Bahasa | English


BUDAYA

Tak Sekadar Lompat Batu Biasa

28 August 2019, 09:17 WIB

Apa hal pertama yang Anda ingat dari Nias? Jawabnya pasti lompat batu. Tradisi lompat batu ini tampaknya sudah menjadi ikon Pulau Nias, Sumatra Utara.


Tak Sekadar Lompat Batu Biasa Atraksi ''Lompat Batu'' Nias di Dusun Tanjung Basung II, Batang Anai, Sumatera Barat, Minggu (18/8/2019). Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el

Jika kita berjalan jalan ke Nias Selatan, jangan melewatkan kunjungan ke Desa Adat Bawomataluo. Desa yang berdiri sekitar 1830-an itu berada di ketinggian 270 mdpl, wilayah tertinggi di Nias Selatan. Bawomataluo sendiri berarti Bukit Matahari. Dan di Desa Adat Bawomataluo inilah atraksi lompat batu yang sudah sangat terkenal berasal.

Dari Bandara Binaka, Gunung Sitoli, naik kendaraan roda dua atau roda empat menuju ke Selatan. Perjalan sekitar 2,5 jam untuk  sampai di Desa Bawomataluo. Desa ini merupakan desa tradisional di Nias Selatan dan berada di atas bukit batu. Pintu masuk ke desa berupa tangga batu dengan 86 anak tangga.

Tradisi lompat batu atau dalam bahasa setempat disebut Fahombo, hanya untuk laki-laki di Nias. Selain lompat batu, di desa ini juga ada rumah adat Omo Hada dan situs-situs megalitikum yang banyak terdapat di desa ini.

Dulu, ketika sering terjadi perang antarwilayah, mereka harus memanjat pagar setinggi dua meter atau lebih untuk mencapai benteng lawan. Sehingga masyarakat yang hendak ikut berperang dan diterima sebagai prajurit raja harus bisa melompati bambu setinggi dua meter, agar bisa masuk ke wilayah lawan. Oleh karena itu setiap calon prajurit dites dengan melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan tebal 40 cm, untuk bisa dianggap telah dewasa dan matang secara fisik.

Ketika zaman tak lagi ada perang, lompat batu dipakai sebagai pertanda remaja Nias yang menginjak dewasa. Seorang anak laki-laki mulai umur 10 tahun harus bisa melewati batu itu jika ingin dianggap dewasa. Dengan mengenakan pakaian adat keprajuritan, mereka yang menjalani tradisi lompat batu, diartikan siap untuk berperang dalam kehidupan dan siap memikul tanggung jawab dalam masyarakat.

Begitu prestisiusnya kemampuan lompat batu ini, maka sang pemuda yang telah berhasil menaklukkan batu ini pada kali pertama bukan saja akan menjadi kebanggaan dirinya sendiri tapi juga keluarganya. Bagi keluarga sang pemuda yang baru pertama kali mampu melompati batu setinggi 2 meter ini biasanya akan menyembelih beberapa ekor ternak sebagai wujud syukur atas keberhasilan anaknya.

Karena sebuah kebanggaan, maka setiap pemuda tidak mau kalah dengan yang lain. Sejak umur sekitar 7-12 tahun atau sesuai dengan pertumbuhan seseorang, anak-anak laki-laki biasanya berlatih dengan melompat tali. Mereka menancapkan dua tiang sebelah menyebelah, membuat batu tumpuan, lalu melompatinya. Dari yang rendah, dan lama-lama ditinggikan. Ada juga dengan bantuan dua orang teman yang memegang masing-masing ujung tali, dan yang lain melompatinya secara bergilir.

Pelaksanaan tradisi lompat batu ini biasanya diadakan pada waktu yang ditentukan oleh masyarakat. Untuk tempat pelaksanaan Tradisi Lompat Batu ini dilakukan di tempat khusus, biasanya setiap kampung yang sering melakukan tradisi ini memiliki tempat tersendiri yang digunakan secara turun-temurun.

Saat pelaksanaan, biasanya akan disaksikan oleh para warga kampung. Kemudian para peserta bersiap dengan menggunakan baju pejuang Nias menunggu gilirannya. Saat sudah gilirannya, peserta akan mengambil ancang-ancang yang tidak terlalu jauh. Kemudian berlari kencang dan menginjakkan kaki pada sebongkah batu sebagai tumpuannya. Lalu dia melompat ke udara dan melewati batu besar setinggi 2 meter tersebut. Saat melompat, peserta tidak boleh sampai menyentuh batu besar tersebut, apabila menyentuh maka dia belum berhasil.

Ketangkasan ini memerlukan latihan rutin. Jadi tidak sembarang anak remaja boleh melompat. Karena risiko bisa patah tulang. Oleh karena itu, para remaja Nias perlu belajar cara melompat dan cara jatuhnya supaya kelak tidak celaka ketika menjalani lompat batu.

Tidak hanya dijadikan tradisi, lompat batu juga bisa dijadikan pertunjukan yang menarik kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara. Wisatawan dapat menyaksikan ketangguhan dan kegagahan para anak laki-laki pulau Nias yang sedang berproses perubahan masa anak-anak ke dewasa.

Di hari biasa, para wisatawan luar kota yang datang ke Bawomataluo bisa menyaksikan atraksi ini, dengan membayar dua orang pemuda desa dengan tarif Rp150.000 untuk dua  lompatan. Setiap pemuda akan melompat satu kali.

Ternyata tradisi lompat batu ini tidak terdapat di semua wilayah Nias dan hanya terdapat pada kampung-kampung tertentu saja seperti di wilayah Teluk Dalam Nias Selaatan.

Tradisi Lompat Batu masih terus dilestarikan hingga sekarang. Bahkan kini Tradisi Lompat Batu ini menjadi salah satu simbol budaya masyarakat Nias. Selain sebagai upacara atau ritual adat, tradisi itu juga menjadi salah satu daya tarik para wisatawan yang sedang berkunjung ke sana. (E-2)

Budaya
Sail Nias
Ragam Terpopuler
Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal
Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di anta...
Cuaca Ekstrim di Sekitar Dedaunan
Hamparan embun es yang instagramable kembali hadir di Dieng. Misteri suhu ekstrim dekat permukaan tanah belum terjelaskan. Namun ada bukti bahwa bakteri es bisa mensimulasi terjadinya kristal es (fros...
Si Klepon Naik Daun
Saat ini, jajanan pasar ini tidak kalah populer dengan kue dan roti modern berjejaring dari Prancis, Jepang, atau Korea Selatan. ...
Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live. ...
Memompa Semangat Juang di Ruang Publik
Penanganan Covid-19 memasuki babak baru. Solusi kesehatan dan ekonomi dikedepankan secara simultan. Strategi komunikasi sepertinya mengarah ke aksi best practice di tengah musibah. ...
Menanti Produksi Massal CoronaVac di Tanah Air
Secercah harapan kembali menyeruak di tengah serangan pandemi Covid-19. Vaksin yang dikembangkan SinoVac akan diuji klinis fase III di tanah air pada Agustus 2020. ...
Ketika Indeks e-Government Indonesia Naik 19 Peringkat
Komitmen pimpinan pada instansi pemerintah merupakan hal penting dalam melakukan perbaikan yang kontinu untuk mewujudkan peningkatan SPBE secara menyeluruh. ...
Mystery Shopper untuk Layanan Kependudukan Lebih Baik
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membentuk tim penyamar untuk mengecek pelayanan publik layanan kependudukan di 34 provinsi....
Uji Klinis Berhasil, Akankah jadi Oase di Tengah Gurun?
Dari balik tembok perusahaan bioteknologi di Massachusetts, AS, kabar baik dihembuskan. Uji coba vaksin Covid-19 dinyatakan manjur dan tidak berefek samping serius. ...
Titik Rawan Tangsi Tentara
Dua kluster Covid-19 muncul dari tangsi militer. Gubernur Ridwan Kamil meyakini, tradisi disiplin yang tinggi membuat kluster itu tak meluas. ...