Bahasa | English


FLORA

Indonesia Rumah Anggrek Unik Dunia

23 December 2018, 17:19 WIB

Tahukah jika anggrek asli Indonesia selalu menjadi idaman penggemarnya di antero dunia? Apalagi, jenis anggrek terbesar dan terkecil hanya ditemukan di Indonesia.


Indonesia Rumah Anggrek Unik Dunia Sumber foto: Pixabay

Indonesia merupakan negara kepulauan besar yang terdiri lebih dari 14.700 pulau. Sehingga, tidak diragukan lagi kalau Indonesia menjadi salah satu negara yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya.

Hutan Indonesia merupakan rumah bagi berbagai flora dan fauna. Kekayaan flora faunanya membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan keragaman hayati tertinggi di dunia versi FAO 2010. wwf.or.id

Keanekaragaman hayati yang dimiliki, membuat Indonesia memiliki banyak jenis tumbuhan yang langka,  tidak ditemukan di tempat lain, dan banyak dicari-cari orang di seluruh dunia.

Tumbuhan Anggrek adalah salah satu di antaranya. Ada sebanyak 5.000-6.000 jenis Anggrek di Indonesia. Bahkan, jenis Anggrek terbesar dan terkecil di dunia ditemukan di Indonesia.

Anggrek terbesar dan terberat di dunia bernama Anggrek Tebu atau Anggrek Macan, yang memiliki nama ilmiah Grammatophyllum Speciosum. Berbeda dengan jenis anggrek lainnya, dalam satu rumpun dewasa, anggrek tebu dapat mencapai berat 1 ton, bahkan lebih. Memiliki panjang malai sampai 3 meter dan diameter malai sekitar 1,5-2 cm.

Anggrek tebu memiliki warna kuning dengan bintik-bintik berwarna coklat, merah, atau merah kehitaman di kelopaknya. Anggrek tebu juga dikenal tidak mudah layu, walaupun telah dipotong dari batangnya. Bunga raksasa ini bahkan bisa bertahan hingga 2 bulan. Batangnya yang besar dan menyerupai tebu membuat jenis anggrek ini dinamai anggrek tebu.

Di Indonesia, anggrek tebu bisa ditemukan di Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Selain itu, anggrek tebu juga tersebar di wilayah Myanmar, Laos, Vietnam, Thailand, Malaysia, hingga New Guinea.

Sementara itu, anggrek terkecil ditemukan di Indonesia pada 2010 oleh Destario Metusala, peneliti LIPI. Anggrek terkecil dari genus oberania sp ini ditemukan tumbuh di pohon Meranti di Taman Hutan Raya Bandung. Memiliki nama latin thaenophylum, ukuran anggrek yang satu ini memang sangat kecil.

Akibat ukurannya yang supermini, anggrek itu tidak dapat dipindahkan karena akarnya hanya berukuran kurang dari dua sentimeter. Memiliki bunganya berwarna jingga terang, anggrek itu tidak memiliki daun. Dalam berkembang biak, anggrek in menjadikan bunganya sebagai alat reproduksi.

Anggrek terkecil di dunia ini diketahui hanya mekar selama tiga hingga empat minggu lamanya jika intensitas sinar mataharinya tinggi. Biasanya, anggrek unik ini tumbuh pada kurun Maret hingga Juli. Selain ditemukan di Taman Hutan Raya Bandung, anggrek terkecil ini juga dapat ditemukan di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jabar.

Klaim anggrek terkecil pernah dilansir pada 2009. Anggrek yang disebut memiliki ukuran terkecil di dunia itu merupakan temuan Lou Jost. Anggrek tersebut memiliki ukuran 2 sampai 2,1 milimeter. Nah bila ukuran tersebut disebut sebagai ukuran anggrek terkecil di dunia, maka Indonesia nyatanya memiliki anggrek dengan ukuran yang lebih kecil lagi, yaitu 1,1 sampai 1,5 milimeter. anggrek.org

Kalau anggrek terbesar dan terkecil di dunia yang ditemukan di Indonesia ini bisa dilestarikan dengan baik di Tanah Air Indonesia, tentu akan memiliki potensi yang luar biasa dalam mendukung ekonomi maupun pariwisata Indonesia. Maka dari itu, mari kita ikut menjaga alam supaya tanaman-tanaman langka dan yang lainnya tetap bisa bertahan di bumi pertiwi Indonesia. (T-1)

Ragam Terpopuler
Cartridge-nya Isi Ulang, Diagnosisnya Lima Menit
Dengan Abbott ID Now diagnosis Covid-19 dapat dilakukan dalam lima menit. Yang diidentifikasi DNA virusnya. Ratusan unit X-pert TM di Indonesia bisa dimodifikasi jadi piranti diagonis molekuler. Lebih...
Masker Kedap Air Tak Tembus oleh Virus
Sebanyak 30 perusahaan garmen bersiap memproduksi massal masker nonmedis dan masker medis. Bahannya tak tembus oleh virus. Impor bahan baku dibebaskan dari bea masuk. ...
Bisikan Eyang Sujiatmi di Hati Presiden Jokowi
Eyang Sujiatmi telah pergi. Kerja keras, kedisiplinan, dan kesederhanaannya akan selalu dikenang anak-anaknya. ...
Menikmati Surga Bahari di Atas Pinisi
Pesona tujuh layar kapal pinisi sulit diingkari. Sosoknya instagramable. Wisata berlayar dengan pinisi kini berkembang di Labuan Bajo, Raja Ampat, Bali, dan Pulau Seribu Jakarta. ...
Berubah Gara-gara Corona
Corona mengubah hampir segalanya, termasuk gaya orang berjabat tangan. Penelitian menyebutkan, tangan merupakan wadah bakteri paling banyak. ...
Melepas Penat di Gunung Gumitir
Namanya Gumitir. Kawasan yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi itu menawarkan banyak sajian. Dari kafe hingga wisata kebun kopi. ...
Sulianti Saroso, Dokter yang Tak Pernah Menyuntik Orang
Tugas dokter tak hanya mengobati pasien. Kesehatan masyarakat harus berbasis gerakan dan didukung  kebijakan serta program pemerintah. Kepakarannya diakui WHO. ...
Sampar Diadang di Pulau Galang
Pemerintah beradu cepat dengan virus penyebab Covid-19. Tak ingin korban kian berjatuhan, dalam sebulan rumah sakit khusus penyakit menular siap ...
Bermula dari Karantina di Serambi Batavia
Dengan kemampuan observasi biomolekulernya, RSPI Sulianti Saroso menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk penyakit infeksi. Ada benang merahnya dengan Klinik Karantina Pulau Onrust. ...
Tak Hanya Komodo di Labuan Bajo
Labuan Bajo disiapkan pemerintah sebagai destinasi super prioritas Indonesia. ...