Bahasa | English


MAKANAN TRADISIONAL

Lemang Kantong, Suguhan Kenduri Adat dari Kerinci

2 May 2019, 15:54 WIB

Kenikmatan Lemang Kantong yang terbuat dari tanaman Kantong Semar, beras ketan, santan dan disajikan dengan gulai atau kuah kacang, hanya dapat dinikmati di hari-hari spesial.


Lemang Kantong, Suguhan Kenduri Adat dari Kerinci Lemang Kantong Semar. Sumber foto: Pesona Indonesia

Kerinci, salah satu wilayah di dataran tinggi Provinsi Jambi ini memiliki banyak keunggulan yang menarik hati. Tidak hanya alamnya saja yang membuat mata mengagumi ciptaan Tuhan sehingga orang menyebutnya ‘sekepal tanah dari surga’. Namun, wilayah yang berada di perbatasan Sumatera Barat ini memiliki keragaman kuliner daerah yang memanjakan lidah.

Wisata alam yang wajib disinggahi saat mengunjungi Jambi yakni ada Gunung Kerinci si ‘atap Sumatera’, dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Ada juga Danau Kerinci yang berada di Desa Sangaran Agung.

Urusan kuliner, Lemang Kantong akan menjadi ekspedisi kuliner yang mengasyikan di Jambi. Namun sayangnya, kuliner dengan bahan dasar tanaman Kantong Semar dan beras ketan ini tak setiap saat bisa dinikmati. Lemang Kantong hanya disuguhkan saat acara perayaan besar saja, salah satunya Kenduri Adat.

Masyarakat setempat lebih mengenal dengan Kacung Beruk Lemang. Terbuat dari perpaduan tanaman Kantong Semar sebagai wadahnya, beras ketan yang dikukus di dalam Kantong Semar dan dipadukan dengan santan kelapa dan garam. Biasanya, makanan ini disajikan dengan gulai atau kuah kacang. Perpaduan itu membentuk cita rasa yang gurih dan lezat di lidah.

Kantong Semar sendiri merupakan sejenis tumbuhan karnivora yang memakan serangga. Kantung semar hidup dengan cara menjebak mangsanya. Hal ini terjadi karena tuntutan lingkungan yang minim fosfor dan nitrogen. Sebagai bentuk evolusi, tanaman karnivora mengubah protein yang awalnya dipakai untuk menangkal penyakit menjadi enzim yang dapat membantu mencerna serangga yang terperangkap. Prosesnya, mangsa akan mati saat masuk ke dalam kantung. Katup akan segera menutup dan mangsa tenggelam ke dalam kantung yang berisi air.

Lemang Kantong sebetulnya merupakan makanan pengganti nasi. Namun tak setiap hari bisa dijumpai panganan unik ini. Sebab, lemang Kantong Semar hanya dimasak dan disantap di hari-hari khusus saja, misalnya pada acara Kenduri Adat Sko yang berlangsung pada bulan Agustus atau September.

Dalam proses pembuatannya, tanaman Kantong Semar yang dipetik, batangnya tidak boleh dihilangkan. Hal ini berguna agar tidak bocor dan bisa menampung isiannya. Setelahnya, Kantong Semar di cuci hingga bersih. Beras Ketan dicampur dengan air santan dan garam dimasukkan ke dalam Kantong Semar. Lalu dikukus dalam panci hingga matang.

Lemang Kantong khas Kerinci yang tak bisa disantap setiap saat ini, karena keunikan dan kelezatannya, pada tahun 2017 dinobatkan sebagai panganan tradisional yang memperoleh Anugerah Pesona Indonesia II. (K-ES)

Komoditas
Kuliner
Wisata
Ragam Terpopuler
Islam, Sumbangsih Terbesar Etnis Tionghoa
Hadiah terbesar bangsa Cina ke Indonesia adalah agama Islam. Demikian ujar Presiden ke-3 BJ Habibie dalam sebuah orasi di Masjid Lautze pada Agustus 2013. ...
Ziarah Kubur, Ibadah Haji Orang Jawa di Masa Lalu
Bagi kaum abangan, ziarah kubur ke makam raja-raja di Imogiri bermakna sebagai pengganti ibadah haji. ...
Membaca Kembali Sriwijaya yang Jaya itu
Petunjuk lain yang menguatkan keberadaan kerajaan Sriwijaya adalah prasasti yang ditemukan di Semenanjung Melayu, tepatnya di sebelah selatan teluk Bandon, saat ini Thailand bagian selatan. ...
Pacung dan Sambiran, Ternyata Dugaan Lombard Benar
Temuan-temuan ini menguatkan tesis bahwa pada abad ke-9 terjadi kontak yang sangat intensif antara Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan India. ...
Teh Slawi, Sebuah Ikon Minuman Tradisional Kabupaten Tegal
Konon, ada makna filosofis di balik cara penyajian teh itu. Kehidupan memang selalu pahit di awalnya. Namun jika kita sanggup bersabar diri, kehidupan yang awalnya terasa pahit itu maka lambat laun pa...
Solidaritas Sosial dalam Sunat Poci dan Mantu Poci
Demikianlah potret lekatnya tradisi minum teh mengejawantah pada hajatan sunat poci dan mantu poci. Sayangnya, ritus sosial yang mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan hubungan timbal balik antar...
Harum Manis Carica Gunung Dieng
Pepaya gunung hanya dibudidayakan di Dieng, Wonosobo. Manisan atau selai carica gunung itu menjadi jajanan eksklusif yang hanya diproduksi di Wonosobo. Selain segar, carica juga punya kisah. ...
Rumah Pohon Korowai dan Tayangan Televisi Global
Booming-nya pemberitaan tentang rumah Korowai yang eksotis selama dua puluh tahun terakhir adalah bagian dari fenomena budaya global yang menginginkan tampilan bergaya "primitif" sebagai ses...
Agama, Sekolah, Bahasa Jembatan Keragaman Etnis Papua
Selain agama dan pendidikan, maka bahasa Melayu (baca: Bahasa Indonesia) juga bisa disebut memiliki dampak transformatif bagi warga Papua. Sebab, berhasil memberikan aspek keseragaman pada realitas fr...
Orang Laut Nusantara; Laut untuk Hidup, Hidup untuk Laut
Banyak sekali peristiwa dalam sejarah yang terjadi di wilayah laut Nusantara, tetapi cenderung diabaikan oleh peneliti sejarah konvensional. ...