Bahasa | English


PASAR RAKYAT

Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal

3 August 2020, 03:24 WIB

Empat pasar rakyat di empat kabupaten dibangun ulang oleh pemerintah sesuai dengan keselarasan lingkungan yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di masing-masing daerah. Satu di antaranya Pasar Sukawati, Bali.


Revitalisasi Pasar Berbasis Kearifan Lokal Pengemudi becak melintas di depan bangunan baru Pasar Klewer sisi barat di Solo, Jawa Tengah. Foto: ANTARA FOTO/ Rekotomo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah merevitalisasi empat pasar rakyat. Keempatnya adalah Pasar Kaliwungu di Kabupaten Kendal dan Pasar Klewer Timur di Surakarta Jawa Tengah. Kemudian Pasar Pariaman di Kota Pariaman di Sumatra Barat, serta Pasar Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali.

Pengerjaannya dimulai pada Desember 2019 dan ditargetkan selesai pada tahun 2020 ini. Konsep revitalisasi diselaraskan dengan lingkungan, yang mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Seluruh kegiatan mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan melibatkan pemerintah daerah.

Pasar Kaliwungu Kendal Jawa Tengah yang terbakar pada 2017, telah 100 persen selesai dibangun dengan desain dan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Pasar ini dirancang dan dibangun kembali dengan mengikuti standar Bangunan Gedung Hijau (BGH). Pasar Kaliwungu memiliki lahan seluas 16.035 meter persegi (m2) dengan luas bangunan 9.900 m2 dan dapat menampung pedagang sebanyak 997 pedagang yang terdiri dari 184 kios dan 813 los.

Fasilitas Pasar Kaliwungu yang dibangun, yakni kios pasar di lantai 1 dan 2 sebanyak 184 unit, pembangunan 720 los kering dan 84 unit los basah, 9 unit rumah potong ayam. Demikian juga dengan 16 unit toilet di lantai 1 dan 2 unit toilet di lantai 2, pembangunan pagar, dan 2 unit pos jaga. Pasar juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti musala, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), 2 unit hydrantboxindoor, serta 6 unit hydrantboxoutdoor. Juga alat pemadam kebakaran, area hijau (taman) seluas 565,28 m2, dan area parkir kendaraan seluas 1859,62 m2.

Revitalisasi Pasar Kaliwungu dikerjakan oleh kontraktor PT Kokoh Prima Perkasa dan PT Artadinata Azzahra Sejahtera, KSO dan konsultan perencana CV Ardi Permana Putra dengan biaya sebesar Rp32 miliar. Anggaran tersebut diambil melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019-2020.

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Iwan Suprijanto, menegaskan telah berkoordinasi dengan Bupati Kendal, sehingga dalam waktu dekat pasar ini dapat diserahkelolakan kepada pemerintah daerah (pemda) setempat. “Besar harapan kami, pasar ini bisa dimanfaatkan untuk peningkatan dan pemulihan situasi krisis ekonomi pada situasi pandemi Covid-19,” kata Iwan.

 

Shelter Tsunami

Revitalisasi pasar rakyat selanjutnya yang dilakukan dilakukan terhadap Pasar Pariaman dengan juga menggunakan konsep BGH. Pasar ini memiliki fungsi selain sebagai tempat aktivitas transaksi antara pedagang dan konsumen, juga sebagai shelter tsunami. Bangunan pasar yang terdiri dari empat lantai dengan konstruksi tahan gempa ini menelan biaya sebesar Rp85,8 miliar berasal dari APBN 2019-2020. Saat ini pembangunan telah mencapai 72,05 persen.

Sementara itu, Pasar Klewer Timur, Kota Surakarta, dibangun kembali juga dengan konsep pasar ramah lingkungan. Bangunan pasar terdiri dari dua lantai di bawah tanah dan satu lantai di permukaan. Lingkup pekerjaan meliputi scantpile, pekerjaan struktur lantai basement 3.769 m2, pekerjaan struktur lantai semibasement 3.522 m2.

Terdapat pula pekerjaan struktur lantai 1 seluas 3.696 m2, pekerjaan pasangan dan plesteran, pekerjaan pintu dan jendela, lantai, plafon, pengecatan, dan mekanikal serta elektrikal. Adapun anggaran dari pembangunan pasar ini sebesar Rp51 miliar dari APBN 2019-2020 dengan progres fisiknya telah mencapai 71,29 persen.

Di Provinsi Bali, Kementerian PUPR juga merevitalisasi Pasar Sukawati Gianyar. Pasar ini menjadi surga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, karena menjual hasil kerajinan karya seni masyarakat Bali dengan harga terjangkau. Menjadi target pelancong dengan jumlah yang makin banyak, pasar ini dianggap telah sempit dan sesak. Maka itu memang layak untuk dipoles kembali.

Adapun lingkup pekerjaan berupa pembangunan blok A dan B dengan total luas lantai 9.493,74 m2. Blok A terdiri dari satu basement dan empat lantai dengan jumlah los sebanyak 785 unit dan kapasitas parkir 24 mobil.

Blok B terdiri dari satu basement dan tiga lantai dengan jumlah kios 24 unit dengan kapasitas parkir 51 mobil. Selain itu juga dilengkapi pekerjaan fasilitas penunjang berupa area bermain anak, ruang laktasi, bank, dan bangunannya dibuat berkonsep ramah bagi penyandang disabilitas. Anggaran untuk pembangunan pasar mencapai Rp74 miliar dari APBN 2019-2020 dan kini progresnya baru mencapai 44,38 persen.

Ke depan, masih ada empat pasar lainnya yang rencananya akan direvitalisasi oleh Kementerian PUPR di sejumlah daerah, yaitu Pasar Legi Ponorogo, Pasar Renteng Lombok Tengah, Pasar Benteng Pancasila Mojokerto, danPasar Pon Trenggalek.

 

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor: Eri Sutrisno
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

Bali
Covid-19
Kabupaten Gianyar
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
LawanCovid19
Pasar Kaliwungu
Pasar Klewer Timur
Pasar Klewer Timur Surakarta Jawa Tengah
Pasar Pariaman
Pasar Rakyat
Pasar Sukawati
Pasar Sukowati
Revitalisasi
Revitalisasi Pasar
Ragam Terpopuler
Andaliman, Harta Terpendam Tano Batak
Tanaman andaliman khas wilayah pegunungan di Sumatra Utara memiliki beragam manfaat. Tak sekadar pelengkap bumbu masakan kuliner Tano Batak. ...
Magnet Borobudur Pikat Dunia
Kolaborasi cerdas dalam mewujudkan aksi napak tilas Jalur Kayumanis memiliki dampak besar pada perkembangan turisme di tanah air. Borobudur berkali-kali jadi magnet perhatian dunia.  ...
Samudra Raksa, dari Relief Turun ke Laut
Dalam seluruh rangkaian cerita yang terpahat di dinding Candi Borobudur, tercatat ada sepuluh relief yang memuat gambar perahu kuno, dengan model yang berbeda-beda. ...
Agar Tetap Aman dan Selamat Saat Berwisata
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyusun protokol kesehatan, keamanan, dan keselamatan untuk mempertahankan keberlangsungan industri pariwisata nasional. ...
Maksuba, Kue Penuh Kesabaran
Kue maksuba dibuat dengan bahan utama telur bebek. Untuk menghasilkan satu loyang kue dibutuhkan waktu tiga jam. ...
Sinyal 4G Menguat di Pulau Komodo
Untuk menunjang pariwisata, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperkuat penyediaan layanan internet cepat 4G di destinasi prioritas, salah satunya di Pulau Komodo. ...
Mengincar Tuan Rumah Pesta Lima Gelang
Australia, Inggris, dan Amerika Serikat telah merasakan manfaat sosial dan ekonomi jadi tuan rumah Olimpiade. Indonesia dengan berbagai pengalamannya pun sudah layak jadi tuan rumah ajang olahraga ter...
Bono, Mitos Ombak Tujuh Hantu
Ombak bono di Sungai Kampar Provinsi Riau telah memikat para peselancar mancanegara untuk mencobanya. Termasuk, upaya memecahkan rekor dunia waktu terlama berselancar di sungai. ...
Gurih Pedas Satai Bulayak Khas Sasak
Lontongnya dililit daun aren. Satainya berasal dari daging sapi atau ayam dengan potongan lebih kecil dari satai umumnya. ...
Pengakuan Unesco untuk Tiga Cagar Biosfer Indonesia
Unesco menetapkan tiga cagar biosfer baru di Indonesia. Kini Indonesia memiliki 19 cagar biosfer seluas 29.9 juta ha yang menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves. ...