Bahasa | English


BANGUNAN BERSEJARAH

Menjelajah Benteng Terpendam di Cilacap

3 January 2019, 09:35 WIB

Seperti namanya, benteng ini sempat terpendam dan terbengkalai, tertutup tanah dari pesisir pantai, hingga tak lagi terlihat. Hingga akhirnya, pemerintah Kabupaten Cilacap melakukan penggalian agar benteng terlihat. Namun, nyatanya masih ada bangunan benteng yang terpendam.


Menjelajah Benteng Terpendam di Cilacap Taman Benteng Pendem Cilacap. Sumber foto: Dok Cilacap

Cilacap merupakan sebuah kota di ujung selatan Jawa Tengah. Di bagian tenggara, tepatnya di ujung timur Pantai Teluk Penyu, terdapat sebuah tempat bersejarah peninggalan bangsa Belanda bernama Benteng Pendem. Dalam bahasa Belanda, benteng ini bernama Kustbatterij op de Landtong te Cilacap yang artinya ‘tempat pertahanan pesisir di atas tanah yang menjorok ke laut’. Bangunan peninggalan Belanda itu juga bersebelahan dengan penampungan minyak Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap Area 70.

Benteng ini didirikan secara bertahap sejak 1861 hingga 1879 di atas tanah seluas 10,5 hektar oleh arsitek Belanda. Benteng yang bergaya Eropa dan dibangun di bawah tanah ini membuat warga setempat memanggilnya dengan sebutan Benteng Pendem. Benteng ini juga merupakan tiruan dari bangunan Benteng Rhijnauwen, yang merupakan benteng terbesar di Belanda.

Oleh pihak Belanda, Cilacap dianggap strategis untuk pendaratan dan terlindung Pulau Nusakambangan, Itulah sebabnya, Benteng Pendem didirikan sebagai markas pertahanan tentara Belanda, untuk pertahanan Pantai Selatan Pulau Jawa. Pada 1942 benteng ini sempat direbut oleh pasukan Jepang, lalu pasukan Belanda kembali merebut benteng pada akhir 1945 hingga 1950. Dua tahun ditinggalkan, pada akhir 1952 sampai 1965, Benteng Pendem dijadikan markas bagi para Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai tempat latihan.

Pada 1965 hingga 1986, area benteng tak terurus dan terbengkalai. Bahkan, benteng ini sempat tak terlihat karena bangunannya terpendam tanah pesisir pantai Teluk Penyu. Hampir seluruh bangunan benteng tenggelam hingga sedalam 3 meter di bawah permukaan tanah.

Oleh pemerintah areal benteng seluas 4 hektar dimanfaatkan, alhasil kini tinggal tersisa 6,5 hektar. Areal 70 merupakan sebutan dari areal yang di dalamnya terdapat dermaga kapal, tangki minyak, serta kantor. Adi Wardoyo, seorang warga setempat berinisiatif untuk melakukan penggalian dan pemugaran area benteng. Pemugaraan dan penataan ulang tersebut membuat Benteng Pendem resmi dibuka pada 1987 sebagai salah satu destinasi wisata Cilacap hingga kini.

Gapura yang dibuat pemerintah setempat terlihat seperti bentuk benteng yang berada di dalam areal Benteng Pendem. Meski telah berusia ratusan tahun, sebagian besar bangunan benteng yang terbuat dari bahan baku bata merah tanpa beton itu masih terlihat gagah berdiri.

Ketika memasuki areal benteng, pengunjung akan menemukan jembatan beton dengan lebar kurang lebih satu meter di atas parit pertahanan. Biasanya, terdapat beberapa anak yang berenang bersama. Ketika pengunjung melewati jembatan, anak-anak tersebut kerap meminta dilempari uang koin, dan mereka akan menyelam ke dasar parit saling merebut uang koin yang dilempari.

Areal Benteng Pendem terdiri dari beberapa bangunan dan ruangan yang masih kokoh hingga sekarang. Ruangan-ruangan tersebut terdiri atas ruang barak barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, gudang senjata, gudang mesiu, klinik pengobatan, dapur ruang perwira, ruang amunisi dan  peluru, serta penjara. Namun demikian, sejak awal ditemukan, banyak ruangan di areal benteng yang tidak diketahui sepenuhnya. Selain itu, ada yang menyebutkan bahwa di dalam Benteng Pendem ada sebuah terowongan rahasia bawah laut menuju benteng-benteng lainnya dan menuju goa-goa yang ada di pulau Nusakambangan. Konon, terowongan tersebut tertutup tanah dan genangan air laut karena banyak dindingnya yang bocor.

Tidak hanya penuh sejarah, Benteng Pendem juga penuh dengan kisah mistis sehingga banyak dijadikan tempat untuk uji nyali penduduk sekitar, dan disorot berbagai acara televisi nasional. Bagaimana tidak. Banyak ruangan dalam Benteng Pendem yang hanya dapat dimasuki oleh sedikit cahaya. Bahkan sampai saat ini, masih ada sebagian bangunan benteng yang belum tergali. Penjara yang berukuran 4x3 meter dan hanya terdapat satu jendela dilengkapi teralis berlapis juga menambah nuansa seram jika membayangkan kejadian pada masa penjajahan bertahun-tahun silam.

Mengelilingi area Benteng Pendem tidak begitu melelahkan, karena terdapat beberapa saung dan tempat duduk untuk pengunjung beristirahat. Bukan hanya untuk mempelajari sejarah, Benteng Pendem pun dapat dikunjungi keluarga untuk sekadar bersantai dan piknik, karena arealnya cukup luas. Sekitar benteng pun terdapat 40 rusa jinak yang dibiarkan hidup, biasanya rusa-rusa berkumpul di sisi selatan benteng, lebih tepatnya di gundukan tanah depan ruang penjara.

Berbagai fasilitas yang terus diperbaiki Pemerintah Kabupaten Cilacap membuat Benteng Pendem ramai pengunjung, terutama di akhir pekan. Bukan hanya dari Cilacap, banyak pengunjung yang berasal dari luar Pulau Jawa. Biasanya, setelah puas mengelilingi Benteng Pendem, pengunjung berpindah ke Pantai Teluk Penyu yang tepat berada di depannya yang masih satu kawasan dengan Benteng Pendem.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati keindahan pantai putih Pulau Nusakambangan yang berada di seberang teluk. Saat mengunjungi Pantai Teluk Penyu, biasanya pengunjung langsung dihampiri warga sekitar yang menawarkan jasa penyeberangan ke Pulau Nusakambangan. Lelah menikmati keindahan benteng dan pantai, para pengunjung juga dapat membawa buah tangan dari berbagai toko kerajinan dari kerang. (T-1)

Wisata
Ragam Terpopuler
Kekayaan Laut Utara, Modal Kesejahteraan Warga Pesisir
Pendapatan bersih para 'juragan' di Tegal berkisar antara satu hingga tiga miliar per bulan. Itu sudah memperhitungkan musim banyak ikan dan masa sepi karena cuaca. ...
Bibit Pesepakbola Indonesia itu dari Lembah Cycloop
Kabupaten Jayapura boleh berbangga, dari lima pesepak bola mudanya yang masuk Timnas U-15 di Portugal. Dan salah satu dari lima pemain itu jadi top scorer dalam ajang bergengsi dunia,  IBER Cup 2...
Desa Adat Trunyan, antara Kubur Angin dan Kubur Tanah
Masyarakat Trunyan tak hanya mengenal satu upacara dan satu model penguburan. Selain kubur angin (exposure), mereka juga mengenal kubur tanah (inhumation). Bicara upacara kematian, selain Ngutang Mayi...
Kubur Batu Bagi Marapu
Tidak semua orang bisa menjadi Marapu setelah mati. Itu sangat bergantung pada apa yang telah dia lakukan selama hidupnya dan apa yang dilakukan oleh para keturunannya untuk membuatkan upacara pengubu...
Pluralitas Hindu di Bali
Ratu Sakti Pancering Jagat oleh masyarakat Trunyan ditempatkan pada posisi tertinggi sekaligus dianggap manifestasi Sang Hyang Widhi. Dalam konteks inilah, keberadaan dewa-dewa utama dari Hindu yaitu ...
Munggah Kaji, Perjalanan Mencapai Keutamaan
Mekah dalam imajinasi orang Jawa hanyalah salah satu kota yang berada di tempat yang sangat jauh. Kota para leluhur dalam sejarah manusia. ...
Lokalisasi Hindu-Bali menjadi Hindu-Trunyan
Di Trunyan terdapat sebuah patung batu raksasa, peninggalan zaman Megalitikum. Konon, patung ini bukanlah karya manusia, melainkan piturun, yang artinya diturunkan dari langit oleh Dewa. Dan menarikny...
Jalan Dagang Orang Bugis dan Terjadinya Singapura
Monopoli Belanda di Riau kepulauan adalah salah satu yang membuat Raffles memutuskan untuk membangun pangkalan di Tumasik. Raffles tentu tidak mau kehilangan perdagangan yang saling menguntungkan deng...
Teka-Teki Keraton Majapahit
Penjelasan Prapanca mulai dari halaman-halaman yang ada di dalam keraton, nama-nama tempat penting, jalan-jalan penghubung, makam-makam pembesar dan pemuka agama, barak dan alun-alun, hingga gerbang-g...
Sopi, Sake ala Indonesia dan Masa Depan Tuak
Sopi sebagai minuman khas Nusa Tenggara Timur, kini resmi dilegalkan. Pelegalan ini disambut baik oleh sebagian besar masyarakat NTT. Salah satu alasannya, karena minuman keras ini bersangkut paut den...