Bahasa | English


TEKNOLOGI

Planet-2020, Pengolah Limbah Berbasis Biologi

28 May 2020, 05:16 WIB

Kelebihannya antara lain mampu mendegradasi polutan (zat pencemar) hingga 90-98 persen. Ini lebih tinggi dibanding Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis kimia.


Planet-2020, Pengolah Limbah Berbasis Biologi Instalasi Pengolahan Air Limbah. Foto: estormwater.com

Pemerintah terus berkomitmen mewujudkan pembangunan industri nasional yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan konsep industri hijau yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.

Pembangunan industri hijau pada dasarnya mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Sehingga selaras dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pendekatan industri hijau yang dapat dilakukan, antara lain, melalui tindakan hemat dan efisien dalam pemakaian sumber daya alam, air, dan energi. Selain itu, penggunaan energi alternatif, penerapan 4R (reduce, reuse, recycle, dan recovery), penggunaan teknologi rendah karbon, serta meminimalkan timbunan limbah.

Oleh karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) lewat unit kerja mereka yang berada di Semarang, Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) melakukan terobosan. Mereka berinovasi dalam mendukung pembangunan industri hijau di Indonesia. Namanya Pollution Prevention based on Anaerobic-Aerobic-Wetland Integrated Technology 2020 (Planet-2020).

Planet-2020 ini adalah teknologi pengolahan limbah cair berbasis biologi. Demikian dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta, Kamis (21/5/2020). Inti teknologi dari Planet-2020 adalah penggunaan mikroorganisme (bakteri) untuk menguraikan air limbah.

Hal ini karena bakteri mempunyai kemampuan memproses bahan organik yang terdapat di dalam limbah menjadi sumber makanan dan energi. Limbah yang sudah diuraikan oleh bakteri akan mengalami penurunan kadar pencemar sehingga memenuhi baku mutu lingkungan dan aman dikembalikan ke lingkungan.

Inovasi teknologi Planet-2020 meliputi tiga unit pengolahan limbah yang dirancang dari unit anaerobik, aerobik, dan wetland yang dimodifikasi sesuai kebutuhan. Unit anaerobik merupakan modifikasi dari sistem anaerobik konvensional, yaitu menggunakan aliran air upflow yang dikombinasikan dengan sistem resirkulasi.

Sedangkan unit aerobik memakai sistem lumpur aktif dan unit wetland menggunakan sistem horizontal subsurface constructed wetland yang diresirkulasi. Integrasi dari ketiga unit dapat menurunkan bahan pencemar organik hingga lebih dari 95 persen, amoniak hingga 80 persen dan fosfat sebesar 70 persen.

Doddy menyebutkan, kelebihan yang dimiliki oleh Planet-2020, antara lain, kemampuan degradasi polutan (zat pencemar) mencapai 90-98 persen. Angka ini lebih tinggi dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis kimia yang mencapai 80-90 persen. Atau dibandingkan IPAL berbasis biologi konvensional (80-90 persen).

Selanjutnya, Planet-2020 tidak membutuhkan lahan yang begitu luas, hemat listrik, dan menggunakan bahan kimia yang jauh lebih sedikit. Kelebihan lainnya, sistem tersebut tidak menggunakan unit pengolah lumpur. Sehingga penguraian polutan dapat dipersingkat dari satu minggu menjadi maksimal empat hari. Planet-2020 juga hanya membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan metode kimia.

Kepala BBTPPI Ali Murtopo Simbolon mengatakan, teknologi Planet-2020 ini telah diterapkan untuk mengolah air limbah di 18 sektor industri. Di antaranya, industri kertas kerajinan, industri makanan dan minuman, industri batik, industri farmasi, serta industri pengolahan ikan.

Reaktor Planet-2020 dibuat sesuai kebutuhan, dengan dimensi yang disesuaikan dengan jumlah limbah industri yang akan diolah dalam satu hari. “Untuk memperkuat kapasitas SDM Operator IPAL, BBTPPI juga memberikan bimbingan teknis mengenai cara operasional dan pemeliharaan Planet-2020,” kata Ali.

Teknologi Planet-2020 selanjutnya terus dikembangkan dengan modifikasi unit dan proses. Semula untuk menerapkan teknologi IPAL ini di unit anaerobik, aerobik, dan wetland diperlukan lahan agak luas. Tetapi pihak BBTPPI telah memodifikasinya dengan merancang reaktor vertikal untuk Planet-2020. Sehingga dapat digunakan pada luasan lahan yang terbatas dan waktu tinggal yang lebih cepat. Hal ini akan memberikan keuntungan bagi industri dengan lahan terbatas.

Selain itu, Planet-2020 diharapkan dapat membantu pengambilan kembali (recovery) zat-zat yang masih bernilai ekonomis yang terkandung di dalam limbah.

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor: Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

industri hijau
Inovasi
Inovasi Kreatif
Limbah
Limbah Cair
Ragam Terpopuler
Mengembangkan Biodiversitas Menjadi Bioproduk
Selama beberapa dekade terakhir, para peneliti berfokus pada penemuan obat dari herbal atau sumber tumbuhan. Penelitian termutakhir, misalnya, kandidat immunomodulator Covid-19 yang sudah diuji klinis...
Keindahan dan Sejarah Mutiara di Bibir Pasifik
Morotai menyimpan peninggalan sejarah puing dan alat tempur dari Perang Dunia II serta memiliki keindahan alam bawah laut dengan keanekaragaman biota dan terumbu karang.    ...
Mengembalikan Kejayaan Ai Kamelin
Bernilai ekonomi tinggi membuat eksploitasi tanaman cendana menjadi berlebihan. IUCN pada 1997 menetapkan cendana Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi risiko kepunahan (vulnerable). ...
Pesona Koto Tinggi, Nagari yang Pernah Jadi Ibu Kota Negara
Sebuah desa kecil di Sumatra Barat (Sumbar) yang selain memiliki potensi menjadi destinasi wisata, juga pernah menjadi penyelamat dalam sejarah perjuangan bangsa.   ...
Hap! Melayang Sejenak Bagai Burung
Selama beberapa detik pertama kita pasti akan tertegun karena akhirnya bisa seperti burung, terbang di kesenyapan alam ditemani embusan sejuk angin pegunungan. ...
Jejak Panjang Telaga Biru
Ada sekitar 6.200 bekas galian tambang timah yang belum direklamasi di Bangka dan ribuan lainnya di Belitung. Kolam baru masih bermunculan. Sebagian menjadi danau biru yang indah. ...
Menjaga Ikan Manta Tetap Menari
Setiap induk ikan pari manta hanya melahirkan seekor anakan dalam rentang waktu dua hingga lima tahun sekali. Sayangnya, perburuan hewan itu masih saja terjadi. ...
Kerancang Bukittinggi, Sehelai Karya Seni Bernilai Tinggi
Kerajinan bordir Sumbar mulai berkembang pada 1960 dan mencapai puncak kejayaannya pada era 1970-an hingga awal 1990. Salah satu produk kerajinan bordir Sumbar yang terkenal adalah kerancang. ...
Ceumpala Kuneng Kebanggaan Aceh
Maraknya perburuan dan pembalakan hutan membuat populasi ceumpala kuneng di hutan liar Aceh menjadi semakin terdesak. Kini satwa itu berstatus terancam punah. ...
Sensasi Nasi Tutug Oncom Khas Tasikmalaya
Awalnya nasi tutug oncom adalah menu makanan harian bagi masyarakat kelas bawah di tanah Sunda pada era 1940-an. Rasanya yang enak membuat lambat laun makanan ini naik kelas. ...