Bahasa | English


PARIWISATA

Gorontalo Karnaval Karawo 2-6 Oktober

30 September 2019, 05:55 WIB

Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) dihelat 2-6 Oktober 2019. Acara tersebut akan dikemas berbeda dari tahun sebelumnya.


Gorontalo Karnaval Karawo 2-6 Oktober Gorontalo karnaval karawo. Foto: Pesona Indonesia

Di Gorontalo Karnaval Karawo kali ini ada sejumlah acara yang akan turut memeriahkan rangkaian festival yang masuk dalam Calender of Event (CoE) nasional. Kegiatan-kegiatan tersebut, antara lain, Mokarawo Training Design, Karawo Fashion Contest, Mokarawo Traditional Handmade, dan Gorontalo Kuliner Expo.

Mokarawo Training Design. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2019. Bertujuan untuk mendorong para desainer Karawo agar mempunyai pendekatan kreatif.  Kegiatannya akan dipusatkan di Grand Palace Convention Center Gorontalo.

Karawo Fashion Contest yang akan digelar pada 3 Oktober 2019 ini merupakan kontes hasil karya para desainer dari bahan Karawo.  Kegiatan ini menarik karena selain menampilkan fashion hasil disain, juga akan diperagakan oleh model.

Mokarawo Traditional Handmade yang akan diselenggarakan pada 4 Oktober 2019. Kegiatan ini akan dipusatkan di Bele li Mbui Kota Gorontalo. Pada ajang ini, para peserta merupakan perajin sulaman hingga UMKM Karawo. Cara menyulam karawo akan dilombakan mulai dari mengiris, mengikat, hingga menyulam karawo.

Kegiatan yang tak kalah seru dari rangkaian Gorontalo Karnval Karawo adalah Gorontalo Kuliner Expo. Kegiatan ini akan digelar mulai 4-6 Oktober 2019. Kelak sepanjang Jl Belle li Mbui hingga depan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo akan dijajar makanan dan minuman.

Pada acara ini, tidak hanya menghadirkan kuliner khas Gorontalo, melainkan ada penampilan maupun atraksi dari seniman dan musik Gorontalo. Nantinya diharapkan para pengunjung dapat terhibur sebelum melaksanakan puncak Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang akan dilaksanakan pada 6 Oktober 2019.

Sebelum acara puncak, akan digelar pula Tourism International Forum yang direncanakan akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya yang akan memberikan keynote speech seputar pariwisata.

Gorontalo Karnaval Karawo 2019 adalah kegiatan yang sudah kesembilan kalinya digelar bekerja sama Bank Indonesia dengan Pemprov Gorontalo. Kerja sama ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan dan promosi kain khas Gorontalo di level nasional dan internasional. Bank Indonesia (BI) Gorontalo berkomitmen untuk mempromosikan karawo sebagai kain khas Gorontalo di tingkat nasional maupun internasional.

Selain konsisten menggelar GKK pihak BI juga terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para desainer dan UMKM penyulam kain karawo. Bahkan pada 2017 kain karawo sukses mentas di New York Fashion week.

Karawo adalah jenis kain tradisional khas Gorontalo. HIngga kini kain itu masih diproduksi sebagai sebuah kerajinan tangan. Karawo dalam Bahasa Gorontalo berarti sulaman dengan tangan. Orang-orang di luar Gorontalo mengenalnya dengan sebutan kerawang. karawo merupakan buah dari ketekunan para perajin. Seni membuat kerawang atau Karawo disebut “makarawo”.

Seni diturunkan dari generasi ke generasi sejak masa Kerajaan Gorontalo masih berjaya.  Tapi produksi kain kerawang atau karawo sempat mati suri. Tak banyak perajin yang menekuni dunia ini karena kerumitan yang menyita banyak energi, waktu, dan ketekunan. Oleh karena itu, pemerintah melakukan berbagai cara untuk membuat kerajinan ini dapat terus lestari dan semakin populer, baik di dalam maupun luar negeri.

Tahapan pengerjaan sulaman karawo terdiri atas tiga tahap, yaitu iris-cabut, menyulam, dan proses finishing. Dalam proses iris-cabut benang ini batas dan luas bidang yang akan dibentuk berdasarkan pola yang sudah ditentukan. Ketajaman dan kecermatan menghitung benang-benang yang akan diiris dan dicabut sangat menentukan kehalusan sulaman. Tahapan menyulam dilakukan dengan cara menelusurkan benang mengikuti arah jalur benang.

Selanjutnya tahapan finishing dengan cara melilit jalur-jalur benang dengan satu kali lilitan. Hal itu dimaksudkan untuk memperkuat jalur benang yang tidak disulam sehingga hasil akhir sulaman terlihat rapi dan kokoh. Dibutuhkan waktu 10 hari untuk mengerjakan satu produk sulaman dengan motif besar.

Jenis karawo antara lain karawo manila dan karawo ikat. Karawo manila dibuat dengan teknik mengisi benang sulam secara berulang sesuai dengan motif yang sudah ada. Adapun karawo ikat dilakukan dengan cara mengikat bagian-bagian bahan yang telah diiris dan dicabut serat benangnya mengikuti motif yang telah dibuat. (E-2)

Wisata
Ragam Terpopuler
Gunongan, Peninggalan Arsitektur Pra-Islam di Banda Aceh
Catatan Joao De Barros (1552-1615) yang berumur sedikit lebih tua beberapa tahun sebelum Sultan Iskandar Muda naik tahta memberikan kepastian bahwa Gunongan tidak didirikan pada abad 17 M. ...
Taman Raja-Raja, Kitab Aceh Abad 17
Taman Raja-raja memang dia buat sebagai buku pegangan sejarah universal dan petunjuk kode etik bagi para penguasa. ...
Krisis dan Daya Tahan Demokrasi
Indonesia memberikan dukungan yang lebih tinggi terhadap keberlangsungan demokrasi. Tetapi dalam sisi lain secara kultural dan kesejarahan, publik Indonesia sebagian masih menyukai kepemimpinan yang k...
Gerakan Putra Putri Papua Inspiratif
Sekelompok putra putri Papua menggalang diri membuat organisasi Gerakan Papua Muda Inspiratif. Mereka berbagi cerita tentang angan mereka untuk membangun Tanah Papua yang lebih baik. ...
Ada Cinta dalam Kelezatan Pa’piong
Banyak orang tak mengenal masakan dari Indonesia timur. Sebaliknya, masakan dari Jawa dan Sumatera sangat mendominasi menu di resto dan hotel. Padahal Indonesia timur punya beragam kuliner dan kaya de...
Kue Lompong, Si Hitam Manis Asal Kutuarjo
Kenyal, harum, dan manis legit. Itulah rasa yang muncul dari kue lompong, penganan khas Kutoarjo, Jawa Tengah. ...
Kepulauan Maluku, Negeri Tanah Goyang dan Air Turun Naik
Catatan sejarah menyebutkan sejak 1600 sampai dengan 2015 mencatat lebih dari 85 kejadian tsunami terjadi di wilayah Maluku. ...
Cerita dari Kampung Kanibal Huta Siallagan: Jejak Kanibal Di Tanah Batak
Mengunjungi Danau Toba Sumatra Utara, jangan lupa menyempatkan waktu untuk menyeberang ke Pulau Samosir, mendatagi Huta Siallagan yang masih kental dengan budaya Batak. Di desa ini kita akan disambut ...
Wangsa Bonokeling, Kekayaan Kepercayaan Nusantara
Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang begitu melimpah. Dari Sabang hinga Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote terdapat ciri yang beragam. Selain itu Indonesia yang berada di garis ...
Seni Cadas dan Jejak Budaya Maritim
Pengetahuan mengenai teknik mengemudikan perahu yang aneka, yang khazanahnya terdokumentasi pada lukisan motif-motif perahu di berbagai situs seni cadas, jelas memperlihatkan masyarakat Nusantara tela...