Bahasa | English


KULINER NUSANTARA

Ada Lopes dan Kopi Khas Situbondo di Pasar Panji

18 April 2019, 16:32 WIB

Kalau kita sedang melintas dengan jalur darat dari Surabaya ke Bali, kita akan melewati Situbondo ini. Dan tak ada salahnya mampir ke pasar panji. Ada Lopes dan Kopi Khas. 


Ada Lopes dan Kopi Khas Situbondo di Pasar Panji Kuliner lopes. Sumber foto: K/Tommy Bernadus

Jawa Timur memang menyimpan beragam kuliner. Bukan hanya di Ibukotanya Surabaya saja yang banyak kuliner khas seperti Rujak Cingur, atau Lorjuk. Wilayah lainnya juga ada seperti di Situbondo.

Untuk Situbondo, dan beberapa daerah yang pernah dikunjungi, biasanya kuliner khas itu berada di pasar Tradisional. Pasar tidak hanya menjual bahan makanan saja, ataupun bahan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Di Pasar juga ada kuliner yang bisa kita cicipi. Dan kuliner ini khas daerah tersebut.

Usai beristirahat semalam, pagi hari di Situbondo, kita bisa berkunjung ke salah satu pasar tradisional di salah satu wilayaah yang masuk dalam deerah tapal kuda di Jawa Timur ini.

Letaknya masih berada di dalam kawasana pusat pemerintahan Situbondo. Dari alun-alun tidak terlampau jauh . Bisa menumpangi angkutan umum ke Pasar Tradisional Situbondo ini.

Sampai di pasar sudah pasti langsung panasaran dengan kuliner yang akan dicicipi. Ketika hendak masuk ke dalam pasar, Sudah langsung tersaju makanan khas Situbodo.

Namanya Lopes. Wah, seperti nama Amerika Latin begitu. Apakah masih ada hubungannya dengan salah satu penyanyi internasional?  Why so serious? 

Jajanan Lopes ini, dijual oleh seorang ibu Bernama Ningsih. Untuk Lopes ini sendiri sangat murah. Harganya tidak sampai 5000 rupiah. Dengan harga yang sangat dan teramat murah ini, sudah terdiri dari  jagung, parutan kelapa, beras ketan dan siraman gula merah. Penyajiannya pun menggunakan daun pisang. Masih benar-benar tradisional.

Sewaktu mencicipinya sangat enak membuat lidah bergoyang. Jajanan pasar Lopes ini hanya benar-benar bisa ditemui di Situbondo (dan ada juga yang bilang ini ada di Kawasan Bondowoso).

Setelah mencicipi Lopes, kita berkeliling ke dalam pasar. Ternyata, di dalam pasar ada beragam jajanan lainnya yang ada di dalam pasar. Ada pecel dan bahkan ada jajanan berupa ikan lele yang disate. 

Wah ini dia sate Lele. DI ibukota Jakarta dan daerah lainnya, banyak memang yang menjual makanan dari lele yang digoreng yang dikenal dengan pecel lele. Tapi kali ini lelenya berbeda karena disate.

Lele yang disate ini juga, dijual sudah matang. Jadi kita tidak perlu menunggu dibakar terlebih dahulu seperti tempat makan sate ayam, sapi atau kambing. Sudah matang.

Sate yang dijual ini, hanyalah sate, dan tidak ada nasinya. Jadi ini sekedar jajanan saja. Atau kalau ingin menyantap dengan nasi, bisa sekalian membeli nasi pecel yang juga ada di pasar Panji di Situbondo ini.

Daerah Jawa Timur ini memang banyak sekali kuliner pecel. Ada pecel madiun, pecel khas malang dan bahkan pecel khas Gresik. Dan di Pasar Panji ini ada juga nasi pecel yang dijual.

Kuliner lainnya apa lagi yang ada di Pasar Paniji ini? Tidak hanya lele yang seperti disate ini. Ada juga makanan seperti nasi jagung. Untuk nasi Jagung ini, kita tidak perlu beli lauk lainnya.

Nasi dan jagung saja sudah nikmat untuk disantap dan kita cicipi. Anda pernah menikmatinya? Sebaiknya kalau belum mencobanya, tak ada salahnya merasakan masakan tradisional ini. Bisa kita santap di pasar ataupun membungkusnya.

Benar-benar makanan tradisional. Pasar di daerah seperti ini memang menyimpan kuliner lokal yang enak untuk dicicipi.

Nah, di Pasar Pani ini, juga kita bisa mencicipi Kopi khas Situbondo. Bukan hanya Kopi yang memang dari Situbondo, cara penyajiannya juga bukan seperti di tempat minum kopi yang mahal, tapi masih benar-benar tradisoonal.

Kopi di warung kaki lima ini, disajikan dalam cangkir yang hanya ada di Situbondo saja. Cangkir model di warung kopi ini hanya ada di Situbondo dan bisa kita beli di pasar.

Wah mantul! Mantap betul. Kalau sedang melintas dengan jalur darat dari Surabaya ke Bali, kita akan melewati Situbondo ini. Dan tak ada salahnya mampir ke pasar panji. (K-TB)

Kuliner
Ragam Terpopuler
Sabung Ayam, Antara Mitos dan Sejarah
Bicara ayam, Indonesia memiliki sejarah sangat panjang. Jika selama ini hanya Sungai Kuning di Cina dan lembah Indus di India yang dianggap sebagai pusat sejarah domestikasi ayam di dunia, nyatanya bi...
Kekayaan Laut Utara, Modal Kesejahteraan Warga Pesisir
Pendapatan bersih para 'juragan' di Tegal berkisar antara satu hingga tiga miliar per bulan. Itu sudah memperhitungkan musim banyak ikan dan masa sepi karena cuaca. ...
Sawahlunto, Buah Manis Perpaduan Teknologi Barat dan Timur
Serius membuka diri menjadi destinasi pariwisata sejarah dan budaya, sejak 2002 Sawahlunto berbenah diri. Berbagai proyek revitalisasi dan konservasipun dilakukan. Keseriusan itu akhirnya berbuah mani...
Bibit Pesepakbola Indonesia itu dari Lembah Cycloop
Kabupaten Jayapura boleh berbangga, dari lima pesepak bola mudanya yang masuk Timnas U-15 di Portugal. Dan salah satu dari lima pemain itu jadi top scorer dalam ajang bergengsi dunia,  IBER Cup 2...
Desa Adat Trunyan, antara Kubur Angin dan Kubur Tanah
Masyarakat Trunyan tak hanya mengenal satu upacara dan satu model penguburan. Selain kubur angin (exposure), mereka juga mengenal kubur tanah (inhumation). Bicara upacara kematian, selain Ngutang Mayi...
Kubur Batu Bagi Marapu
Tidak semua orang bisa menjadi Marapu setelah mati. Itu sangat bergantung pada apa yang telah dia lakukan selama hidupnya dan apa yang dilakukan oleh para keturunannya untuk membuatkan upacara pengubu...
Pluralitas Hindu di Bali
Ratu Sakti Pancering Jagat oleh masyarakat Trunyan ditempatkan pada posisi tertinggi sekaligus dianggap manifestasi Sang Hyang Widhi. Dalam konteks inilah, keberadaan dewa-dewa utama dari Hindu yaitu ...
Munggah Kaji, Perjalanan Mencapai Keutamaan
Mekah dalam imajinasi orang Jawa hanyalah salah satu kota yang berada di tempat yang sangat jauh. Kota para leluhur dalam sejarah manusia. ...
Lokalisasi Hindu-Bali menjadi Hindu-Trunyan
Di Trunyan terdapat sebuah patung batu raksasa, peninggalan zaman Megalitikum. Konon, patung ini bukanlah karya manusia, melainkan piturun, yang artinya diturunkan dari langit oleh Dewa. Dan menarikny...
Jalan Dagang Orang Bugis dan Terjadinya Singapura
Monopoli Belanda di Riau kepulauan adalah salah satu yang membuat Raffles memutuskan untuk membangun pangkalan di Tumasik. Raffles tentu tidak mau kehilangan perdagangan yang saling menguntungkan deng...