Bahasa | English


FLORA

Jamur Tudung Pengantin

27 August 2019, 03:44 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada hari Jumat, 16 Agustus 2018 salah satunya menyebutkan tentang rencana perpindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan. Hal ini tentu menjadi kabar baik yang menggembirakan terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah Kalimantan.


Jamur Tudung Pengantin Jamur Tudung Pengantin. Foto: Dok. Pertanianku

Tentunya, akan banyak potensi yang dikembangan di Bumi Borneo itu. Salah satu potensi di bidang agrobisnis yang sudah mencuri perhatian adalah jamur tudung pengantin. Meski tercatat sebagai jenis jamur yang tidak bisa dimakan, namun jamur yang berasal dan banyak dijumpai di sekitaran Kalimantan Selatan ini memiliki keunikan dan kecantikan yang menarik perhatian.

Jamur tudung pengantin memiliki nama latin Phallus Indusiatus dengan kelas Agaricomycetes. Dan varietasnya banyak mucul di hutan tropis Kahung di Kalimantan Selatan. Kawasan Kahung ini berpotensi sebagai  kawasan wisata jamur langka si tudung pengantin yang cantik dan unik. Di Jakarta, jamur ini dapat dijumpai di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan.

Secara ilmiah, jamur termasuk ke dalam golongan fungi. Jamur tidak memiliki zat hijau daun sehingga bersifat heterotrof yaitu organisme hidup yang tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi makanan sendiri. Salah satu ciri khas heterotrof adalah hidup pada hancuran tumbuhan yang sudah berupa humus. Di dunia, termasuk Indonesia jumlah jenis jamur sangat banyak. Dan ssalah satu jamur yang unik dan mulai langka adalah jamur tudung pengantin.

Jamur ini memiliki keunikan, apik dan cantik yaitu  munculnya jaring yang tumbuh dari bagian atas kepala jamur. Jaring yang membentuk seperti tudung pengantin, rok wanita, atau pun kerudung seperti yang dikenakan pengantin. Jaring-jaring akan terus tumbuh memanjang  hingga mencapai 12 sentimeter. Pada lubang jaring di bagian bawah, biasanya akan semakin kecil. Tentu saja ini menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri dan menempatkan jamur tudung pengantin sebagai salah satu jamur paling cantik dan unik di dunia.

Pada bagian kepala jamur, berbentuk mirip kerucut berwarna cokelat kehijauan dan berlendir. Konon lendiri ini menimbulkan sedikit berbau bangkai. Nah, pada lendir berbau ini sebagai penarik perhatian serangga, terutama lalat. Bagian ini merupakan sumber pakan lalat atau serangga yang hinggap dan memakannya.

Secara tidak langsung hal ini membantu perkembangbiakan Jamur Tudung Pengantin. Spora jamur akan terbawa oleh lalat dan tersebarkan menjadi individu-individu Jamur Tudung Pengantin baru. Adapun bagian batang jamurnya berwarna putih, dengan tinggi jamur secara keseluruhan mencapai sekitar 25 sentimeter. Dan varian atau jenisnya terdiri dari tudung berwarna putih dan berwarna jingga.

Secara ekologi, jamur dapat tumbuh sendiri maupun berkelompok. Jamur ini bersifat saprobik yang berarti dapat hidup dengan menguraikan atau menghancurkan materi organik yang telah mati.  Jamur ini juga memiliki tahap reproduksi mulai tahap telur, tahap perkecambahan, tahap pendewasaan, hingga tahap kematian.

Untuk pertumbuhan jamur tudung pengantin berada di lingkungan bersuhu sekitar 25 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembaban relatif berkisar 45 hingga 85 persen. Jamur ini dapat tumbuh di tempat-tempat lembab, sekitar semak pohon bambu hingga di dalam hutan. Jamur ini juga tumbuh pada sekitar pemukiman dan di perkotaan. Jamur tudung pengantin sangat cocok tumbuh di area tropis yang bercurah hujan tinggi.

Penyebaran tumbuhnya jamur ini terdapat di Mexico, Amerika Selatan, Australia, Kongo, Nigeria, Uganda, Zaire, Brazil, Guyana, Venezuela, Kosta Rika. Tobago, India, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia.

Berdasarkan World Journal of Agricultural Sciences 4 (2008),  oleh Jonathan SG, Odebode AC, Bawo DDS menyebutkan pada jamur ini  selain mengandung lemak dan protein, juga kaya akan kalsium, zat besi, magnesium, mangan, kalium, sodium, dan seng. Jamur ini  juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki sifat antimikroba, antioksidan, antivirus, antifungi, antibakteri dan anti tumor.

Di Indonesia, meski dikategorikan sebagai jamur yang tidak dapat dimakan, namun di negara Cina memanfaatkan jamur ini sebagai bahan obat-obatan dan bahan makanan. Masyarakat di sana memanfatakan untuk pengobatan mata dan sistem kardiovaskular. Hal ini, lantaran penelitian di Cina melihat  jamur tudung pengantin mengandung tujuh asam amino esensial, 12 ion logam penting dan tinggi vitamin E. Di sana, pembudidayaan jamur ini sudah dilakukan sejak tahun 1975. (K-HP)

Komoditas
Ragam Terpopuler
Dari New York Ke Batavia, Catatan Seorang "Agen" Amerika
Bulan Mei 1948, adalah bulan ketika izin untuk berkunjung ke Hindia Belanda diberikan. Di akhir Mei, dilakukan persiapan menempuh perjalanan melintasi samudera.  ...
Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?
Bujangga Manik telah mengambil rute paling mudah dan juga mungkin paling lazim dilalui masyarakat saat itu sekiranya hendak ziarah ke Gunung Pawitra. Rute termudah ini mengisyaratkan lokasi Trowulan m...
Istilah Radikal Harus Diganti?
Istilah radikal sebenarnya bermakna netral. Bisa bermakna positif atau negatif. Meskipun terdapat potensi kerancuan atau bias pemaknaan terkait pemakaian istilah ini, saripati pesan pemerintah sebenar...
Jembatan Youtefa, Bukti Sumpah Membangun Papua
Jembatan Youtefa di Kota Jayapura diresmikan akhir Oktober 2019. Berbiaya Rp1,8 triliun, jembatan ini menjadi ikon baru Papua.   ...
Para Penjaga Maria di Pelosok Kapuas Hulu
Tahun 1905, Ordo Capusin memulai penjajakan untuk melakukan misi di pedalaman Kapuas Hulu. Itu juga disebut sebagai titik balik dalam perkembangan umat Katolik di Kalimantan Barat. ...
Orangutan, Taman Nasional, dan Daerah Penyangga
Selama tiga tahun riset dilakukan di sana untuk mengetahui pola migrasi orangutan dan pola buah yang jadi makanannya. ...
Pasar Karetan, Berburu Kuliner di Tengah Kebun Karet Kendal
Rindu dengan suasana pasar nan sejuk, serta jajanan tradisional tempo dulu? Jika ya, sempatkan mampir ke Pasar Karetan di akhir pekan. Dijamin kita seperti diajak naik mesin waktu mengu...
Sekolah Selam di Ujung Timur Indonesia
Sejak Februari 2019, di Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dibuka sekolah menyelam yang digawangi tiga pengajar bersertifikasi Scuba School Internasional. Kini, sekolah itu telah ...
Raego Paduan Suara Tertua di Nusantara
Indonesia kaya akan budaya. Tidak  hanya bela diri, karapan sapi, tarian, ritual keagamaan, benda bersejarah, hingga paduan suara. Salah satu tarian yang diiringi alunan suara tertua di Nusa...
Cabai Jawa, Harta Karun Tanaman Obat Indonesia
Yuk Tarni, tukang jamu bersepeda yang suka berkeliling kampung di kawasan Kelurahan Utan Kayu Utara bersuka cita menawarkan jamu buatannya kepada masyarakat di sana. ...