Bahasa | English


BUAH-BUAHAN

Bisbul, Buah Lemak Berbulu yang Penuh Manfaat

30 June 2019, 10:45 WIB

Buah beludru atau yang lebih sering dikenal dengan buah bisbul (Diospyros discolor) merupakan salah satu buah khas yang identik dengan Kota Bogor, Indonesia.


Bisbul, Buah Lemak Berbulu yang Penuh Manfaat Buah Bisbul. Foto: Tanamanlangka

Buah yang mulanya dipercaya berasal dari Filipina ini ternyata tak hanya bentuknya yang mirip, melainkan memiliki hubungan kerabat dengan buah kesemek (Diospyros kaki), sebagai sesame marga Diospyros. Konon, nama bisbul sendiri terinspirasi dari bentuk buahnya yang seperti baseball.

Tanaman yang terbilang langka ini tumbuh menyebar di wilayah teropis beriklim basah di dataran rendah hingga dataran menengah, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, tanaman buah bisbul ini memiliki popularitasnya tersendiri di daerah Bogor selama lebih dari seratus tahun. Diduga tepat sejak didirikannya Kebun Raya Bogor pada tahun 1817 M.

Masyarakat setempat, termasuk pedagang buah sudah menganggap buah ini sebagai buah khas dari daerah Bogor. Karena habitusnya yang kekar, berdaun rimbun, dan dapat berfungsi sebagai pohon perlindungan. Di Filipina, tanaman bisbul ini tumbuh liar di hutan dan banyak yang membudidayakanya di pekarangan rumah. Tanaman bisbul memerlukan waktu selama empat bulan untuk tumbuh mulai dari bunga hingga berbuah.

Karakteristik

Tanaman bisbul tumbuh tidak terlalu tinggi, umumnya sekitar 15 meter saja. Memiliki  rasa buah yang manis, batangnya yang lurus tegang bewarna coklat kemerahan hingga hitam, kayunya yang keras, berserat halus, dan bercabang banyak. Ditambah aromanya yang khas menjadikan buah berbulu ini layak disandingkan dengan berbagai buah impor lainnya.

Jika dilihat dari bagian kayunya, pohon bisbul memiliki warna kayu coklat kemerahan hingga kehitaman, dan memiliki bentuk yang lurus serta bertekstur halus, namun memiliki daya tahan yang kuat, kokoh, keras dan sangat cocok dijadikan sebagai pohon hias di halaman rumah. Tidak hanya itu, kayu pohon bisbul dapat dijadikan sebagai bahan kerajinan untuk peralatan rumah tangga seperti gagang pisau, sisir dan peralatan lainnya.

Selanjutnya, pada bagian daun dari tanaman bisbul memiliki ukuran yang panjang, lebar dan memiliki warna hijau gelap seperti daun tanaman hias pada umumnya. uniknya, bunga yang dihasilkan oleh tanaman bisbul ini ada bunga yang jantan dan bunga betina. Bunga jantan muncul pada bagian ketiak – ketiak daun dan tidak tumbuh berkelompok. Sementara bunga betina memiliki ukuran lebih besar dari pada bunga jantan dan tumbuh secara berkelompok di ketiak – ketiak daun.

Pemanfaatan Buah Bisbul

Buah bisbul yang kerap disebut buah mentega ini sudah mulai terlupakan keberadaannya karena semakin langka dan sulit ditemukan. Padahal buah ini memiliki aroma yang khas dan warna kulit yang menarik. Ketika sudah matang, buah ini berwarna merah tua campur kekuningan, berukuran besar, bulat dan agak pipih. Seluruh permukaan buah tertutup oleh bulu – bulu beludru bewarna merah kecoklatan. Jenis tanaman unggul buahnya tidak berbiji, akan tetapi buah yang berbiji tetap memiliki rasa yang enak, buah yang berbiji tidak mengurangi lezatnya rasa bisbul yang tetap manis, gurih seperti keju (mentega). Biasanya, buah bisbul dari tanaman unggul yang tidak berbiji mematok harga lebih tinggi dibandikan buah bisbul yang memiliki biji. Untuk meningkatkan daya tarik konsumen, buah yang sudah dipanen  dan akan dijual digosok dengan kain halus sampai bulu – bulu buah bersih. Setelah itu baru dicuci dengan air bersih dan dikeringkan.

Buah bisbul yang dimakan langsung dalam keadaan baru dipetik terasa sangat segar, tak hanya dimakan, buah ini dapat gunakan sebagai campuran minuman, dan dapat dimakan dengan campuran rujak. Dalam setiap 100 gram buah bisbul mengandung 2.8 gram protein, 0.2 gram lemak, 11.8 gram karbohidrat, 1.8 gram serat, 46 mg kalsium, 18 mg fosfor, 0.6 mg zat besi, vitamin A, vitamin C, tiamin, Roblavin dan energi.

Manfaat lainnya dari buah bisbul bagi kesehatan tubuh adalah untuk kesehatan jantung, buah mentega ini dapat membantu untuk merenggangkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Kandungan serat pada buah ini juga biasa menurunkan kolestrol, sehingga dapat mengurangi resiko pembekuan darah, serangan jantung, dan stroke. Manfaat ke-dua yaitu untuk menjaga sirkulasi darah, kandungan zat besi yang melimpah dalam bisbul dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh kita. Mempercepat peruses penyembuhan sel - sel, merangsang pertumbuhan rambut, meningkatkan efisiensi metabolisme, dan meningkatkan oksigenasi jaringan penting dan kelompok otot.

Manfaat ke-tiga yaitu kesehatan pencernaan. Kesehatan pencernaan dapat diatasi dengan kandungan serat yang ada di dalam buah bisbul. Dalam pengobatan tradisional di Filipina, buah bisbul sering dipakai untuk menyembuhkan disentri dan diare.

Manfaat ke-empat adalah meningkatkan kesehatan pada pernapasan. Karena tingginya kandungan Vitamin dan Mineral pada bisbul, bisbul dapat berkontribusi dalam meningkatkan system kekebalan tubuh. Di Filipina, buah ini digunakan untuk meredakan sesak nafas, batuk dan asma.

Terakhir (ke-lima) manfaat dari bisbul ini adalah meningkatkan system kekebalan pada tubuh, dimana buah bisbul ini memiliki kandungan yang kaya akan vitamin A dan vitamin C yang bertindak sebagai antioksida dalam meningkatkan system kekebalan tubuh, mencegah penuaan dini, meningkatkan kesehatan kulit dan merangsang pertumbuhan.

Namun dibalik manfaat dan keunikannya, keberadaannya kini kian dilupakan, membuat buah berbulu ini semakin langka. Tidak sedikit juga yang tidak mengenal pohon yang satu ini, bahkan peredarannya tidak terdeteksi di sebagian toko-toko swalayan besar era modern ini. (K-AD)

Komoditas
Kuliner
Ragam Terpopuler
Jejak Ketauladanan Panglima Besar Soedirman
Apresiasi terhadap nilai-nilai kejuangan dan sejarah perjuangan Soedirman bahkan juga diakui oleh Jepang, selaku mantan negara penjajah. ...
Rampak Bedug, Musik dan Tari Religi dari Banten
Kesenian yang satu ini merupakan kreasi seni permainan alat musik bedug yang khas berasal dari daerah Banten, Jawa Barat. Namanya rampak bedug. Bedug atau beduk merupakan gendang besar yang asal ...
Gunongan, Peninggalan Arsitektur Pra-Islam di Banda Aceh
Catatan Joao De Barros (1552-1615) yang berumur sedikit lebih tua beberapa tahun sebelum Sultan Iskandar Muda naik tahta memberikan kepastian bahwa Gunongan tidak didirikan pada abad 17 M. ...
Taman Raja-Raja, Kitab Aceh Abad 17
Taman Raja-raja memang dia buat sebagai buku pegangan sejarah universal dan petunjuk kode etik bagi para penguasa. ...
Silase, Cadangan Pakan Ternak Saat Kemarau
Rumput hijau hasil fermentasi atau yang lebih dikenal dengan nama silase, kini menjadi alternatif pakan ternak untuk sapi, kerbau, dan kambing di saat musim kemarau. Silase dibutuhkan, utamanya b...
Krisis dan Daya Tahan Demokrasi
Indonesia memberikan dukungan yang lebih tinggi terhadap keberlangsungan demokrasi. Tetapi dalam sisi lain secara kultural dan kesejarahan, publik Indonesia sebagian masih menyukai kepemimpinan yang k...
Loro Blonyo, Simbol Kemakmuran dan Keturunan
Sepasang pengantin yang sedang duduk bersila banyak kita jumpai di tempat-tempat pesta pernikahan dalam bentuk patung.  Patung tersebut bernama Loro Blonyo. Sejarah mencatat, patung Loro Blo...
Menyambangi Menara Syahbandar di Titik 0 Km Jakarta
Jakarta tempo dulu memang tidak terpisahkan dengan kisah bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Hingga kini beberapa bangunan tersebut ada yang masih bertengger kokoh, namun banyak pula  yan...
Negeri Senja bernama Malalayang
Sastrawan Seno Gumira Adjidarma (SDA) dalam buku romannya mengisahkan seorang pengembara yang singgah di sebuah negeri yang tidak pernah mengalami pagi, atau siang, atau malam. Seluruh hari yang dia l...
Gerakan Putra Putri Papua Inspiratif
Sekelompok putra putri Papua menggalang diri membuat organisasi Gerakan Papua Muda Inspiratif. Mereka berbagi cerita tentang angan mereka untuk membangun Tanah Papua yang lebih baik. ...