Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


PUSAT KERAJINAN

Beralih Fungsi, Taman Hiburan Jadi Citra Niaga

16 December 2018, 10:52 WIB

Kawasan yang semula berfungsi sebagai taman hiburan, tak lagi terawat hingga kumuh dan remang. Kini alih fungsi kembali terjadi dan kawasan itu berubah menjadi pusat kerajinan.


Beralih Fungsi, Taman Hiburan Jadi Citra Niaga Pusat oleh-oleh khas Kalimantan. Sumber foto: Pesona Travel

Setelah puas berjalan-jalan, seharian penuh mengelilingi daerah tujuan wisata, tidak lengkap rasanya kalau tidak membeli oleh-oleh khas daerah yang dikunjungi. Di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ada pusat oleh-oleh yang dikenal dengan nama Pasar Citra Niaga. Di sana, berbagai hasil kerajinan tangan yang khas bisa ditemukan oleh wisatawan.

Pasar Citra Niaga memiliki sejarah yang agak panjang. Dulu kawasan Citra Niaga lebih populer dengan sebutan Taman Hiburan Gelora. Di areal taman seluas 2,7 hektar itulah, kala itu warga Samarinda sering berkumpul bersama.

Tapi seiring waktu, kawasan itu tidak terawat dengan baik. Sehingga menjadi kumuh dan kedapatan serip dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan prostitusi.

Itulah sebabnya, pada 27 Agustus 1987, pemerintah kota setempat mengubah fungsi lahan. Yakni, berfungsi sebagai pusat perdagangan yang dinamai Citra Niaga. Pembangunan Citra Niaga yang berlangsung tiga tahun menelan biaya kurang lebih Rp8 miliar. Proyek pembangunan itu kemudian menjadi percontohan nasional terkait pembangunan sektor informal pada 1989.

Di tengah kawasan Pasar Citra Niaga terdapat sebuah prasasti penghargaan dan patung batu berbentuk sosok pria besar bertelanjang dada setinggi dua meter. Patung tersebut hampir tertunduk karena memikul batu berat di pundaknya. Sosok patung pria tersebut terlihat jelas jika dilihat dari bagian tengah kawasan pasar. Patung pria tersebut diresmikan dan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri pada saat itu, Soepardjo Rustam.

Pasar Citra Niaga sempat mendapat penghargaan dari Aga Khan untuk arsitektur pada 1989. Penghargaan tersebut didapatkan Citra Niaga karena dapat memenuhi kepentingan ekonomi dan sosial, serta keindahan bangunannya. Pengelolaan Pasar Citra Niaga juga dinilai menjadi cerminan demokrasi karena melibatkan pedagang kaki lima, pengelola toko kelontong, pemerintah, pengusaha, dan koperasi.

Banyak kios di Citra Niaga yang menjual beragam kerajinan asli Samarinda berupa cendera mata unik yang dibentuk sedemikian rupa menjadi tas, kalung, gelang, dan baju. Pernak-pernik khas dayak juga bisa dengan mudah didapatkan di pasar ini. Kini, Citra Niaga penuh dengan tempat usaha para pedagang kecil, pedagang menengah, hingga pedagang besar.

Bukan hanya bisa berbelanja di Citra Niaga. Jika sudah haus dan lapar setelah berbelanja mengelilingi pasar, pengunjung bisa melipir ke warung-warung makan yang lengkap dengan berbagai macam kuliner di sekitar pasar. Selain itu, kalau sedang beruntung, pengunjung juga bisa menonton pagelaran seni dan budaya yang diadakan Disbudparkom Samarinda.

Pasar Citra Niaga telah menjadi pusat oleh-oleh khas Samarinda yang terkenal sampai saat ini. Setelah puas menjelajahi tempat wisata seperti Desa Budaya Pampang dan destinasi wisata lain di Samarinda, pengunjung biasa menyempatkan diri ke pasar ini untuk membeli buah tangan untuk orang terkasih.

Jadi, kalau kamu ke Samarinda, tidak perlu lagi khawatir menentukan tempat berbelanja, karena ada Citra Niaga yang lengkap dengan souvenir kerajinan khas Kalimantan Timur. Jangan lupa untuk mengeluarkan kameramu untuk mengabadikan perjalanan berhargamu, ya. (T-1)

Ekonomi
Ragam Terpopuler
Desa Adat Trunyan, antara Kubur Angin dan Kubur Tanah
Masyarakat Trunyan tak hanya mengenal satu upacara dan satu model penguburan. Selain kubur angin (exposure), mereka juga mengenal kubur tanah (inhumation). Bicara upacara kematian, selain Ngutang Mayi...
Kubur Batu Bagi Marapu
Tidak semua orang bisa menjadi Marapu setelah mati. Itu sangat bergantung pada apa yang telah dia lakukan selama hidupnya dan apa yang dilakukan oleh para keturunannya untuk membuatkan upacara pengubu...
Pluralitas Hindu di Bali
Ratu Sakti Pancering Jagat oleh masyarakat Trunyan ditempatkan pada posisi tertinggi sekaligus dianggap manifestasi Sang Hyang Widhi. Dalam konteks inilah, keberadaan dewa-dewa utama dari Hindu yaitu ...
Munggah Kaji, Perjalanan Mencapai Keutamaan
Mekah dalam imajinasi orang Jawa hanyalah salah satu kota yang berada di tempat yang sangat jauh. Kota para leluhur dalam sejarah manusia. ...
Lokalisasi Hindu-Bali menjadi Hindu-Trunyan
Di Trunyan terdapat sebuah patung batu raksasa, peninggalan zaman Megalitikum. Konon, patung ini bukanlah karya manusia, melainkan piturun, yang artinya diturunkan dari langit oleh Dewa. Dan menarikny...
Jalan Dagang Orang Bugis dan Terjadinya Singapura
Monopoli Belanda di Riau kepulauan adalah salah satu yang membuat Raffles memutuskan untuk membangun pangkalan di Tumasik. Raffles tentu tidak mau kehilangan perdagangan yang saling menguntungkan deng...
Teka-Teki Keraton Majapahit
Penjelasan Prapanca mulai dari halaman-halaman yang ada di dalam keraton, nama-nama tempat penting, jalan-jalan penghubung, makam-makam pembesar dan pemuka agama, barak dan alun-alun, hingga gerbang-g...
Sopi, Sake ala Indonesia dan Masa Depan Tuak
Sopi sebagai minuman khas Nusa Tenggara Timur, kini resmi dilegalkan. Pelegalan ini disambut baik oleh sebagian besar masyarakat NTT. Salah satu alasannya, karena minuman keras ini bersangkut paut den...
Bisbul, Buah Lemak Berbulu yang Penuh Manfaat
Buah beludru atau yang lebih sering dikenal dengan buah bisbul (Diospyros discolor) merupakan salah satu buah khas yang identik dengan Kota Bogor, Indonesia. ...
Belanga Antarbangsa di Tanjungpura
Brunei, disebut juga Bruni atau Berunai dalam catatan Melayu, adalah salah satu kerajaan besar di pesisir utara Pulau Kalimantan. Dalam catatan Cina zaman Dinasti Song pada 977, disebutkan pulau besar...