Bahasa | English


KULINER

Nasi Uduk Gondangdia, Gurih dengan Aroma Menggoda

17 May 2019, 00:00 WIB

Nasi Uduk berbentuk kerucut dengan balutan daun ala tumpeng saja sudah menggoda. Disantap bersama lauk-pauk yang pilihannya beragam, bikin lidah bergoyang. Itulah Nasi Uduk Gondangdia.


Nasi Uduk Gondangdia, Gurih dengan Aroma Menggoda Nasi uduk Gondangdia. Foto: Istimewa

Gondangdia di Jakarta Pusat tidak hanya didominasi bangunan berarsitektur Belanda. Pilihan kulinernya pun banyak. Salah satunya adalah Nasi Uduk Gondangdia.

Hadir sejak 1993,  nyaris tidak ada perubahan rasa. Nasi uduknya tetap pulen, gurih dan wangi. Cita rasa gurih berasal dari penggunaan santan dan bumbu. Aroma khas santan juga menyeruak ketika daun pembungkus nasi uduk dibuka.

Pramusaji biasanya menghidangkan empat nasi uduk berbentuk kerucut di meja. Tidak banyak kedai nasi uduk yang menyajikan dengan gaya seperti ini. Biasanya, nasi uduk hanya dibungkus daun pisang tanpa dibentuk kerucut atau hanya dicetak mangkuk, lalu disajikan langsung di piring pembeli.

Pemakaian daun pisang membuat aroma nasi semakin wangi. Taburan bawang goreng pada nasi uduk menjadikannya lebih harum dan menggoda untuk segera disantap.

Nasi Uduk Gondangdia juga menawarkan pilihan lauk beragam. Mulai dari ayam goreng bumbu kuning, hati ayam, ampela, jantung, telur, daging empal, hingga petai. Aneka jeroan seperti usus, limpa, dan paru juga siap menggoyang lidah pengunjung.

Penggemar seafood dapat memilih lele, bawal, gurame, udang dan cumi. Tak kalah menggoda, ada sayur asem yang disajikan dalam panci besar dan dapat diambil sendiri oleh pengunjung. Tidak jauh dari panci sayur asem terdapat aneka lalap lengkap dengan sambal.

Lauk pendamping lain yang ada ialah tahu dan tempe. Semua lauk memiliki bumbu yang meresap hingga ke bagian dalam. Satu porsi nasi uduk dibanderol Rp7 ribu. Harga lauk pauknya berkisar dari Rp4 ribu hingga Rp20 ribuan.

Terletak di Jalan Cikini IV Nomor 12, Jakarta Pusat, kedai Nasi Uduk Gondangdia buka sejak pukul 10.00 hingga 24.00 WIB. Kedai tersebut menempati bangunan berarsitektur Belanda dengan langit-langit tinggi. Agar dapat menampung pengunjung, pemilik kedai juga menggunakan teras sebagai tempat makan dan menaruh etalase saji serta menggoreng atau membakar makanan pesanan pembeli.

Penasaran? Datang saja langsung ke sana. (K-RG)

Kuliner
Wisata
Ragam Terpopuler
Cartridge-nya Isi Ulang, Diagnosisnya Lima Menit
Dengan Abbott ID Now diagnosis Covid-19 dapat dilakukan dalam lima menit. Yang diidentifikasi DNA virusnya. Ratusan unit X-pert TM di Indonesia bisa dimodifikasi jadi piranti diagonis molekuler. Lebih...
Masker Kedap Air Tak Tembus oleh Virus
Sebanyak 30 perusahaan garmen bersiap memproduksi massal masker nonmedis dan masker medis. Bahannya tak tembus oleh virus. Impor bahan baku dibebaskan dari bea masuk. ...
Bisikan Eyang Sujiatmi di Hati Presiden Jokowi
Eyang Sujiatmi telah pergi. Kerja keras, kedisiplinan, dan kesederhanaannya akan selalu dikenang anak-anaknya. ...
Menikmati Surga Bahari di Atas Pinisi
Pesona tujuh layar kapal pinisi sulit diingkari. Sosoknya instagramable. Wisata berlayar dengan pinisi kini berkembang di Labuan Bajo, Raja Ampat, Bali, dan Pulau Seribu Jakarta. ...
Berubah Gara-gara Corona
Corona mengubah hampir segalanya, termasuk gaya orang berjabat tangan. Penelitian menyebutkan, tangan merupakan wadah bakteri paling banyak. ...
Melepas Penat di Gunung Gumitir
Namanya Gumitir. Kawasan yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi itu menawarkan banyak sajian. Dari kafe hingga wisata kebun kopi. ...
Sulianti Saroso, Dokter yang Tak Pernah Menyuntik Orang
Tugas dokter tak hanya mengobati pasien. Kesehatan masyarakat harus berbasis gerakan dan didukung  kebijakan serta program pemerintah. Kepakarannya diakui WHO. ...
Sampar Diadang di Pulau Galang
Pemerintah beradu cepat dengan virus penyebab Covid-19. Tak ingin korban kian berjatuhan, dalam sebulan rumah sakit khusus penyakit menular siap ...
Bermula dari Karantina di Serambi Batavia
Dengan kemampuan observasi biomolekulernya, RSPI Sulianti Saroso menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk penyakit infeksi. Ada benang merahnya dengan Klinik Karantina Pulau Onrust. ...
Tak Hanya Komodo di Labuan Bajo
Labuan Bajo disiapkan pemerintah sebagai destinasi super prioritas Indonesia. ...