Bahasa | English


TEKNOLOGI

Si Pengukur Kekuatan Gelombang Laut

29 May 2020, 09:25 WIB

Selain mengukur tinggi gelombang laut, alat ini juga bisa menghitung kerapatan mangrove dan membantu menentukan lokasi rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) pada hutan mangrove.


Si Pengukur Kekuatan Gelombang Laut Alat pengukur tinggi gelombang yang dikembangkan untuk merehabilitasi hutan Mangrove. Foto: Istimewa

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil melakukan uji coba Alat Pengukur Tinggi Gelombang (APTG) untuk rehabilitasi hutan mangrove di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Uji coba APTG dilakukan dengan menggandeng Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Pustek KLH) dan tim Kelompok Kerja Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB).

APTG merupakan alat pencatat data dinamika tinggi muka air laut dan suhu permukaan air laut secara berkelanjutan. Data tersebut menjadi penting dalam melakukan analisis perubahan iklim yang terjadi pada wilayah tertentu dengan merujuk pada studi literatur dan kebijakan yang ada.

Hasil pengukuran APTG dapat juga digunakan untuk menghitung kerapatan mangrove dan dapat digunakan untuk mendukung dalam menentukan lokasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) pada hutan mangrove. Begitulah inti penjelasan yang disampaikan Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono dalam siaran persnya.

Kegiatan uji coba APTG sudah dilakukan sejak November 2019. Uji coba ini bertujuan untuk mengukur gelombang pesisir yang datang dari arah laut dan juga gelombang pesisir yang telah melewati hutan mangrove. Sehingga dapat diketahui efektivitas hutan mangrove dan kerapatan ideal untuk meredam gelombang pesisir.

Pada kegiatan uji coba, dua unit APTG dipasang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27-30 November 2019. APTG 1 dipasang di luar hutan mangrove untuk mengukur gelombang pesisir yang datang dari laut. Kepala Pustek KLHK Gatot Soebiantoro mengatakan, APTG 2 dipasang untuk mengukur gelombang pesisir yang telah melewati hutan mangrove.

Uji coba skala lapangan APTG ini dilakukan selama satu minggu. Sehingga cukup didapat data yang dihasilkan. Dalam uji coba skala lapangan ini, APTG yang terpasang dapat berfungsi dengan baik.

 

Kerapatan Mangrove

Hasil pengukuran dari APTG ini juga dapat digunakan untuk menghitung kerapatan mangrove. Perhitungan tersebut dapat digunakan untuk mendukung dalam menentukan lokasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan pada hutan mangrove.

Gatot menerangkan, APTG ini akan menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan kawasan daerah pesisir dan pantai UPT yang bersangkutan. Terutama, untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan rehabilitasi wilayah pesisir pantai.

Menurut Gatot, sudah saatnya teknologi mengawal setiap kegiatan, termasuk menanam, breeding satwa, pemulihan pesisir dan pulau kecil, serta pengelolaan kawasan hutan lainnya. Data gelombang yang didapatkan dari APTG kemudian dianalisa untuk menjadi acuan secara sains kapan deteksi kondisi aman untuk melaut, kondisi gelombang yang baik untuk menanam, kondisi ombak yang sesuai untuk penyu naik ke darat dan bertelur, serta manfaat lainnya dalam pengelolaan kawasan pesisir.

Setelah melalui proses uji coba alat, Pustek KLH akan mengadakan kegiatan replikasi pemasangan APTG di lokasi lain. Rencananya, akan dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang memiliki kawasan laut.

 

 

 

Penulis: Anton Setiawan
Editor: Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini

APTG
gelombang laut
permukaan laut
uji coba
Ragam Terpopuler
Titik Rawan Tangsi Tentara
Dua kluster Covid-19 muncul dari tangsi militer. Gubernur Ridwan Kamil meyakini, tradisi disiplin yang tinggi membuat kluster itu tak meluas. ...
Suku Osing Siap Menyambut Tamu Kembali
Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Banyuwangi telah mendapat sertifikasi. Doni Monardo pun melihat langsung penerapan protokol kesehatan ini. ...
Ketika Atap Kapal Jadi Sumber Energi
Nelayan sekarang sudah bisa memanfaatkan energi matahari untuk mengganti bahan bakar solar. Bayu berganti surya. ...
Mitos Keberaksaraan Orang Jawa
Legenda Aji Saka. Sebuah mitos yang bukan hanya bertutur tentang sejarah dikenalnya aksara bagi orang Jawa, itu sekaligus menjadi momen penanda penting tentang signifikansi sebuah tradisi literasi dal...
Kominfo-Gojek Perluas Akses PeduliLindungi
Aplikasi Gojek menargetkan mampu menyumbang satu juta unduhan PeduliLindungi hingga enam bulan ke depan. ...
Aksesoris Tutul Menembus Pasar Dunia
Dinobatkan menjadi salah satu desa produktif di Indonesia, hasil karya tangan-tangan warga Desa Tutul Kabupaten Jember mampu hasilkan ratusan juta rupiah dalam sebulan. ...
Anak Pekerja Migran Berbagi Sayang di Tanah Lapang
Anak-anak buruh migran bisa berekspresi, orang tua juga bisa berkreasi. Tanoker menjadi wadah keceriaan dan kebahagiaan. ...
Perjuangan Gordon Ramsay Memasak Rendang
Juru masak kelas dunia, Gordon Ramsay sukses mengeksplorasi kekayaan kuliner, budaya, dan keindahan alam Minangkabau. Ia pun memasak rendang yang lamak bana. ...
BLC, Senjata Pemerintah Melawan Corona
Aplikasi BLC tak hanya berguna untuk pemerintah dan masyarakat, melainkan juga untuk petugas kesehatan. ...
Mengenali Likupang untuk Kemudian Jatuh Cinta
Destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Utara tak hanya Bunaken. Sejumlah pantai berpasir putih dan berair jernih ada di kawasan Likupang. ...