Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


KULINER NUSANTARA

Gudeg, Makanan Prajurit Mataram

2 April 2019, 00:00 WIB

Diciptakan prajurit Kerajaan Mataram. Kuliner khas Yogyakarta ini ada yang berbahan baku nangka dan bunga kelapa.


Gudeg, Makanan Prajurit Mataram Kuliner Nusantara Gudeg. Sumber foto: Pesona Indonesia

Pada abad ke-16, prajurit Kerajaan Mataram harus membabat hutan untuk membangun Kotagede. Di hutan tersebut, pohon nangka dan kelapa berlimpah.

Dalam buku berjudul ‘Gudeg, Sejarah dan Riwayatnya’ karya Murdijati dikisahkan para prajurit berjumlah ratusan memanfaatkan nangka dan kelapa di hutan sebagai bahan makanan.

Nangka dan kelapa mereka olah menjadi masakan. Nangka dipotong-potong. Bumbunya terbuat dari beragam rempah ditambah gula merah. Saat memasak, nangka dan bumbu dimasukkan ke ember besar berbahan logam.

Kelapa yang banyak terdapat di hutan dimanfaatkan airnya untuk memberi aroma wangi, melembutkan tekstur nangka serta menambah rasa manis pada gudeg.

Sementara buahnya, diparut untuk diolah menjadi areh atau santan. Pembuatan gudeg membutuhkan proses pengadukan yang disebut hangudek. Dari proses hangudek itulah nama gudeg muncul.

Di Yogyakarta, gudeg tidak hanya terbuat dari nangka. Warga Dusun Mangir, Kabupaten Bantul, kerap menggunakan mayang atau bunga kelapa muda sebagai pengganti nangka. Jika dimasak bersama ayam, gudeg manggar menjadi teramat lezat. Mayang pada gudeg manggar juga dipercaya dapat menambah kecantikan.

Gudeg tidak hanya populer di Yogyakarta, tetapi juga Solo. Berbeda dengan gudeg Yogya yang umumnya dimasak hingga kering, gudeg Solo memiliki ciri agak basah.

Ada alasan tersendiri mengapa gudeg Yogya dimasak hingga kering. Agar lebih awet kala dibawa ke kota lain sebagai oleh-oleh.

Mencari gudeg di Yogyakarta amat mudah. Di hotel dekat Malioboro, turis dapat menemukan penjaja gudeg keliling. Kemudian ada satu kawasan yang khusus menjual gudeg, yakni Jalan Wijilan. Berbagai merek gudeg legendaris dapat dijumpai di sana. Sebut saja, gudeg Yu Djum dan Bu Lies.

Sekarang, gudeg juga dikemas dalam kaleng untuk memuaskan para pencinta gudeg yang menyukai kepraktisan. (K-RG)

Komoditas
Kuliner
Ragam Terpopuler
Tajhin Ressem, Kerukunan dalam Keberagaman Ala Madura-Pontianak
Selain melestarikan tradisi selamatan, Tajhin Ressem dengan berbagai macam komposisi di dalamnya membawa pesan penting. Saat hasil darat berpadu dengan hasil laut. Semua melebur menjadi satu dalam bel...
Histori Rujak Simpang Jodoh
Bisnis rujak Simpang Jodoh merupakan usaha turun-temurun yang seluruhnya dilakoni oleh kaum perempuan. Dan saat ini, penjual rujak di sana kebanyakan sudah generasi kedua dan ketiga. ...
Pepaosan, Tradisi Membaca Naskah yang Hampir Punah
Masyarakat Sasak mempunyai tradisi membaca naskah pusaka yang dilakukan dalam kesempatan-kesempatan tertentu. Pembacaan naskah itu dilakukan untuk memperingati atau menyambut peristiwa-peristiwa penti...
Sigale-gale Carnival Bukti Kekayaan Budaya Batak
Sigale-gale pun diamanahkan sebagai kado bagi perempuan yang meninggal tanpa mewariskan anak laki-laki. ...
Kepertapaan dan Jati Diri Bangsa Religius
Sikap religiusitas bukanlah suatu sikap statis dan menutup diri dalam kacamata dogmatisme, melainkan justru ditandai oleh unsur dinamisme dan keterbukaan. Mari kita ciptakan lagi perpaduan antara Faus...
Melestarikan Budaya Islam di Lombok melalui Festival Khazanah Ramadan
Masyarakat di Pulau Lombok, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. Meskipun, Bumi Seribu Masjid ini sudah go internasional karena wisata ala...
Barisan Gunung yang Membentuk Empat Lembah
Keunikan empat lembah itu membentuk identitas sosio-kultural yang relatif berbeda-beda. Sejarah historis empat lembah inilah yang selalu dibayangkan sebagai satu kesatuan "ranah minang". ...
Arsik Ikan Mas, Kuliner Batak yang Melegenda
Arsik ikan mas, salah satu kuliner yang telah melegenda di tanah Batak. Tak hanya karena cita rasanya dan kaya gizi, arsik juga berkaitan erat dengan ritual adat kebatakan dan acara-acara keluarga. ...
Pedagang Kain Belacu di Tanah Jambi Abad 17
Pedagang-pedagang Nusantara lebih tertarik pada kain blacu (calico). Fakta itu membuat Inggris segera membuat pabrik-pabrik tekstil kelas rendah di beberapa tempat di India. ...
Tjong A Fie Mansion
Berwisata ke Sumatera Utara, mungkin yang terbayang dalam benak kita adalah Danau Toba. Iya, danau vulkanik ini memang indah. Selain indah, Danau Toba ini merupakan danau terbesar di Indonesia. Dan ko...