Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


PUSAT KERAJINAN

Beralih Fungsi, Taman Hiburan Jadi Citra Niaga

Sunday, 16 December 2018

Kawasan yang semula berfungsi sebagai taman hiburan, tak lagi terawat hingga kumuh dan remang. Kini alih fungsi kembali terjadi dan kawasan itu berubah menjadi pusat kerajinan.


Beralih Fungsi, Taman Hiburan Jadi Citra Niaga Pusat oleh-oleh khas Kalimantan. Sumber foto: Pesona Travel

Setelah puas berjalan-jalan, seharian penuh mengelilingi daerah tujuan wisata, tidak lengkap rasanya kalau tidak membeli oleh-oleh khas daerah yang dikunjungi. Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ada pusat oleh-oleh yang dikenal dengan nama Pasar Citra Niaga. Di sana, berbagai hasil kerajinan tangan yang khas bisa ditemukan oleh wisatawan.

Pasar Citra Niaga memiliki sejarah yang agak panjang. Dulu kawasan Citra Niaga lebih populer dengan sebutan Taman Hiburan Gelora. Di areal taman seluas 2,7 hektar itulah, kala itu warga Samarinda sering berkumpul bersama.

Tapi seiring waktu, kawasan itu tidak terawat dengan baik. Sehingga menjadi kumuh dan kedapatan serip dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan prostitusi.

Itulah sebabnya, pada 27 Agustus 1987, pemerintah kota setempat mengubah fungsi lahan. Yakni, berfungsi sebagai pusat perdagangan yang dinamai Citra Niaga. Pembangunan Citra Niaga yang berlangsung tiga tahun menelan biaya kurang lebih Rp8 miliar. Proyek pembangunan itu kemudian menjadi percontohan nasional terkait pembangunan sektor informal pada 1989.

Di tengah kawasan Pasar Citra Niaga terdapat sebuah prasasti penghargaan dan patung batu berbentuk sosok pria besar bertelanjang dada setinggi dua meter. Patung tersebut hampir tertunduk karena memikul batu berat di pundaknya. Sosok patung pria tersebut terlihat jelas jika dilihat dari bagian tengah kawasan pasar. Patung pria tersebut diresmikan dan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri pada saat itu, Soepardjo Rustam.

Pasar Citra Niaga sempat mendapat penghargaan dari Aga Khan untuk arsitektur pada 1989. Penghargaan tersebut didapatkan Citra Niaga karena dapat memenuhi kepentingan ekonomi dan sosial, serta keindahan bangunannya. Pengelolaan Pasar Citra Niaga juga dinilai menjadi cerminan demokrasi karena melibatkan pedagang kaki lima, pengelola toko kelontong, pemerintah, pengusaha, dan koperasi.

Banyak kios di Citra Niaga yang menjual beragam kerajinan asli Samarinda berupa cendera mata unik yang dibentuk sedemikian rupa menjadi tas, kalung, gelang, dan baju. Pernak-pernik khas dayak juga bisa dengan mudah didapatkan di pasar ini. Kini, Citra Niaga penuh dengan tempat usaha para pedagang kecil, pedagang menengah, hingga pedagang besar.

Bukan hanya bisa berbelanja di Citra Niaga. Jika sudah haus dan lapar setelah berbelanja mengelilingi pasar, pengunjung bisa melipir ke warung-warung makan yang lengkap dengan berbagai macam kuliner di sekitar pasar. Selain itu, kalau sedang beruntung, pengunjung juga bisa menonton pagelaran seni dan budaya yang diadakan Disbudparkom Samarinda.

Pasar Citra Niaga telah menjadi pusat oleh-oleh khas Samarinda yang terkenal sampai saat ini. Setelah puas menjelajahi tempat wisata seperti Desa Budaya Pampang dan destinasi wisata lain di Samarinda, pengunjung biasa menyempatkan diri ke pasar ini untuk membeli buah tangan untuk orang terkasih.

Jadi, kalau kamu ke Samarinda, tidak perlu lagi khawatir menentukan tempat berbelanja, karena ada Citra Niaga yang lengkap dengan souvenir kerajinan khas Kalimantan Timur. Jangan lupa untuk mengeluarkan kameramu untuk mengabadikan perjalanan berhargamu, ya. (T-1)

Ekonomi
Ragam Terpopuler
Pulau Lombok dan Islam Wetu Telu
Sekalipun keislaman Islam Wetu Telu mengklaim ajarannya bersumber pada tiga otoritas, yaitu Al Quran, Hadis dan Ijma, bicara doktrin Rukun Islam justru terlihat perbedaan implementasi antara Islam Wet...
Gabus Pucung, Si Hitam dari Betawi
Gabus pucung  adalah masakan khas Betawi yang sudah terkenal sejak dahulu kala.  Nama gabus pucung adalah gabungan dari nama ikan gabus dan pucung atau kluwek sebagai bumbunya. ...
Wisata Indonesia di Mata Dunia
Pemerintah Jokowi mendorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Singkat bagi 169 negara. Menurut UNWTO, kebijakan itu menjadikan Indonesia negara ketujuh di dunia; sekaligus negara keempat di Asia-Pasifik;...
Membangun Bersama Masyarakat Adat
Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Papua Barat memberikan semangat serta optimisme bagi percepatan pembangunan di bumi Cenderawasih. Kabupaten Jayapura melaksanakannya dengan pelibatan masyarakat adat ...
Tren Positif Film Indonesia
Industri perfilman Indonesia semakin berkembang. Tren positip dan konsisten baik dari jumlah penonton maupun jumlah judul yang terdata sejak  tahun 2016-2018. ...
The Mandalika yang Mendunia
Bermaksud menggeber popularitas dan branding Mandalika sebagai destinasi tingkat dunia, Indonesia mengajukan diri sebagai fasilitator event MotoGP di 2021. Upaya mewujudkan langkah strategis itu digel...
Melihat Burung Cenderawasih dari Jarak Dekat
Di Bird Watching Isyo Hills ini, kita bisa melihat 8 jenis burung Cenderawasih dari 28 jenis Cenderawasih yang ada di Papua. Lokasinya pun tak jauh dari jalan utama Distrik Nimbokrang, Kabupaten ...
Kopi Wonogiri, Potensi Kopi Lokal Berkualitas
Yang mengejutkan, ditemukan ratusan pohon kopi jenis Liberica berusia tua yang berada di area hutan pinus Dusun Ngroto, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo pada pertengahan Februari 2019. ...
Cerita Di Balik Digitalisasi Naskah Keraton Yogyakarta
Kini projek digitalisasi naskah merupakan upaya pengembangan kekayaan naskah yang tidak ternilai harganya. Kemudahan akses teknologi digital pun membuat pengembangan lebih menjadi kian memungkinkan. ...
Makna Ritual Nyepi
“Melalui ritual catur bratha penyepian masyarakat Bali telah turut aktif dalam upaya mengurangi dampak global warming. Bagaimana tidak, sebuah kota internasional melakukan 24 jam tanpa listrik m...