Bahasa | English


REMPAH NUSANTARA

Keunikan Rempah-Rempah Nusantara yang Mendunia

8 April 2019, 11:49 WIB

Kekayaan rempah-rempah di Indonesia menjadi saksi sejarah peradaban dunia. Pala dan Cengkeh tidak hanya menghasilkan banyak khasiat, tapi juga daya tarik bangsa Eropa hingga terjadinya peperangan dalam dunia perdagangan.


Keunikan Rempah-Rempah Nusantara yang Mendunia Khasiat Menakjubkan Cengkeh untuk Kesehatan. Sumber foto: Hellosehat

Kita tentu tau alasan kenapa Indonesia dijajah selama ratusan tahun lamanya. Beberapa negara di belahan dunia seperti Portugis, Spanyol, Belanda hingga Jepang menjadi negara-negara yang tidak asing bagi orang Indonesia. Dari mereka-lah, Nusantara disatukan menjadi Indonesia. Negara dengan sejuta kekayaan dan keberagaman didalamnya.

Namun, seiring dengan perkembangan jaman. Muncul pertanyaan yang tidak biasa. Bagaimana cara para penjajah ini bisa sampai ke Nusantara? Bukannya jaman dahulu tidak ada teknologi yang canggih? Butuh berapa lama mereka menyeberangi lautan hingga bisa sampai ke tempat tujuan? Ini pertanyaan yang masuk akal, karena sangat tidak wajar orang mau berlayar di tengah lautan yang membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

Mencari Nusantara

Dari kepulauan Maluku. Pertanyaan di atas dapat terjawab. Setidaknya, Maluku menjadi salah satu daerah yang juga menjadi wilayah komoditas Eropa kala itu. Portugis dan Spanyol adalah dua negara yang saling merebut kekuasaan di wilayah Maluku. Tujuan mereka sederhana, merebut dan menguasai rempah-rempah, terutama Pala dan Cengkeh. Penulis ternama Helmy Yahya dan Reinhard R Tawas menjawab kebenaran tersebut melalui karyanya “Pengeliling Bumi Pertama adalah Orang Indonesia – Enrique Maluku”.

Orang Eropa pada kala itu meyakini bahwa, harga satu kilogram Pala dan Cengkeh jauh lebih mahal daripada satu kilogram emas. Karena rempah-rempah pada saat itu khasiatnya jauh lebih banyak dan sedang dicari oleh bangsa Eropa. Namun, di wilayah Eropa dan sekitarnya, tidak ditemukan rempah-rempah seperti Pala dan Cengkeh. Dari situlah bangsa Eropa mencari, di belahan dunia mana yang memiliki kekayaan tersebut. Maka ditemukanlah Maluku. Satu-satunya daerah penghasil Pala dan Cengkeh.

Bangsa Eropa mulai memainkan peran dan strateginya masing-masing untuk mencari dan menemukan letak keberadaan pulau kecil ini. Portugis dibawah komando Ferdinand Magelan, dan Spanyol yang dipimpin oleh Ratu Elizabeth adalah aktor penting bagi bangsa Eropa dibalik kejayaan mereka. Portugis dan Spanyol menemukan Maluku melalui jalur sutra – butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bisa dalam jangka waktu satu tahun untuk berlayar mengelilingi bumi.

Negara di belahan Eropa memang dikenal sebagai negara dengan segala kekuatan yang dimiliki. Ambisi untuk menguasai dunia telah dilakukan dengan berbagai cara. Semua itu tidak terlepas dari sejarah peradaban dunia, bahkan berdampak pada wilayah teritorial Nusantara. Indonesia merupakan negara kepualauan yang dikenal memiliki beragam keunikan. Bukan hanya sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Kekayaan alam dan kebudayaan lah yang sebenarnya menjadi daya Tarik Indonesia di mata dunia.

Khasiat Cengkeh

Meskipun bertubuh mungil, cengkeh menjadi salah satu rempah yang selalu kita temukan di dapur rumah kita. Khasiat dari rempah satu ini memiliki banyak manfaatnya. Tidak hanya untuk berbagai bahan maca makanan atau minuman. Karena cengkeh juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia loh. Cengkeh sendiri juga mengandung kalsium, magnesium dan vitamin E meskipun jumlahnya sedikit.

Dalam ilmu kesehatan, cengkeh diyakini dapat melindungi manusia dari bahaya kanker, karena diperkaya oleh antioksidan eugenol untuk melawan radikan bebas dalam tubuh, yang memicu perkembangan kanker. Cengkeh juga bermanfaat untuk membunuh bakteri penyebab penyakit, karena memiliki sifat anti bakteri yang mampu menghentikan infeksi. Selain itu, juga bermanfaat meningkatkan kesehatan hati, menjaga kesehatan tulang, mengobati sakit maag, mengendalikan kadar gula darah, serta berbagai kesehatan lainnya.

Khasiat Pala

Buah pala yang dikenal bulat bak bola kecil itu ternyata tidak hanya buahnya saja yang bermanfaat, tapi juga daun dan kulit dari buah pala itu sendiri. Cobalah sesekali kita menggunakan rempah yang satu ini untuk masalah kesehatan.

Khasiatnya yang beragam bisa meningkatkan kesehatan otak, mengurangi rasa sakit, mengatasai masalah pencernaan, menjaga kesehatan mulut, mengobati insomniamembantu mengeluarkan racun dari tubuh, merawat kulit dan juga untuk mengendalikan tekanan darah.

Keunikan dari pala dan cengkeh ini lah yang membuat Bangsa Eropa menjajah Indonesia. Ratusan tahun lamanya penjajahan terhadap bangsa ini juga didasari atas ambisi para Kolonial ingin merebut kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Jika anda ingin belajar sejarah nusantara, berkunjunglah ke daerah penghasil rempah-rempah ini, yakni di Kepulauan Banda Neira (Maluku Tengah) serta Tidore dan Ternate (Maluku Utara). Ketiga daerah tersebutlah yang dikenal luas oleh dunia akan kekayaan rempah-rempah tersebut. (K-IK)

Komoditas
Ragam Terpopuler
Perempuan Indonesia Bergerak
Ia mengikuti jejak langkah Tirto Adhi Soerya. Sejak terbitnya Poetri Hindia sebagai surat kabar perempuan pertama di Batavia pada 1908, empat tahun kemudian di Minangkabau juga terbit surat kabar pere...
Hidup adalah Jalan Pengabdian
Menyimak hidup Sardjito, tampak jelas keyakinan filosofisnya bahwa “Dengan memberi maka seorang justru semakin kaya,” jelas bukan hanya gincu pemanis bibir. ltu bukan hanya soal keyakinan,...
Tradisi Gredoan, Ajang Mencari Jodoh Suku Osing
Kabupaten di ujung paling timur Pulau Jawa ini tidak hanya terkenal dengan destinasi wisata yang memukau mata. Lebih dari itu kabupaten ini juga dikenal kaya dengan kesenian dan kebudayaan unik. ...
Bunga Lado, Sebuah Perayaan Maulid Nabi di Pariaman
Bicara tradisi bungo lado sebagai bagian dari ritus Maulid Nabi, sayangnya hingga kini belum diketahui sejak kapan momen historis ini secara persis dimulai. ...
Timlo, Paduan Cita Rasa Soto dan Bakso Khas Solo
Saat menyeruput kuah hidangan ini di lidah terasa sekali cita rasa kaldu ayam dan yang mengingatkan memori kita rasa kuah bakso atau soto. Orang biasanya menyebutnya timlo. ...
Abdul Kahar Muzakkir, Dari Kiai Kasan Besari hingga Muhammadiyah
Kesederhanaan Abdul Kahar tecermin dalam sikap keluarganya yang menolak uluran dana dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang ingin memberikan hibah untuk renovasi. Alasannya adalah tidak elok, nanti terja...
Museum Radya Pustaka Masih Menyimpan Hadiah dari Napoleon Bonaparte
Museum tertua di Jawa, Radya Pustaka, menyimpan informasi penting berupa artefak-artefak Jawa dari masa lalu. Kanjeng Adipati Sosroningrat IV pada 28 Oktober 1890 membangun Radya Pustaka, ya...
Dari New York Ke Batavia, Catatan Seorang
Bulan Mei 1948, adalah bulan ketika izin untuk berkunjung ke Hindia Belanda diberikan. Di akhir Mei, dilakukan persiapan menempuh perjalanan melintasi samudera.  ...
Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?
Bujangga Manik telah mengambil rute paling mudah dan juga mungkin paling lazim dilalui masyarakat saat itu sekiranya hendak ziarah ke Gunung Pawitra. Rute termudah ini mengisyaratkan lokasi Trowulan m...
Istilah Radikal Harus Diganti?
Istilah radikal sebenarnya bermakna netral. Bisa bermakna positif atau negatif. Meskipun terdapat potensi kerancuan atau bias pemaknaan terkait pemakaian istilah ini, saripati pesan pemerintah sebenar...