Bahasa | English


TEROBOSAN BIROKRASI

Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19

25 July 2020, 07:16 WIB

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala pemeriksaan. Bahkan untuk cek fisik, mereka memakai drone dan google maps live.


Mengawal Keuangan Negara di Tengah Covid-19 Ilustrasi proses audit. BPK beruntung karena terbantu oleh makin banyaknya instansi dan pemda yang telah menerapkan pengelolaan keuangan berbasis sistem informasi. Foto: Freestock

Selama pandemi yang telah berlangsung lima bulan, para auditor BPK RI melakukan pemeriksaan laporan keuangan (LK) dari berbagai kementerian dan lembaga negara serta pemerintah daerah (pemda) dengan pola work from home (WFH). Dalam kondisi normal, penyampaian LK unaudited kepada BPK dilakukan paling lambat pada 31 Maret setiap tahunnya. Selanjutnya LK diperiksa dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHK) diserahkan ke lembaga perwakilan dua bulan setelah diterima BPK. 

Tugas BPK berdasarkan mandat yang dimiliki adalah memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, badan layanan umum (BLU), BUMD, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara.

Permasalahan timbul ketika virus corona mulai masuk ke Indonesia tepat di awal Maret 2020 dengan terindikasinya tiga warga yang positif mengidap virus bernama SARS COV2. Hanya dalam beberapa pekan, pemerintah pun memutuskan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan membuat sebagian besar aktivitas bekerja di masyarakat dilakukan dengan cara virtual atau dikenal sebagai WFH. Hal ini juga dilakukan oleh nyaris seluruh kementerian, lembaga, dan instansi serta 483 dari 542 pemda yang ada di Indonesia.

Kondisi ini membuat para auditor BPK harus berjibaku melakukan pemeriksaan secara WFH. Cerita tersebut diungkapkan Anggota V BPK RI Bahrullah Akbar dalam seminar dalam jaringan (daring) mengenai seluk-beluk mengawal keuangan negara pada masa pandemi. Ketua Institut Pemeriksa Keuangan Negara ini juga menjelaskan, BPK pun memaksimalkan penggunaan teknologi informasi untuk mengatasi kendala ini.

Dalam kondisi normal, pemeriksaan LK salah satunya dilakukan dengan uji fisik langsung. Tetapi dengan adanya PSBB yang menyebabkan pembatasan kegiatan luar ruang, maka para auditor BPK kembali memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi seperti penggunaan aplikasi video konferensi sebagai pengganti wawancara tatap muka. BPK juga memanfaatkan alat pesawat nirawak (drone) dan google maps live untuk pengganti uji fisik langsung.

 

Terbantu Kecanggihan Teknologi

Berpindahnya aktivitas dengan pola WFH menyebabkan BPK harus menggunakan tim auditor yang sama seperti tahun sebelumnya untuk melakukan pemeriksaan setiap instansi. Pengiriman berkas dan dokumen LK pun dilakukan melalui jasa antaran karena mempertimbangkan protokol kesehatan Covid-19. Bahrullah mengatakan, BPK beruntung karena terbantu oleh makin banyaknya instansi dan pemda yang telah menerapkan pengelolaan keuangan berbasis sistem informasi.

Kendala lain yang dihadapi tim auditor BPK adalah jaringan internet di tiap daerah tidaklah sama kualitasnya. Belum lagi tidak semua dokumen yang diperlukan sebagai bahan pemeriksaan sudah dalam bentuk soft copy.

Demi mengatasi masalah yang timbul akibat pandemi BPK, kata Bahrullah, menerapkan prosedur alternatif dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam kegiatan pemeriksaan. Pemeriksaan berbasis komputer, pendokumentasian kertas kerja secara elektronik sesuai standar audit (SA), dan penggunaan aplikasi Sistem Aplikasi Pemeriksaan (SiAP) LK versi terbaru, dan portal e-audit. Di luar itu, para auditor BPK pun tetap memakai piranti lunak untuk analisa audit seperti Audit Command Language (ACL), IDEA dan server SQL. "Semua dilakukan untuk pengendalian mutu pemeriksaan atas laporan keuangan," kata Bahrullah.

Ia mengakui pandemi ini memberikan banyak pelajaran bagi BPK terutama dalam kegiatan pemeriksaan laporan keuangan. Pemanfaatan kemajuan TI telah meningkatkan efisiensi waktu dan biaya dan bukan tidak mungkin dapat diterapkan ketika situasi sudah normal kembali atau saat dihadapkan dengan kondisi darurat di masa mendatang.

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor : Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

BPK
Covid-19
Dampak Covid-19
laporan keuangan
LawanCovid19
Pemeriksaan Covid-19
Penanganan Covid-19
Penanggulangan Covid-19
work from home
Ragam Terpopuler
Mengembalikan Kejayaan Ai Kamelin
Bernilai ekonomi tinggi membuat eksploitasi tanaman cendana menjadi berlebihan. IUCN pada 1997 menetapkan cendana Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi risiko kepunahan (vulnerable). ...
Pesona Koto Tinggi, Nagari yang Pernah Jadi Ibu Kota Negara
Sebuah desa kecil di Sumatra Barat (Sumbar) yang selain memiliki potensi menjadi destinasi wisata, juga pernah menjadi penyelamat dalam sejarah perjuangan bangsa.   ...
Hap! Melayang Sejenak Bagai Burung
Selama beberapa detik pertama kita pasti akan tertegun karena akhirnya bisa seperti burung, terbang di kesenyapan alam ditemani embusan sejuk angin pegunungan. ...
Jejak Panjang Telaga Biru
Ada sekitar 6.200 bekas galian tambang timah yang belum direklamasi di Bangka dan ribuan lainnya di Belitung. Kolam baru masih bermunculan. Sebagian menjadi danau biru yang indah. ...
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...
Kecap Manis: Jejak Silang Budaya Nusantara dan Tiongkok
Awalnya pedagang Tionghoa datang membawa kecap asin. Tapi sesampainya di Jawa kecap asin tidak laku. Gula kelapa jadi solusi, dan kecap asin pun berubah menjadi kecap manis. ...
Uniknya Danau Asin Satonda
Danau Satonda memiliki kadar asin melebihi air laut di sekitarnya dan menyebabkan hampir semua jenis moluska musnah. Konon air danau berasal dari air mata penyesalan Raja Tambora. ...