Bahasa | English


KEKAYAAN FLORA

Tobarium, Parfum Kemenyan Berkelas Dunia

23 May 2019, 00:00 WIB

Kemenyan telah sejak lama menyumbang pendapatan asli daerah. Resin atau getahnya tersebar ke berbagai penjuru dunia. Jika selama ini kemenyan identik dipakai sebagai bahan wewangian pada acara ritual mistis, kini ada temuan baru resin kemenyan yang mulai dilirik para peneliti.


Tobarium, Parfum Kemenyan Berkelas Dunia Getah pohon kemenyan. Foto: IndonesiaGOID/Dedy Hutajulu

Resin kemenyan (Styrax sumaterana) ternyata bisa diolah menjadi parfum yang amat harum. Temuan itu bernama parfum Tobarium. Parfum ini sebagai produk inovasi dari olahan resin kemenyan akan diikutsertakan pada Indonesia Innovation Day di Jerman Juni 2019 nanti. Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup, Sylvana Ratina menyebut ide dasar pengembangan parfum Kemenyan mempertimbangkan manfaat multi-dimensi kemenyan sebagai sumber penghidupan, dan perkembangan sosial budaya dan peradaban di Sumut.

Sebagai salah satu kekayaan keanekaragaman hayati, menurut Sylvana, pohon kemenyan perlu dijaga dan dilestarikan. Di saat bersamaan, dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk menjaga produktivitas pohon kemenyan serta peningkatan nilai tambah produk olahan resinnya.

Dengan ditemukannya parfum Tobarium ini, resin kemenyan menjadi produk unggul bernilai ekonomis tinggi. Jelas, aroma parfum Tobarium berbeda dengan pewangi lain yang beredar di pasaran. Parfum Tobarium sama sekali tidak mengandung alkohol dan tingkat konsentrasi larutannya tinggi sehingga bisa tahan lama. Selain wangi, parfum Tobarium juga dapat digunakan untuk aroma terapi dan penyegar. Wangi parfum ini berkelas, tahan lama dengan sensasi aroma yang berbeda sepanjang waktu.

Parfum Tobarium dihasilkan oleh tangan dingin Cut Riziani Cholibrina, peneliti di Balai Litbang LHK Aek Nauli. Ia meracik parfum dengan memadukan minyak kemenyan dan minyak atsiri dari flora hutan tropis Indonesia, sehingga gradasi aromanya begitu kentara. Parfum kemenyan saat ini telah tersedia dalam 7 (tujuh) varian aroma yakni Rizla (floral fresh), Riedh (floral fruit), Jeumpa (cempaka), Azwa (woody), Aphis (green oceanic), Tiara (oriental) dan Sylva (forest).

Inovasi parfum Tobarium ini membuka peluang besar bagi daerah-daerah produsen resin kemenyan untuk meningkatkan nilai tambah. Parfum Tobarium ini diyakini mampu mencuri perhatian para penikmat wewangian. Hasil penelitian terbaru Cut Riziani menyebut, menghirup aroma kemenyan cara tercepat untuk menstimulasi otak sehingga kita sampai pada gelombang teta pada frekuensi 4-8 Hertz, selain mendengarkan musik. "Manfaatnya antara lain meningkatkan kemampuan belajar dan menghilangkan stress karena mampu mengoreksi pusat kecemasan di otak," pungkasnya.

Dengan ditemukannya Tobarium ini, maka peluang pengembangan potensi wisata ilmiah terbuka lebar di Sumatera Utara. Wisata ilmiah kemenyan dimungkinkan mulai dari atraksi sadap getah, proses penyulingan, serta cara meracik parfum dari resin kemenyan. Dengan mengandalkan konsep wisata edukasi, nasib kemenyan pun akan semakin terawat dan para generasi kita kian tertantang untuk meneliti atau berinovasi menghasilkan aneka produk olahan dari resin kemenyan. (K-DH)

Komoditas
Sosial
Wisata
Ragam Terpopuler
Tempat Semedi itu Bernama Monas
Kawasan Monas bukan sekadar taman kosong. Ada keinginan besar dari Bung Karno bagi mereka yang berkunjung ke kawasan ini. ...
Sade, Benteng Terakhir Suku Sasak
Dusun Sade ada sejak 1.100 tahun lampau dan sudah dihuni oleh 15 generasi. ...
Cap Go Meh Cita Rasa Nusantara
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor berlangsung meriah. Nuansa Cap Go Meh tak melulu pentas atraksi etnis Tionghoa, tapi sudah berbaur dengan atraksi kesenian nusantara. ...
100 Calendar of Events 2020
Ada ribuan acara budaya dan wisata yang akan terjadi di Indonesia. Namun pemerintah hanya menetapkan 100 acara sebagai acara nasional. ...
Mengejar Wisatawan Premium di 2020
Pemerintah tak lagi mengejar volume jumlah wisatawan. Tapi kini menitikberatkan pada kualitas wisatawan yang berkunjung. Sehingga, jumlah devisa diharapkan mampu melampaui pendapatan tahun-tahun sebel...
Teka-teki Tagaril
Di tengah teka-teki tentang nama tokoh sejarah yang banyak disepakati sebagai pencanang Bandar Sunda Kelapa, ada satu petunjuk menarik tentang riwayat kelahirannya. ...
Sebuah Filsafat Perenialisme Tertua
Mpu Tantular sangat jauh melampaui zamannya. Jauh sebelum para filsuf Eropa membangun Masyarakat Teosofi di akhir abad ke-19 dan merumuskan Filsafat Perenial bagi publik Eropa di abad ke-20, Mpu Tantu...
Bangunan Bersejarah di Kompleks Kedutaan Besar Amerika
Sebuah bangunan tua tetap kokoh berdiri di kompleks kedutaan Amerika di Jakarta. Gedung ini dipugar oleh Kedubes AS dan dijadikan museum peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebuah destinasi bar...
Labuan Bajo, Go International
Labuan Bajo memiliki seluruh potensi kekayaan ekowisata. Tidak salah sekiranya kota pelabuhan ini ke depan diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata premium berskala internasional. ...
Bunga Teratai Raksasa di Tengah Danau
Bangunan raksasa itu jelas sengaja didirikan untuk melukiskan bunga teratai sebagai penghormatan terhadap Budha Maitreya. Borobudur ialah bangunan bunga teratai raksasa dari jutaan kubik batu and...