Bahasa | English


KEANEKARAGAMAN HAYATI

Lencam Babi, Digulai, Digoreng, Dibakar Sama enaknya

30 October 2019, 06:38 WIB

Ikan ini fisiknya unik, berbibir tebal dan lebar sehingga terlihat seksi. Badannya pipih dan lebar. Punya nama berbeda-beda di beberapa daerah. Ada yang menamai Butila (Halmahera), di tempat menamainya dengan Sikuda, Drapapa, Matahari, Ramin. Nama generik-nya adalah Ikan Lencam Babi atau ada juga yang menyebut Ikan Emperor.


Lencam Babi, Digulai, Digoreng, Dibakar Sama enaknya Ikan Lencam. Foto: Dok. WAAC

Dari aneka julukan tersebut menunjukan bahwa ikan ini banyak diminati dan tak heran menjadi salah satu tangkapan favorit nelayan tradisional saat melaut. Selain itu pemancing-pemancing profesional (angler) juga menjadikan ikan ini target perburuan. Lokasi andalan pemancingan ikan lencam terdekat dari Jakarta ada di sekitar perairan karang Kepulauan Seribu atau di perairan Banten (Pulau Sangiyang).

Di lokasi ini para angler sering mendapatkan strike ikan lencam dan ikan lain yang hidup di perairan dangkal seperti kerapu. Biasanya ikan ini menyukai perairan berdasar pasir dan kedalaman tak lebih dari 50 meter. Di wilayah perairan di Indonesia tersebar habitat lencam babi seperti di perairan Karang Suak Seumaseh di Meulaboh, Aceh, perairan Maluku, Lombok, dan Bangka.

Populasi lencam babi cukup melimpah di perairan Nusantara dan mudah di dapatkan di wilayah perairan karang, hutan mangrove. Secara global, ikan Lencam populasinya di sekitar Teluk Benggala, sepanjang pantai laut China Selatan, perairan tropis Australia bahkan di pantai tropis di Amerika dan Afrika Selatan.

Lencam babi memiliki bentuk (morforlogi) unik, yakni pipih, lebar, bermulut runcing dan berbibir lebar. Situs FAO mendeskripsikan secara detil, yaitu bentuk badan agak tinggi dan pipih. Lengkung kepala bagian atas sampai setelah mata hampir lurus. Dari mata sampai awal dasar sirip punggungnya agak cembung dan sirip ekor berlekuk. Kepala dan badan bagian atas hijau kecokelatan, bagian bawah lebih terang.

Badan dengan sirip yang mempunyai bercak putih, kuning atau merah muda. Sirip punggung berwarna putih dengan burik garis jingga kemerahan. Sirip anal berwarna putih dengan ujung-ujung sirip berwarna putih atau jingga. Bagian belakang operkulum dan dekat dengan sirip dada terdapat garis merah. Mulut yang tipis memanjang dengan bibir tebal, panjang ikan ini bisa mencapai 1 meter.

Sebagai ikan karnivora (bottom feeders), tak heran lencam babi bisa memiliki fisik besar hingga 100 cm (1 meter). Ikan ini pemangsa kepiting, udang, cumi-cumi dan gurita kecil yang banyak hidup di seputar perairan dangkal.

Menurut situs FAO, lencam babi bereproduksi tanpa perlu pasangan atau Hemaprodit Protogini. Ada fase di mana jenis kelamin ikan ini berubah dari kelamin betina ke jantan pada saat panjangnya mencapai 33 cm. Dalam satu tahun, biasanya lencam memijah (bereproduksi). Namun umumnya nemijah dua kali dalam satu tahun, biasanya pada bulan Februari dan November di tahun yang sama.

Punya Nilai Ekonomi Tinggi

Lencam babi sudah menjadi makanan konsumsi favorit, artinya ikan bernama Latin Lethrinidae ini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dan mancanegara yang tentu secara bisnis bagus karena punya nilai tinggi. Apa yang menjadikannya favorit?

Kita bisa menikmati ikan lencam babi di sejumlah restoran seafood terkenal di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Nusantara. Ikan ini paling enak dimasak gulai. Dagingnya terasa sangat lembut, berserat halus seperti daging ayam. Bagian favorit para penggemar ikan adalah kepala dan bibir.

Setiap daerah memiliki kekhasan dalam memasak hasil laut termasuk ikan lencam babi yang popular di berbagai wilayah Nusantara. Racikan bumbu tergantung selera lokal, ada yang suka dimasak kuah seperti gulai atau bumbu kuning atau masakan kering dengan digoreng atau dibakar.

Sayang sekali populasi lencam babi bersama 100 species lain antara lain kakap dan kerapu sedang terancam. Menurut catatan The Nature Conservancy (TNC), lencam babi dan 100 species tersebut yang mempunyai bentuk normal tinggal 20 persen, salah satu faktor penyebab turunnya populasi ikan ini karena penangkapan ikan-ikan usia muda.

Keberlanjutan populasi ikan di perairan Indonesia mejadi isu penting mengingat jumlah ekspor ikan dari perairan Indonesia mencapai 15 ribuan ton per tahun. (K-SB)

Komoditas
Ragam Terpopuler
Denys Lombard dan Rekontruksi Sejarah Jawa
Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti halnya Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau leb...
Bajau dalam Satu Tarikan Nafas
Guillaume yang berpakaian selam hasil teknologi maju seperti sesosok "alien" di antara dua pemuda yang menyelam hanya bercelana pendek tanpa baju. ...
Untung Surapati, antara Cinta dan Tragedi
Ada cinta sejati terpatri sangat kuat, juga kisah tragis mengharu biru. Selain heroisme, cinta, dan tragedi inilah tampaknya membuat kisah Untung Surapati melegenda dan sekaligus lekat di hati masyara...
Puas Nikmati Durian di Taman Botani Sukorambi
Bila kebetulan berada di Jawa Timur bagian Timur, mampirlah ke destinasi wisata favorit Taman Botani Sukorambi, Jember, Jawa Timur. Di sana selain bisa berekreasi dengan berbagai wahana edukasi, kita ...
Kawin Antarbangsa
Sekalipun seorang bumiputera yaitu Untung Surapati dijadikan sebagai pelaku utama dalam romannya, Dari Boedak Sampe Djadi Radja, sayangnya pilihan judul itu terkesan menyempitkan makna akan kisah Sura...
Rekayasa Air, Kunci Kejayaan Kahuripan
Begitu pembangunan infrastruktur fisik selesai, Airlangga melanjutkan dengan pembangunan infrastruktur kerohanian masyarakat Kahuripan. ...
Di Kaltim Ada Juga Akar Bajakah Penyembuh Kanker Payudara
Etnis Dayak di Pulau Kalimantan menyebut pohon ini dengan nama bajakah. Pohon bajakah tumbuh di seluruh hutan di Pulau Kalimantan (Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kalut, dan Kaltim). Bajakah ternyata ju...
Kemanusiaan di dalam Gerak; Ketika Suprapto Telah Berhenti
Sepanjang karirnya yang membentang sejak paruh akhir 60-an, Suprapto menekuni jalan kemanusiaannya dengan menekuni apa yang dia suka. Seperti orang yang jatuh cinta dengan tubuhnya, Suprapto terus men...
Sejarah Rekayasa Air dalam Prasasti Tugu
Catatan paling tua dia dapatkan dalam inskripsi yang terdapat pada Prasasti Tugu. Prasasti ini menurut para arkeolog berasal dari sekitar abad ke-5 Masehi. ...
Sang Legenda Jawa
Kata ‘surapati’, baik dalam bahasa Jawa Kuno maupun Jawa Baru, memiliki makna ‘raja dewa’. Bermaksud mengabadikan nama legendaris ini, Taman Burgemeester Bisschopplein&nbs...