Indonesia.go.id - Dulunya Angker, Kini Green Canyon Ramai Dikunjungi Wisatawan

Dulunya Angker, Kini Green Canyon Ramai Dikunjungi Wisatawan

  • Administrator
  • Kamis, 31 Oktober 2019 | 03:08 WIB
  • 0
PARIWISATA
  Pesona Green Canyon. Foto: Pesona Indonesia

Jika di Amerika Serikat ada  Grand Canyon, maka  Pangandaran  memiliki  Green Canyon  yang tidak kalah indahnya. Tempat wisata di Pangandaran, Jawa Barat, ini menawarkan pemandangan tebing-tebing alami yang menjulang dan dihiasi pepohonan hijau yang rindang. Selain itu, air sungai yang menyusuri tebing ini sangat jernih dan biru.

Cerita tentang Green Canyon bermula saat pertama kali Sungai Cijulang ini dibuka untuk tempat objek wisata. Masyarakat Pangandaran menamai Green Canyon dengan Cukang Taneuh yang dalam bahasa Indonesia berarti Jembatan Tanah.

Sebelum dibuka sebagai tempat wisata, sungai di sepanjang objek wisata Green Canyon Pangandaran dikenal angker. Bahkan warga setempat pun jarang yang berani melintas di aliran sungai maupun di bantaran sungainya. 

Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga negara Perancis bernama Bill John pada tahun 1993. Ketika itu ia melihat warna tebing serta sungai yang berwarna kehijauan, lantas menyebutnya dengan nama Green Canyon yang masih dipakai dan populer hingga kini.

“Kekaguman tiga bule itu ketika melihat dinding air terjun yang berada di pinggir sungai. Kekaguman mereka makin menjadi ketika melihat relief-relief bebatuan stalaktit yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air,” ujar Sunandar, pemandu wisata kawasan Green Canyon.

Bukan tanpa alasan Cukang Taneuh dinamai Green Canyon. Bentuk ngarai ini amat mirip dengan Grand Canyon yang ada di Colorado, Amerika Serikat. Bedanya, ngarai yang terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ini punya panorama asri menghijau.

Saat menyusuri aliran sungai di antara tebing ngarai ini, kita bisa melihat tumbuhan hijau menghiasi dinding batu indah, hasil pahatan alam selama bertahun-tahun. Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun.

Aliran itu menembus gua dengan stalaktit dan stalagmit yang memesona. Aliran itu kemudian diapit dua bukit yang menjulang dengan bebatuan yang berhiaskan rerimbunan pepohonan. Benar-benar sebuah atraksi alam yang khas dan menantang.

Setibanya di Green Canyon Pangandaran kita bisa bermain air hingga puas. Tapi ada beberapa aktivitas seru yang bisa kita coba dan sayang untuk dilewatkan. Misalnya saja body rafting. Body rafting sendiri merupakan aktivitas berenang dengan menghanyutkan diri mengikuti arus air.

Biasanya, ada dua pemandu yang mendampingi petualangan body rafting. Durasi setiap aktivitas body rafting ialah 3-4 jam. Petualangan akan dimulai dari hulu Sungai Cijulang untuk kemudian menempuh jarak pengarungan sejauh 5 km.

Setelah puas menyusuri keindahan aliran sungai di Green Canyon, kita bisa mengisi perut di tepian sungai. Jangan takut kehabisan pilihan makanan. Berbagai sajian tradisional nan nikmat menanti kita. Ada nasi bakar ayam yang dibungkus daun pisang, serta melepas dahaga dengan meneguk segarnya air kelapa muda, atau sekadar menyantap gorengan ditemani secangkir kopi.

Mengingat destinasi ini merupakan favorit wisatawan, tak mengherankan jika setiap weekend dan libur nasional Green Canyon dipadati pengunjung. Oleh karena itu, datanglah di hari kerja di musim kemarau. Di saat itu, Green Canyon tidak terlalu ramai dan kecil kemungkinan hujan turun. Datanglah lebih pagi agar tidak perlu antre perahu atau pemandu untuk body rafting. (K-YN)