Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


KEANEKARAGAMAN HAYATI

Indonesia, Negara Megabiodiversitas

Saturday, 17 November 2018

Bentang alam Indonesia mengikuti Garis Wallacea, Garis Weber dan Garis Lydekker. Adanya perbedaan ini membuat keanekaragaman hayati menjadi sangat tinggi.


Indonesia, Negara Megabiodiversitas Keanekaragaman hayati. Sumber foto: Pesona Indonesia

Brazil, Indonesia, dan Zaire adalah tiga dari sepuluh negara dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia.

Sementara ini, Brazil berada di posisi urutan tertinggi. Hutan Amazon sebagai hutan tropis terluas di dunia adalah latar belakang tingginya tingkat keanekaragaman hayati.

Meskipun tak tertutup kemungkinan, posisi Indonesia sebenarnya berada di puncak dan di atas peringkat Brazil, karena proses pengambilan data hingga kini relatif belum meliputi semua. Terlebih jika data darat itu digabungkan dengan data flora dan fauna dari ekosistem laut.

Data termutakhir terangkum dalam buku berjudul Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia. Hasil penelitian LIPI tersebut dipublikasikan pada 2014.

Penelitian itu memberikan ulasan terkini dari status keanekaragaman hayati, mulai dari ekosistem, jenis, dan genetika. Tak kecuali juga perihal upaya pemanfaatan dan perlindungannya.

Indonesia ialah negara kepulauan. Terbentang di antara Benua Asia dan Australia. Juga di antara Samudera Pasifik dan Hindia. Jumlah pulau yang dimiliki Indonesia mencapai lebih dari 17.000. Dari jumlah itu yang sudah bernama sejumlah 13.466 pulau dan 11.000 pulau telah berpenghuni.

Luas daratan Indonesia mencapai 1.919.440 km2, sedangkan luas perairannya mencapai 3.257.483 km2 dengan garis pantai sepanjang 99.093 km (BIG 2013). Indonesia termasuk daerah tropik, terletak di antara 6°LU11°LS dan 95°BT141°BT. Dengan luas wilayah 1,3% dari luas muka bumi, Indonesia termasuk negara megabiodisersity.

Bentang alam Indonesia membentuk bioregion yang dapat dipisahkan antara biogeografi flora-fauna Asia dan Australasia. Sehingga lebih jauh, terbentuklah Garis Wallacea dan Weber dan Lydekker (Lihat gambar).

Garis Wallace memisahkan wilayah geografi fauna Asia dan Australasia. Alfred Russell Wallace, yang bersama Charles Darwin berperan sebagai penggagas teori evolusi ini, sejak awal sudah menyadari adanya perbedaan pengelompokan fauna antara Borneo dan Sulawesi, juga antara Bali dan Lombok.

Garis Wallace ini kemudian diperbaiki oleh Antonio Pigafetta dan menggeser garis Wallace ke arah timur menjadi garis Weber. Sedangkan garis Lydekker merupakan garis biogeografi yang ditarik pada batasan Paparan Sahul, terletak di bagian timur Indonesia.

Kondisi itulah yang menyebabkan Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. LIPI mencatat, kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia diperkirakan terdiri dari:
 




Indonesia juga memiliki berbagai jenis fauna endemik, antara lain:



Sedangkan untuk jenis flora endemik Indonesia, antara lain:

Ragam Terpopuler
Ada Lopes dan Kopi Khas Situbondo di Pasar Panji
Kalau kita sedang melintas dengan jalur darat dari Surabaya ke Bali, kita akan melewati Situbondo ini. Dan tak ada salahnya mampir ke pasar panji. Ada Lopes dan Kopi Khas.  ...
Ke Banyuwangi, Bisa Cicipi Super Ayam Pedas Hingga Nasi Bungkus Khas Banyuwangi
Siapa bilang Banyuwangi tidak punya kuliner Khas? Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini ternyata menyimpan makanan khas dan ada yang hanya tersedia di Banyuwangi ini saja. ...
Lorjuk, “Seafood” yang Hanya ada di Madura dan Surabaya
Jawa Timur menyimpan banyak makanan khas, bukan hanya Rawon, Soto ataupun Rujak Cingur. Di Madura dan Surabaya, ada Makanan Khas dari Kerang yaitu Lorjuk. ...
Bandung Spirit sebagai Memory of the World
Oleh eksponen intelektual kiri, Samir Amin, misalnya, Bandung Spirit dianggap telah melahirkan babak sejarah dunia tersendiri. Sering disebut “The Era of Bandung” yaitu periode 1955--1975....
Ziarah Lintas Samudera
Jika pada milenium pertama, pemuka-pemuka Siwa-Buddha dari India dan Cina berziarah ke wilayah timur. Pertengahan mienium kedua, para peziarah dari Nusantara harus menuju ke barat. ...
Cagar Buah Condet, Upaya Menjaga Identitas Asli Betawi
Disebut sebagai Cagar Buah Condet, area seluas 3,7 hektar ini merupakan sisa lahan perkebunan milik warga asli Condet yang akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk di...
Memahami Antonio Blanco dari Model Lukisannya
Model lukisan Antonio Blanco, Ketut Rani Astuti, menggambarkan Antonio Blanco sebagai pelukis nyentrik. ...
Jimpitan, Tradisi Pendukung Ekonomi Rakyat
Jimpitan tetap eksis di zaman modern. Tradisi ini menjadi solusi pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat yang enggan bersentuhan dengan jasa perbankan. ...
“Trance” ala Sintren
Sarat unsur magis, awalnya Sintren hanya dipentaskan saat bulan purnama. Sekarang, tarian ini telah menjadi sarana hiburan. ...
Di Balik Kesegaran Badak
Lahir di kala persaingan minuman soda Tanah Air belum ketat. Mencapai puncak kejayaan pada era 1970 hingga 1980-an, Badak kini sepi peminat. ...