Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


MAKANAN TRADISIONAL

Lemang Kantong, Suguhan Kenduri Adat dari Kerinci

Thursday, 2 May 2019

Kenikmatan Lemang Kantong yang terbuat dari tanaman Kantong Semar, beras ketan, santan dan disajikan dengan gulai atau kuah kacang, hanya dapat dinikmati di hari-hari spesial.


Lemang Kantong, Suguhan Kenduri Adat dari Kerinci Lemang Kantong Semar. Sumber foto: Pesona Indonesia

Kerinci, salah satu wilayah di dataran tinggi Provinsi Jambi ini memiliki banyak keunggulan yang menarik hati. Tidak hanya alamnya saja yang membuat mata mengagumi ciptaan Tuhan sehingga orang menyebutnya ‘sekepal tanah dari surga’. Namun, wilayah yang berada di perbatasan Sumatera Barat ini memiliki keragaman kuliner daerah yang memanjakan lidah.

Wisata alam yang wajib disinggahi saat mengunjungi Jambi yakni ada Gunung Kerinci si ‘atap Sumatera’, dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Ada juga Danau Kerinci yang berada di Desa Sangaran Agung.

Urusan kuliner, Lemang Kantong akan menjadi ekspedisi kuliner yang mengasyikan di Jambi. Namun sayangnya, kuliner dengan bahan dasar tanaman Kantong Semar dan beras ketan ini tak setiap saat bisa dinikmati. Lemang Kantong hanya disuguhkan saat acara perayaan besar saja, salah satunya Kenduri Adat.

Masyarakat setempat lebih mengenal dengan Kacung Beruk Lemang. Terbuat dari perpaduan tanaman Kantong Semar sebagai wadahnya, beras ketan yang dikukus di dalam Kantong Semar dan dipadukan dengan santan kelapa dan garam. Biasanya, makanan ini disajikan dengan gulai atau kuah kacang. Perpaduan itu membentuk cita rasa yang gurih dan lezat di lidah.

Kantong Semar sendiri merupakan sejenis tumbuhan karnivora yang memakan serangga. Kantung semar hidup dengan cara menjebak mangsanya. Hal ini terjadi karena tuntutan lingkungan yang minim fosfor dan nitrogen. Sebagai bentuk evolusi, tanaman karnivora mengubah protein yang awalnya dipakai untuk menangkal penyakit menjadi enzim yang dapat membantu mencerna serangga yang terperangkap. Prosesnya, mangsa akan mati saat masuk ke dalam kantung. Katup akan segera menutup dan mangsa tenggelam ke dalam kantung yang berisi air.

Lemang Kantong sebetulnya merupakan makanan pengganti nasi. Namun tak setiap hari bisa dijumpai panganan unik ini. Sebab, lemang Kantong Semar hanya dimasak dan disantap di hari-hari khusus saja, misalnya pada acara Kenduri Adat Sko yang berlangsung pada bulan Agustus atau September.

Dalam proses pembuatannya, tanaman Kantong Semar yang dipetik, batangnya tidak boleh dihilangkan. Hal ini berguna agar tidak bocor dan bisa menampung isiannya. Setelahnya, Kantong Semar di cuci hingga bersih. Beras Ketan dicampur dengan air santan dan garam dimasukkan ke dalam Kantong Semar. Lalu dikukus dalam panci hingga matang.

Lemang Kantong khas Kerinci yang tak bisa disantap setiap saat ini, karena keunikan dan kelezatannya, pada tahun 2017 dinobatkan sebagai panganan tradisional yang memperoleh Anugerah Pesona Indonesia II. (K-ES)

Komoditas
Kuliner
Wisata
Ragam Terpopuler
Bekantan, Bertahan dari Kepunahan
Di lokasi bernama Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan yang sejak tahun 2006 wilayahnya diperluas menjadi 22 hektar, jumlah populasi bekantan tak lebih dari 30 ekor. ...
Batang Hari Sembilan: Ibu Suku dan Marga
Budaya Palembang berkembang di sepanjang Musi dan anak-anak sungainya, wilayah budaya yang disebut Batang Hari Sembilan. Budaya sungai itu melahirkan banyak suku dan marga. ...
Budhisme, antara Sriwijaya dan Borobudur
Adanya korelasi kuat dan khusus antara Buddha di Sriwijaya dan Syailendra inilah, kata kunci di balik pembangunan Borobudur. Kekayaan gabungan antara Jawa dan Sumatra inilah menurut interpretasi Berna...
Sejarah Tari Sunda dan Riwayat Pak Kayat
Saat mengiringi tari pergaulan yang populer di kalangan "Menak" (priyayi), Abah Kayat diakui keahliannya oleh Dalem Bandung. ...
Hikmah Ritual Waisak
Dalam arti keberadaan "tuhan personal" atau "tuhan anthropomorfisme" sebagai "supreme being," ajaran Buddha tidak mengandaikan makna signifikansinya bagi proses pembebasa...
Perpaduan Senam Jepang dan Pencak Silat
Gerakan senam dimulai dengan jalan di tempat diiringi musik yang serupa dengan iringan musik upacara kenegaraan. Dominasi suara "Brass Section" atau keluarga terompet menjadi ciri pembuka ya...
Perbaikan Kualitas Demokrasi
Keragaman Indonesia jelas mensyaratkan secara sine qua non hadirnya demokrasi dan pluralisme serta toleransi dalam satu tarikan nafas. Tagline Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada simbol Garuda Pan...
Kebijakan Pemindahan Ibukota, antara Ide dan Realisasi
Apakah rencana relokasi ibukota benar-benar bisa diwujudkan oleh Presiden Joko Widodo, mengingat ide ini sebenarnya telah didorong oleh beberapa presiden sebelumnya namun sebatas berakhir pada ide? Ma...
Tradisi Adu Kepala
Kita sudah tentu pernah melihat atau mengetahui yang namanya adu domba. Adu domba ini, atraksinya adalah dua domba yang saling mengadu kepalanya. Atraksi adu kepala domba ini bisa kita lihat di Kabupa...
Desa Budaya Pampang
Indonesia memiliki 34 Provinsi, dan lebih dari 500 Kabupaten Kota. Berdasarkan data, di Indonesia ada lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa. Tentunya ini tidaklah sedikit. ...