Bahasa | English


LINGKUNGAN

Kelahiran Fitri dan Covid, Buah Satwa Sejahtera

27 May 2020, 04:12 WIB

Seekor bayi orangutan lahir di masa pandemi Covid-19. Kelahiran bayi orangutan ini melengkapi kehadiran seekor anakan gajah sumatra pada 28 April 2020.


Kelahiran Fitri dan Covid, Buah Satwa Sejahtera Bayi gajah Sumatera yang ke-29 di Taman Safari Indonesia, Bogor yang lahir pada tanggal 28 April 2020 dengan berat 82,25 kg dan tinggi 90 cm tersebut diberi nama COVID karena dilahirkan saat pandemi COVID-19 di Indonesia. ANTARA Foto Arif Firmansyah

Tepat di hari kedua IdulFitri, 25 Mei 2020, sebuah kabar gembira diunggah akun media sosial @KementerianLHK di platform twitter-nya. "Alhamdulillah, Senin (25/5/2020), sekitar jam 05.00 WIB telah lahir seekor bayi orangutan betina. Bayi orangutan ini merupakan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) dari induk Evi dan jantan Ipung," demikian isi unggahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut.

Kelahiran bayi orangutan kalimantan koleksi Taman Nasional Indonesia di Cisarua ini bertepatan dengan momentum Hari Keanekaragaman Hayati Dunia yang jatuh pada 22 Mei dan IdulFitri pada 24 Mei. Unggahan serupa juga diberitakan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di akun twitter miliknya, @SitiNurbayaLHK pada hari yang sama.

Ia pun tak lupa memberikan nama untuk si bayi orangutan betina ini. Fitri, begitu nama yang ia sematkan untuk primata asli Indonesia yang baru berusia sehari itu. "Mengingat kelahirannya masih dalam suasana hari raya IdulFitri, saya menamakan bayi orangutan ini dengan nama Fitri," begitu bunyi unggahan dari menteri kelahiran Jakarta, 28 Juli 1956.

Bayi orangutan itu melengkapi kehadiran seekor anakan gajah sumatra yang lahir di TSI Bogor, pada 28 April 2020. Anak gajah ini diberi nama Covid lantaran lahir pada saat dunia mengalami pandemi virus corona, nama lain Covid-19.

TSI Bogor adalah satu di antara 81 lembaga konservasi (LK) terdaftar di Kementerian LHK. Selama penutupan LK dan berlangsungnya Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah di Indonesia, banyak satwa yang lahir di LK.

Selain Fitri dan Covid, di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta lahir juga anak gajah sumatra, komodo (12 ekor), burung kasturi raja (1 ekor), tarsius (1 ekor) di Faunaland Ancol, burung kasuari (3 ekor) di R Zoo and Park di Sumatra Utara, serta satwa-satwa eksotik lainnya seperti jerapah, zebra dan common marmoset.

 

Bayi Orangutan Kalimantan yang lahir di Lembaga Konservasi TSI Bogor pada Minggu (25/5/2020) tersebut diberi nama Fitri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan Siti Nurbaya karena bertepatan dengan suasana Hari Raya IdulFitri 1441 H. ANTARA FOTO/ Arif Firmansyah

 

Kelahiran anak satwa di masa pandemi ini menandakan bahwa pengelola LK telah menerapkan kesejahteraan satwa dengan baik. Sehingga satwa dapat berkembang biak secara alami dan telah menjalankan fungsinya sebagai tempat pengembangbiakan di luar habitat dengan tetap mempertahankan kemurnian genetiknya. Siti berharap melalui program breeding terkontrol, program konservasi ex-situ link to in-situ bisa dijalankan dan pada akhirnya peningkatan populasi in-situ dapat tercapai.

KLHK  telah melakukan pelepasliaran satwa ke habitat alaminya dari pusat rehabilitasi, pusat penyelamatan, dan unit konservasi satwa lainnya sebanyak 214.154 individu pada periode 2016-2020.

KLHK, kata Siti, terus berupaya melakukan konservasi satwa yang dilindungi. Hal itu dilakukan dengan cara mengelola populasi spesies terisolasi, konektivitas kantung-kantung habitat satwa, dan penciptaan kantung-kantung baru untuk mendukung peningkatan populasi serta pengelolaan metapopulasi.

Pemerintah saat ini sedang mengembangkan kebijakan untuk mendorong adanya konektivitas kantong-kantong baru satwa. Salah satunya melalui pengembangan sistem kawasan lindung yang mencakup areal yang bernilai konservasi tinggi di wilayah-wilayah konsesi sektor kehutanan dan perkebunan. "KLHK telah mengidentifikasi ada 1,4 juta hektare area bernilai konservasi tinggi yang dapat masuk ke dalam sistem kawasan yang dilindungi," kata menteri yang pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal Dewan Perwakilan Daerah RI ini.

Pada tingkat spesies, Indonesia telah menyusun peta jalan untuk memulihkan populasi 25 spesies target yang terancam punah. Melalui lebih dari 270 lokasi pemantauan, beberapa populasi spesies meningkat, seperti jalak bali, harimau sumatra, badak jawa, gajah sumatra, dan elang jawa.

Kemudian pada tingkat genetik, Indonesia telah mempromosikan bioprospeksi (bioprospecting) untuk keamanan dan kesehatan pangan, seperti candidaspongia untuk antikanker, dan gaharu untuk disinfektan, yang produksinya telah ditingkatkan selama pandemi virus Covid-19 ini.

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor: Eri Sutrisno/Elvira Indah Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

elang jawa
gajah
harimau sumatra
KLHK
orangutan
satwa
Ragam Terpopuler
Mengembangkan Biodiversitas Menjadi Bioproduk
Selama beberapa dekade terakhir, para peneliti berfokus pada penemuan obat dari herbal atau sumber tumbuhan. Penelitian termutakhir, misalnya, kandidat immunomodulator Covid-19 yang sudah diuji klinis...
Keindahan dan Sejarah Mutiara di Bibir Pasifik
Morotai menyimpan peninggalan sejarah puing dan alat tempur dari Perang Dunia II serta memiliki keindahan alam bawah laut dengan keanekaragaman biota dan terumbu karang.    ...
Mengembalikan Kejayaan Ai Kamelin
Bernilai ekonomi tinggi membuat eksploitasi tanaman cendana menjadi berlebihan. IUCN pada 1997 menetapkan cendana Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi risiko kepunahan (vulnerable). ...
Pesona Koto Tinggi, Nagari yang Pernah Jadi Ibu Kota Negara
Sebuah desa kecil di Sumatra Barat (Sumbar) yang selain memiliki potensi menjadi destinasi wisata, juga pernah menjadi penyelamat dalam sejarah perjuangan bangsa.   ...
Hap! Melayang Sejenak Bagai Burung
Selama beberapa detik pertama kita pasti akan tertegun karena akhirnya bisa seperti burung, terbang di kesenyapan alam ditemani embusan sejuk angin pegunungan. ...
Jejak Panjang Telaga Biru
Ada sekitar 6.200 bekas galian tambang timah yang belum direklamasi di Bangka dan ribuan lainnya di Belitung. Kolam baru masih bermunculan. Sebagian menjadi danau biru yang indah. ...
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...