Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota

KULINER

Rujak, Kudapan dengan Cita Rasa Nusantara

Tuesday, 27 November 2018

Kudapan bebuahan lazim ada di setiap jamuan makan di dunia. Namun hanya rujak yang memiliki cita rasa khas Indonesia.


Rujak, Kudapan dengan Cita Rasa Nusantara Rujak buah khas Indonesia. Sumber foto: Sportourism.id

Siapa yang tidak kenal dengan rujak? Populer sebagai jajanan khas kaki lima, kudapan ini laris manis di masyarakat luas. Khususnya, digemari kalangan perempuan.

Rujak termasuk salah satu kekayaan kuliner Nusantara. Segar dan renyah, itulah sensasi yang membuat banyak orang yang ketagihan dengan kuliner khas Indonesia yang satu ini. Kuliner tradisional rujak mempunyai banyak tampilan dan nama.

Rujak merupakan cemilan atau kudapan yang disajikan setelah memakan makanan utama. Yang paling terkenal di Indonesia adalah rujak buah. Rujak buah biasa dihidangkan tentu dengan buah yang setengah matang yang dipotong sesuai selera. Diberi saus khas Indonesia, yakni berbahan utama gula merah, kacang tanah, garam, dan cabai.

Kenapa buah setengah matang yang dipilih untuk rujak? Pasalnya diyakini, dalam kondisi itu rasa buah lebih tajam dan teksturnya lebih renyah. Rujak buah biasanya berisi buah mangga, jambu air, kedondong, bengkuang, pepaya, nanas, mentimun.

Jika kita berkunjung ke Tasikmalaya, Jawa Barat, kita akan menemukan rujak buah yang berbeda. Bahan dari rujak buah khas Tasikmalaya memakai pisang batu mentah dan bunga kecombrang. Perpaduan dari pisang batu dan aroma bunga kecombrang akan menumbuhkan cita rasa yang unik bagi siapapun yang mencicipinya. Membayanginya saja sudah menggugah selera.

Pisang batu juga menjadi favorit untuk bahan membuat rujak bebeg. Disajikan bersama ubi mentah, pisang batu yang masih mentah itu dipotong kecil lalu ditumbuk dalam sebuah lumpang kayu atau batu. Bumbu yang dipakai hampir mirip dengan rujak buah, hanya saja lebih encer.

Lain daerah, lain juga kuliner khasnya. Kalau kita jalan-jalan ke Surabaya, Jawa Timur, kita juga akan menemukan rujak khas daerah tersebut. Yakni, rujak cingur. Cingur dalam bahasa Jawa berarti “mulut”. Bahan dasar rujak cingur memang dari irisan mulut atau moncong dari sapi yang direbus dan dihidangkan bersama irisan buah timun, kerahi (timun khas Jawa Timur), mangga muda, bengkuang, nanas, kedondong, lontong, juga sayur-sayuran seperti kecambah, kangkung dan kacang panjang.

Saat penyajian, bahan-bahan tersebut disiram dengan bumbu yang terbuat dari petis udang, gula merah, cabai, kacang tanah goreng, bawang goreng, dan irisan tipis pisang klutuk yang masih muda.

Di Jawa Timur juga ada rujak petis. Kudapan itu dikenal lebih luas oleh masyarakat di wilayah Madura. Bahan bumbunya adalah petis khas Madura yang asin dan pekat dan dihaluskan bersama air dan cabai. Bumbu tersebut dihidangkan bersama potongan buah mentimun dan mangga muda.

Masih dalam keluarga rujak, ada juga asinan. Lazimnya, makanan ini dihidangkan dengan menggunakan sayuran dan buah-buahan seperti bengkuang, mangga, dan lain-lain. Biasanya, buah untuk makanan ini direndam dengan air garam dan cuka terlebih dahulu, hingga menghasilkan rasa buah yang asam sekaligus asin.

Asinan sendiri terbagi ke berbagai macam, yaitu asinan bogor dan asinan betawi. Asinan bogor berisi potongan buah segar, seperti mangga muda, jambu, pepaya, nanas, kedondong, bengkuang, yang disajikan bersama kuah cuka yang asam, manis, dan pedas.

Sedangkan asinan betawi berisi sayur-sayuran seperti kubis, sawi, taoge, selada, juga tahu. Kuahnya diberi tumbukan kacang yang dicampur cuka dan cabai. Asinan Betawi juga kerap disajikan dengan tambahan kerupuk mie atau kerupuk berwarna kuning berbentuk seperti mie.

Lain dari yang lain, di Yogyakarta ada rujak yang inovatif. Namanya, rujak es krim. Rujak asli Kota Pelajar ini memang sangat pas menikmati setelah diri terpapar udara panas. Penyajian rujak es krim ini, mirip dengan rujak buah serut. Hanya saja, kemudian ditambahkan es krim yang terbuat dari santan di bagian atasnya.

Tak kalah kreatif, di Desa Sangsit, Bali, juga ada rujak es. Bedanya, rujak es asli Desa Sangsit tidak mengandung buah sama sekali. Hanya berupa, minuman dingin dari gula merah, garam, asam, dan jeruk nipis, tanpa cabai, yang dipenuhi oleh es. Masyarakat Desa Tejakula, Bali, juga mengkonsumsi kuliner sejenis itu, hanya mereka menambahkan irisan mentimun dan kacang.

So itulah berbagai macam variasi rujak di Nusantara. Apakah Anda tergoda untuk segera menjajal kesegarannya? (T-1)

Budaya
Ragam Terpopuler
Kandungan Probiotik Terbaik dalam Tempe
Siapa sangka jika maknanan murah nan lezat ini mengandung probiotik, selain yang ditemukan dalam susu. Bahkan, mutu kandungan prebiotik dalam tempe bisa dibilang lebih unggul. ...
Wayang Kulit, Salah Satu Identitas Kesukuan
Wayang kulit bukan hanya berkembang di Jawa. Keberadaannya diakui sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga. ...
Semburat Biru Api Kawah Gunung Ijen
Dini hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati kecantikan semburat api berwarna biru di puncak Gunung Ijen, yang ada di ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut. ...
Tak Sengaja, Kerak Telor Jadi Terkenal
Gurih dan legit merupakan cita rasa yang khas dari Kerak Telor. Ternyata makanan khas Ibu Kota Jakarta itu tak sengaja diciptakan. ...
Kasongan, Buah Tanggung Jawab Para Pemilik Tanah
Kasongan merupakan kawasan yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Itulah sebabnya, desa gerabah ini kerap tujuan wisatawan lokal hingga mancanegara. ...
Keunikan Stratifikasi Urang Kanekes
...
Keris, Simbolisasi Heroik Logo
Ada kecenderungan umum melekatkan senjata tradisional sebagai unsur simbolik pembentuk logo resmi di banyak daerah di Indonesia. Fenomena ini dapat dibaca sebagai ekspresi bawah sadar tentang kuatnya ...
Keris Jati Diri Budaya Jawa
Posisi keris sebagai benda simbolis dan obyek spiritual hingga kini masih terlihat. Setidaknya setiap tahun di keraton Yogyakarta dan Surakarta selalu dilakukan upacara dan ritual kirab pusaka kelilin...
Mbaru Niang, Istana di Atas Awan
Di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut Pulau Flores, berdiri rumah adat berlantai lima bernama Mbaru Niang, di Kampung Wae Rebo, NTT. ...
Eksotisme Bukit Batu Daya
Sebuah bukit di Ketapang, Kalimantan Barat, yang memiliki keindahan tersendiri. Konon, bentuk Bukit Batu Daya berubah-ubah sesuai dari sisi mana yang dilihatnya. ...