Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


BUDAYA

“Trance” ala Sintren

Tuesday, 9 April 2019

Sarat unsur magis, awalnya Sintren hanya dipentaskan saat bulan purnama. Sekarang, tarian ini telah menjadi sarana hiburan.


“Trance” ala Sintren Kesenian tari tradisional Sintren. Sumber foto: Pesona Indonesia

TRANCE tidak melulu identik dengan dugem atau dunia gemerlap. Kondisi ini juga dapat dijumpai pada penari Sintren.

Sintren adalah seni tari yang berasal dari Indramayu. Seiring dengan berjalannya waktu, kesenian tradisional rakyat ini berkembang hingga ke Cirebon, Majalengka, Kuningan, Serang, Pekalongan dan Pemalang. Sintren sarat unsur magis.

Secara etimologis, Sintren terdiri dari dua suku kata, “si” dan “tren”. “Si” dalam bahasa Jawa berarti dia. “Tren” bermakna “tri” yang merupakan panggilan dari kata “putri”. Sesuai namanya, si putri menjadi pemeran utama dalam tari Sintren.

Keunikan Sintren, penari utama harus lah perempuan yang masih gadis. Si Putri demgan busana sehari-hari dimasukkan ke dalam kurungan tertutup kain. Setelah itu, pawang membawa anglo berisi kemenyan dan mengelilingi kurungan sembari membaca mantra. Terakhir, kurungan dibuka dan penonton kan melihat si putri telah berganti busana. Selanjutnya sintren menari kondisi trance atau kesurupan roh bidadari.

Karena ada unsur magis, pembakaran kemenyan tidak boleh berhenti selama tarian berlangsung. Ada beberapa versi mengenai riwayat Sintren. Walaupun beda versi, kisahnya sama-sama tentang cinta yang tidak direstui sang ayah.

Percintaan Tidak Direstui

Raden Sulandono adalah putra Bupati Mataram, Bahurekso, dari hasil pernikahannya dengan Rr Rantamsari. Ia mencintai seorang perempuan bernama Sulasih. Namun hubungan mereka tidak mendapat restu sang bupati.

Berangkat dari penolakan tersebut, Rr Rantamsari memerintahkan Sulandono bertapa. Ia juga membekali selembar sapu tangan sebagai sarana Sulandono bertemu Sulasih setelah masa bertapa selesai.

Agar Sulandono dapat berjumpa dengan Sulasih, Rr Rantamsari memberi satu syarat. Sulasih harus menari saat ada upacara bersih desa di bulan purnama. Kekasih Sulandono ini menyanggupi syarat tersebut.

Ketika upacara bersih desa tiba, Sulasih menari. Sulandono memanfaatkan kesempatan ini untuk sembunyi-sembunyi menemui Sulasih sembari membawa sapu tangan pemberian Rr Rantamsari. Saat sang kekasih menari, ia melempar sapu tangan hingga Sulasih kesurupan dan pingsan. Bagian inilah yang disebut Sintren.

Dalam kondisi trance, Sulasih dibawa kabur Sulandono. Kemudian keduanya akhirnya menikah.

Menelusuri Jejak Kekasih

Versi lain asal-mula Sintren adalah kisah cinta  Bupati Mataram, Bahurekso, dengan Rr Rantamsari yang tidak direstui Sultan Agung Raja Mataram.

Demi memisahkan Bahurekso dari Rr Rantamsari, Sultan Agung memerintahkan sang putra menyerang VoC di Batavia. Bahurekso pun menjalankan perintah sang ayah. Menggunakan perahu Kaladita, ia berangkat ke Batavia.

Sebelum berpisah, ia memberi tanda cinta berupa sapu tangan. Ternyata Bahurekso gugur di medan perang. Rantamsari amat sedih dan berusaha menelusuri jejak gugurnya sang kekasih. Selama pencarian, ia menyamar sebagai penari Sintren bernama Dewi Sulasih.

Berbekal sapu tangan pemberian sang kekasih, Rantamsari berhasil menemukan Bahurekso yang ternyata masih hidup. Setelah berjumpa kembali, keduanya tidak kembali ke Mataram, melainkan pergi ke Pekalongan dan hidup bersama hingga akhir hayat.

Di kota tersebut, Bahurekso juga bertapa agar kesaktiannya bertambah dan dapat mengalahkan VoC.

Melihat asal-mulanya, Sintren memang sarat unsur magis. Babak demi babak tarian ini juga tidak dapat dilepaskan dari istilah “balangan” dan “tomohon”. Balangan adalah babak ketika penonton melempar penari Sintren dengan sesuatu. Pada babak ini, Sintren akan jatuh pingsan. Kemudian pawang memainkan perannya mengasapi Sintren dengan kemenyan dan mengusap wajah si penari agar kembali dirasuki roh bidadari dan dapat melanjutkan tarian.

Temohon merupakan babak ketika Sintren menghampiri penonton sembari membawa tampah untuk meminta tanda terima kasih. Di babak ini penonton biasanya memberi uang. Beda dengan dahulu, tari Sintren sekarang tidak selamanya benar-benar mengalami kondisi trance karena sejumlah sanggar tari menghilangkan unsur magis pada tarian. (K-RG)

Budaya
Seni
Ragam Terpopuler
3 Pesona Kekayaan Alam Pulau Bangka yang Tiada Duanya
Kekayaan alam di Pulau Bangka yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera ternyata menyimpan berjuta keindahan. Kombinasi pantai dan pegunungan dari pulau penghasil timah ini selalu sukses membuat p...
Negeri Asal Budaya Minangkabau Jadi Desa Terindah di Dunia
Keindahan Desa Nagari Tuo di Indonesia berhasil menyabet gelar desa terindah di dunia versi Majalah Budget Travel dengan kategori World’s Most Picturesque Villages pada tanggal 23 Februari 2012....
Brekecek Pathak Jahan, Sajian Khas dari Cilacap
Sensasi menyedot dan menyeruput bagian pathak ikan jahan itulah yang menjadi seni menyantap kuliner brekecek pathak jahan ini. ...
Daya Pikat Hotspring Tanah Karo
Kolam air panas, bentang alam, udara dingin, suasana perladangan yang kaya tanaman dan dinding gunung menjadi satu potensi alam yang memiliki nilai jual. ...
Bhumi Merapi: Konsep Wisata Berwawasan Lingkungan
Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Terbentang pemandangan dan keanekaragaman hayati dari ujung Sabang sampai Merauke. Tentunya melalui kekayaan alamnya ini diharapkan dapat dinikmati se...
Eksotisnya Desa Sentani di Jayapura dengan Berjuta Keunikannya
Ternyata destinasi wisata di Jayapura bukan hanya Raja Ampat. Masih banyak wilayah lokasi wisata lainnya yang tak kalah eksotis, salah satunya Desa Sentani. ...
Ketika Ciliwung Punya Pahlawan Baru
Sebuah harapan besar pun tercanang bahwa akan semakin banyak masyarakat yang hidup di sekitar sungai Ciliwung yang semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan di mana mereka tinggal. ...
Sangiran dan Manusia Jawa
Terinspirasi oleh hipotesa Alfred Russel Wallace, Dubois meyakini asal usul manusia modern terletak di Asia Tenggara, dan mengukuhkan hipotesa itu melalui fosil temuannya di Trinil. ...
Ada Lopes dan Kopi Khas Situbondo di Pasar Panji
Kalau kita sedang melintas dengan jalur darat dari Surabaya ke Bali, kita akan melewati Situbondo ini. Dan tak ada salahnya mampir ke pasar panji. Ada Lopes dan Kopi Khas.  ...
Ke Banyuwangi, Bisa Cicipi Super Ayam Pedas Hingga Nasi Bungkus Khas Banyuwangi
Siapa bilang Banyuwangi tidak punya kuliner Khas? Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini ternyata menyimpan makanan khas dan ada yang hanya tersedia di Banyuwangi ini saja. ...