Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota

PARIWISATA

Semburat Biru Api Kawah Gunung Ijen

Monday, 10 December 2018

Dini hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati kecantikan semburat api berwarna biru di puncak Gunung Ijen, yang ada di ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut.


Semburat Biru Api Kawah Gunung Ijen Sumber foto: Antara Foto

Rutinitas, identik dengan kata ‘bosan’ dan ‘suntuk’. Kata-kata itu seringkali terucap saat pekerjaan menumpuk dan berulang terus setiap harinya. Mungkin itu merupakan sinyal negatif di tubuh kita, yang harus segera dihalau dengan energi positif. Boleh jadi, itu saatnya untuk sejenak menenangkan diri, menghirup udara segar di wisata alam terbuka. Menikmati keindahan alam memang dipercaya dapat mengendurkan otot-otot kaku dan menghalau stres akibat rutinitas.

So, plesir ke mana? Mari menuju perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Di sana terdapat sebuah gunung yang cukup menarik untuk dikenali lebih dekat. Gunung itu bernama Ijen.   

Di gunung tersebut, terdapat kawah yang demikian memukau. Terbentuk alami akibat letusan, kawah Ijen menjadi kawah terindah yang ada di Tanah Air Indonesia. Fenomena api biru atau blue fire bisa ditemukan di kawah Gunung Ijen yang berada di puncak gunung bersifat asam itu, dengan kedalaman dan keluasan kawah masing-masing mencapai 200 meter dan 5.466 hektar.

Waktu terbaik untuk menyaksikan atraksi api berwarna biru di puncak Gunung Ijen adalah pada dini hari menjelang fajar, yakni antara pukul 02.00 WIB--03.00 WIB. Itulah yang menyebabkan para wisatawan “nekat” merambati tubuh gunung tersebut, di saat orang lainnya terlelap dalam mimpi indah.

Tak peduli hawa dingin yang seolah menembus hingga ke sumsum tulang, ataupun terjalnya medan bebatuan dan berpasir yang harus didaki dalam waktu tempuh sekira 3-4 jam, wisatawan tampak senantiasa bersemangat demi menggapai keindahan si api biru yang dipancarkan oleh Ijen.

Fenomena semburan api biru di kawah Ijen sendiri merupakan salah satu dari yang juga ditemui di Islandia. Lantaran keindahan semburan api biru dari kawah Ijen, kawasan tersebut ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO. Sumber: Unesco.org

Bukan hanya fenomena api biru yang dapat dinikmati saat berada di kawah Gunung Ijen. Dari kawah Ijen juga terlihat keindahan panorama gunung lain yang ada di wilayah pegunungan tersebut. Di antaranya, yaitu puncak Gunung Merapi di timur kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Rante, dan Gunung Suket.

Selain itu, juga tampak para penambang yang sedang mengumpulkan belerang yang sudah beku di dasar kawah. Mereka itu menambang dengan alat sederhana dan cara yang konvensional, sehingga membuat wisatawan berdecak kagum.

Untuk menikmati segala kecantikan panorama Gunung Ijen, wisatawan domestik dikenai tarif masuk Rp5.000 per orang pada hari kerja dan Rp7.500 per orang pada hari libur. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenai tarif masuk Rp100.000 pada hari kerja dan Rp150.000 pada hari libur. Untuk peralatan dokumentasi khusus, seperti kamera akan dikenakan biaya tambahan yaitu Rp250.000 per unit, untuk kamera video ada biaya tambahan sebesar Rp1 juta per unit.

Magnet pemandangan di kawah Ijen itu memang membuatnya menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal hingga asing. Untuk wisman, turis Cina dan Prancis relatif mendominasi. Namun senantiasa harus diketahui, mendaki Gunung Ijen memerlukan persiapan yang matang. Selain perlengkapan pribadi, kondisi badan juga harus diperhatikan agar menjadi liburan asyik yang tidak terlupakan.

Jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen perjalanan lewat dokumentasi foto, agar dapat selalu dikenang dan rindu untuk kembali lagi menikmati fenomena si api biru Ijen. (T-1)

Budaya
Ragam Terpopuler
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (1)
Jika Sukarno mengatakan bahwa gotong royong adalah filosofi Indonesia, tentu Sukarno sedang ingin membangun imajinasi kebesaran bangsanya, yang saat itu masih belum wujud seperti sekarang. ...
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (2)
Ditingkahi dengan kebutuhan manusia yang ingin selalu tersambung satu sama lain, piranti genggam berkembang menjadi faktor pengubah peradaban manusia pada saat ini. ...
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (3)
Boleh diperkirakan hiburan Dangdut Koplo yang media promosi dan pemasarannya mengandalkan Youtube sebagai etalase, mampu menghidupi jutaan mulut. ...
Rumah Pohon Tertinggi Milik Suku Korowai Papua
Hampir tak terjamah, Suku Korowai merupakan salah satu suku yang ada di pedalaman Papua. Mereka hidup di atas rumah pohon dengan ketinggian mencapai 50 meter dari permukaan tanah. ...
Potret Pembangunan Manusia
Keyakinan Presiden Joko Widodo pada konsepsi voluntarisme, yang tercermin dalam tagline ‘Kerja, Kerja, dan Kerja’, jelas sekaligus mengisyaratkan keyakinannya pada konsepsi ‘homo fab...
Panggih dalam Pernikahan Adat Jawa
Menikah dengan adat merupakan kebanggaan tersendiri bagi manusia, termasuk yang berasal dari Suku Jawa. Di antara prosesi adat yang panjang, salah satunya upacara Panggih yang sarat akan makna. ...
Cerita Panji Sebagai Wujud Diplomasi Budaya
Cerita Panji masuk daftar Memory of the World UNESCO. Dalam deskripsinya, UNESCO menetapkan asal-usul genre sastra ini dari Indonesia. Menariknya, UNESCO bahkan menempatkan hipotesa Andrian Vickers se...
Gamelan dari Le Kampong Javanais
Jika seseorang mendengarkan gamelan tanpa prasangka, orang akan mampu menangkap sihir-sihir nada-nada perkusi yang mau tidak mau memaksa kita untuk mengakui bahwa selama ini musik yang kita punya (bar...
Resep Menjadi Dalang Kondang
Menjadi dalang adalah profesi yang menuntut kemampuan dan kemauan belajar seumur hidup. ...
Tambora Menggelapkan Dunia
Di dunia empat musim, sama sekali tidak terjadi musim panas di sepanjang 1816. Akibatnya, negeri-negeri itu bukan saja terjadi gagal panen, kelaparan dan penyakit tifus pun mendera. Dari India, muncul...