubur Batu Bagi Marapu
Tidak semua orang bisa menjadi Marapu setelah mati. Itu sangat bergantung pada apa yang telah dia lakukan selama hidupnya dan apa yang dilakukan oleh para keturunannya untuk membuatkan upacara pengubu...
Pluralitas Hindu di Bali
Ratu Sakti Pancering Jagat oleh masyarakat Trunyan ditempatkan pada posisi tertinggi sekaligus dianggap manifestasi Sang Hyang Widhi. Dalam konteks inilah, keberadaan dewa-dewa utama dari Hindu yaitu ...
Munggah Kaji, Perjalanan Mencapai Keutamaan
Mekah dalam imajinasi orang Jawa hanyalah salah satu kota yang berada di tempat yang sangat jauh. Kota para leluhur dalam sejarah manusia. ...
Lokalisasi Hindu-Bali menjadi Hindu-Trunyan
Di Trunyan terdapat sebuah patung batu raksasa, peninggalan zaman Megalitikum. Konon, patung ini bukanlah karya manusia, melainkan piturun, yang artinya diturunkan dari langit oleh Dewa. Dan menarikny...
Jalan Dagang Orang Bugis dan Terjadinya Singapura
Monopoli Belanda di Riau kepulauan adalah salah satu yang membuat Raffles memutuskan untuk membangun pangkalan di Tumasik. Raffles tentu tidak mau kehilangan perdagangan yang saling menguntungkan deng...
Teka-Teki Keraton Majapahit
Penjelasan Prapanca mulai dari halaman-halaman yang ada di dalam keraton, nama-nama tempat penting, jalan-jalan penghubung, makam-makam pembesar dan pemuka agama, barak dan alun-alun, hingga gerbang-g...
Sopi, Sake ala Indonesia dan Masa Depan Tuak
Sopi sebagai minuman khas Nusa Tenggara Timur, kini resmi dilegalkan. Pelegalan ini disambut baik oleh sebagian besar masyarakat NTT. Salah satu alasannya, karena minuman keras ini bersangkut paut den...
Bisbul, Buah Lemak Berbulu yang Penuh Manfaat
Buah beludru atau yang lebih sering dikenal dengan buah bisbul (Diospyros discolor) merupakan salah satu buah khas yang identik dengan Kota Bogor, Indonesia. ...