Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota

KEKAYAAN ALAM

4 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO

Saturday, 15 December 2018

Keindahan alam Indonesia memang tiada habisnya. Sehingga hampir tak ada alasan untuk tidak mencintai Tanah Air ini. Apalagi setelah kamu tahu kalau ada 4 destinasi wisata di Indonesia yang diakui UNESCO.


4 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO Curug Cikanteh, Ciletuh, Palabuhan Ratu Sukabumi Sumber foto: Pesona Travel

Panorama alam Indonesia telah diakui dunia. Setelah Candi Borobudur dan Pulau Komodo yang sempat masuk ke dalam 7 keajaiban dunia, serta Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi salah satu warisan budaya yang diakui UNESCO. Kini, ada 4 geopark atau taman bumi Indonesia yang diakui keindahannya oleh UNESCO. Sumber: UNESCO

1. Gunung Batur

Gunung Batur berlokasi di Kintamani, Bangli, Bali. Gunung yang satu ini merupakan gunung api aktif dengan ketinggian 1717 meter di atas permukaan laut. Gunung Batur terkenal sebagai destinasi wisata primadona di Bangli dengan kawah, kaldera, dan danaunya yang memikat hati siapa saja yang mengunjunginya. Kaldera yang begitu besar, dan danaunya yang berbentuk bulan sabit menjadikan Gunung Batur sebagai salah satu Global Geopark Network pada 20 September 2012. Gunung Batur juga memiliki Desa Trunyan sebagai desa wisata dengan keunikan tradisi pemakaman. Jika biasanya mayat dikubur, di Trunyan mayat hanya digeletakkan begitu saja di atas tanah.

2. Pegunungan Sewu

Deretan pegunungan yang terbentang di sepanjang Pantai Selatan di Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah, sampai Kabupaten Tulungagung di Jawa Timur, dinamai Pegunungan Sewu. Pegunungan itu memiliki batuan kapur sebagai ciri khas, serta memiliki kawasan karst yang unik nan indah. Kawasan karst di Pegunungan Sewu merupakan yang terpanjang di Jawa yang terdiri dari 40.000 bukit karst. Maka tidak heran kalau Pegunungan Sewu ditetapkan sebagai Global Geopark Network oleh UNESCO pada 19 September 2015.

3. Ciletuh-Palabuhan Ratu

Taman Bumi Ciletuh-Palabuhan Ratu merupakan satu-satunya yang ada di Jawa Barat. Taman Bumi ini mengusung konsep pengelolaan kawasan yang menyerasikan keragaman hayati, geologi, dan budayanya. Yang melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan yang berkelanjutan di delapan kecamatan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dengan luas 128 ribu hektar. Berbagai potensi yang ada di Ciletuh seperti lanskap gunung, air terjun, sawah, dan ladang menjadikan sebagai salah satu Global Geopark Network pada 2015.

4. Gunung Rinjani

Gunung yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut ini ditetapkan sebagai salah satu anggota Global Geopark Network pada 12 April 2018. Gunung Rinjani terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan terkenal sebagai gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia. Banyak yang menduga penetapan tersebut, karena pada 2019 mendatang NTB ditunjuk sebagai tuan rumah dari Asia Pasific Geopark Network Symposium yang merupakan pertemuan seluruh anggota Geopark se-Asia Pasifik. Gunung yang indah itu menjadikannya sebagai gunung favorit para pendaki dan pencinta alam Indonesia. Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki luas 41.330 hektar. Pantai Semeti hingga ke timur Tanjung Ringgit juga masuk dalam area situs Geopark Gunung Rinjani.

Sebenarnya, masih banyak potensi alam Indonesia yang belum dikenal hingga mancanegara. Atau bahkan belum terjamah oleh orang asli Indonesia sendiri. Begitu banyak kekayaan yang dimiliki Tanah Air tercinta ini. Kalau ada waktu, mari sempatkan waktu untuk menjajaki satu-persatu destinasi wisata yang ada di Indonesia. Jangan lupa menjaga kelestariannya, ya. (T-1)

Wisata
Ragam Terpopuler
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (1)
Jika Sukarno mengatakan bahwa gotong royong adalah filosofi Indonesia, tentu Sukarno sedang ingin membangun imajinasi kebesaran bangsanya, yang saat itu masih belum wujud seperti sekarang. ...
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (2)
Ditingkahi dengan kebutuhan manusia yang ingin selalu tersambung satu sama lain, piranti genggam berkembang menjadi faktor pengubah peradaban manusia pada saat ini. ...
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (3)
Boleh diperkirakan hiburan Dangdut Koplo yang media promosi dan pemasarannya mengandalkan Youtube sebagai etalase, mampu menghidupi jutaan mulut. ...
Rumah Pohon Tertinggi Milik Suku Korowai Papua
Hampir tak terjamah, Suku Korowai merupakan salah satu suku yang ada di pedalaman Papua. Mereka hidup di atas rumah pohon dengan ketinggian mencapai 50 meter dari permukaan tanah. ...
Potret Pembangunan Manusia
Keyakinan Presiden Joko Widodo pada konsepsi voluntarisme, yang tercermin dalam tagline ‘Kerja, Kerja, dan Kerja’, jelas sekaligus mengisyaratkan keyakinannya pada konsepsi ‘homo fab...
Panggih dalam Pernikahan Adat Jawa
Menikah dengan adat merupakan kebanggaan tersendiri bagi manusia, termasuk yang berasal dari Suku Jawa. Di antara prosesi adat yang panjang, salah satunya upacara Panggih yang sarat akan makna. ...
Cerita Panji Sebagai Wujud Diplomasi Budaya
Cerita Panji masuk daftar Memory of the World UNESCO. Dalam deskripsinya, UNESCO menetapkan asal-usul genre sastra ini dari Indonesia. Menariknya, UNESCO bahkan menempatkan hipotesa Andrian Vickers se...
Gamelan dari Le Kampong Javanais
Jika seseorang mendengarkan gamelan tanpa prasangka, orang akan mampu menangkap sihir-sihir nada-nada perkusi yang mau tidak mau memaksa kita untuk mengakui bahwa selama ini musik yang kita punya (bar...
Resep Menjadi Dalang Kondang
Menjadi dalang adalah profesi yang menuntut kemampuan dan kemauan belajar seumur hidup. ...
Tambora Menggelapkan Dunia
Di dunia empat musim, sama sekali tidak terjadi musim panas di sepanjang 1816. Akibatnya, negeri-negeri itu bukan saja terjadi gagal panen, kelaparan dan penyakit tifus pun mendera. Dari India, muncul...