Bahasa | English


SEJARAH

Guru Haji Ismail Mundu, Kerendahan Hati Ulama Melayu

20 May 2019, 00:00 WIB

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia. Berbagai hikayat tentang keislaman dan pemuka agama atau ulama di seluruh Tanah Air banyak ditorehkan. Dari sejarah awal penyebaran Islam di Indonesia hingga tokoh ulamanya.


Guru Haji Ismail Mundu, Kerendahan Hati Ulama Melayu Guru Haji Ismail Mundu. Foto: Dok. Kemendikbud

Salah satu sejarah besar keislaman dan tokoh ulama Indonesia ada di Kalimantan Barat. Guru Haji Ismail Mundu. Seorang ulama rendah hati yang memilih mendengar dan bertanya kepada rekan sesama pemuka agama sejawatnya.

Tak ingin menonjolkan kapasitas pengetahuan keislamannya. Meskipun kadang ulama yang berkumpul bersama Guru Haji Ismail Mundu ilmu keislamannya belum setaraf dengan dirinya. Guru Haji Ismail Mundu memilih sikap menghormati daripada menyanggah rekan sesama ulama.

Walaupun Guru Haji Ismail Mundu adalah seorang ulama besar di Kalimantan Barat, tepatnya di Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya (dulu Kabupaten Pontianak), namun sebenarnya leluhur dia berasal dari Suku Bugis, Sulawesi Selatan. Guru Haji Ismail Mundu masih memiliki keturunan ‘darah biru’ dengan Kerajaan Sawitto di Sulawesi Selatan.

Guru Haji Ismail Mundu lahir tahun 1870 dari pasangan Daeng Abdul Karim Jailani alias Daeng Talengka dan Zahra alias Wak Soro. Ayah Guru Haji Ismail Mundu merupakan Mursyid Thariqah. Sedangkan ibunya berasal dari Kakap, Kalimantan Barat.

Kemampuan mumpuni Guru Haji Ismail Mundu terhadap keislaman sebenarnya telah menonjok sejak ia masih anak-anak. Guru Haji Ismail Mundu pertama kali belajar mengaji pada usia 7 tahun dengan pamannya sendiri yaitu Haji Muhammad bin Haji Ali. Dalam kurun waktu tujuh bulan belajar mengaji, Guru Haji Ismail Mundu mampu mengkhatamkan Al Quran.

Beranjak remaja, ayahanda Guru Haji Ismail Mundu menyuruhnya supaya kembali memperdalam ilmu keislaman. Lantas Guru Haji Ismail Mundu belajar kepada beberapa ulama terkemuka di Kalimantan Barat, seperti salah satunya Haji Abdullah Bilawa yang digelari Ulama Batu Penguji. Kepada beberapa ulama tersebut, Guru Haji Ismail Mundu mempelajari khasanah kitab ilmu agama Islam sekaligus menghafalnya.

Guru Haji Ismail Mundu terhitung hingga empat kali menunaikan ibadah berhaji ke Tanah Suci Makkah. Usia 20 tahun adalah pertama kalinya Guru Haji Ismail Mundu berangkat menunaikan ibadah haji ke Makkah.

Ternyata ketika Guru Haji Ismail Mundu berada di Makkah, dia juga menemukan jodohnya yang bernama Ruzlan. Seorang gadis keturunan Suku Habsyi. Mereka lantas melangsungkan pernikahan di Makkah usai Guru Haji Ismail Mundu selesai berhaji. Sayangnya, pernikahan tersebut tidak mampu bertahan selamanya. Istri Guru Haji Ismail Mundu meninggal dunia dan belum sempat memberikan anak.

Guru Haji Ismail Mundu pulang kembali ke Indonesia. Ia kembali menemukan jodohnya bernama Hajjah Aisyah. Takdir yang sama seperti pernikahan awal Guru Haji Ismail Mundu kembali dialami. Hajjah Aisyah meninggal dunia dan juga belum sempat memberikan keturunan.

Pernikahan ketiga Guru Haji Ismail Mundu adalah bersama sepupunya sendiri yakni Hafifa binti Haji Sema’Ila. Dari pernikahan ini, Guru Haji Ismail Mundu dikarunai dua anak laki-laki dan seorang perempuan. Namun kembali, Guru Haji Ismail Mundu diuji. Istri ketiganya meninggal dunia. Begitu juga seluruh anaknya meninggal dunia saat masih anak-anak.

Kemudian pernikahan keempat Guru Haji Ismail Mundu dilakukan bersama wanita keturunan Arab Saudi bernama Hajjah Asmah. Setelah menikah, Guru Haji Ismail Mundu bersama istrinya kembali berangkat melaksanakan berhaji kedua kalinya. Di Makkah, selain berhaji, Guru Haji Ismail Mundu juga belajar makin memperdalam ilmu keislamannya kepada Mufti Makkah Sayid Abdullah Azzawawi.

Guru Haji Ismail Mundu juga pernah didaulat menjadi Mufti Kerajaan Kubu, Kalimantan Barat. Kemampuan ilmu keislamannya membuat pihak kerajaan memberikan amanah kepadanya sebagai sumber rujukan masalah-masalah keislaman. Kendati demikian, Guru Haji Ismail Mundu tetap tak terkesan hebat. Cara penyampaian penjelasan masalah keislaman Guru Haji Ismail Mundu lebih mengesankan perbincangan santai dan dialog seperti saling belajar.

Guru Haji Ismail Mundu bagi masyarakat yang tinggal di Teluk Pakedai, Kalimantan Barat, adalah ulama teladan dan panutan. Kehadiran Guru Haji Ismail Mundu di Teluk Pakedai untuk menetap sambil menyiarkan Islam mampu mengubah ciri daerah yang beringas dan tanpa aturan menjadi tertib, sesuai tuntunan Islam dan religius. (K-HL)

Budaya
Sosial
Ragam Terpopuler
Planet-2020, Pengolah Limbah Berbasis Biologi
Kelebihannya antara lain mampu mendegradasi polutan (zat pencemar) hingga 90-98 persen. Ini lebih tinggi dibanding Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis kimia. ...
Beradaptasi di Bawah Bayang-Bayang Pandemi
Sejumlah negara membiarkan masyarakatnya beraktivitas walaupun  terbatas dan dengan ketentuan. Kehidupan akan berjalan, tapi berbeda dengan hidup normal sebelumnya ...
Kelahiran Fitri dan Covid, Buah Satwa Sejahtera
Seekor bayi orangutan lahir di masa pandemi Covid-19. Kelahiran bayi orangutan ini melengkapi kehadiran seekor anakan gajah sumatra pada 28 April 2020. ...
Biarkan Mereka Tetap Lestari
Masih ada warga yang memelihara satwa liar, langka, dan dilindungi. Selain berdampak kepada kelestarian hewan tersebut, juga berisiko terkena penyakit zoonosis. ...
Wira Sang Garuda Muda dari Gunung Salak
Dua anakan elang jawa lahir di utara Taman Nasional Gunung Salak Halimun dalam setahun terakhir. ...
Inovasi Kreatif Kala Kepepet
55 produk karya anak bangsa untuk percepatan penanganan Covid-19 diluncurkan. Sembilan di antaranya jadi unggulan. ...
Banyu Urip, Ketika Satu Kampung Hasilkan Lontong
Terkenal seantero Jawa Timur, kampung lontong ini pernah dikunjungi Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri. ...
Tiga Herbal yang Berpotensi Tangkal Corona
Tiga tanaman yang tumbuh di Indonesia ini dianggap punya potensi menjadi antivirus corona. Uji klinis masih diperlukan untuk mengetahui khasiatnya. ...
Bukan Ketupat Biasa
Ketupat Sungai Baru punya ciri khas dibanding ketupat lainnya. Ia sudah menjadi ikonis di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lebih besar dan awet. ...
Cara Baru Menikmati Wisata dari Rumah
Wisata virtual dapat menjadi peluang usaha baru bagi para operator pariwisata di Tanah Air di tengah pandemi virus corona. ...