Bahasa | English


DESTINASI

Mengintip Wisata di Sekitar Kawasan Calon Ibu Kota Baru

6 September 2019, 06:06 WIB

Presiden Joko Widodo  baru saja memutuskan wilayah yang akan dijadikan ibu kota baru Tanah Air. Wilayah tersebut yakni sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian daerah Penajam Paser Utara yang berlokasi di Kalimantan Timur.


Mengintip Wisata di  Sekitar Kawasan Calon Ibu Kota Baru Museum Mulawarman Kalimantan Timur. Foto: Pesona Indonesia

Kalimantan Timur memiliki banyak potensi wisata yang berpeluang mengalami perkembangan jika telah menjadi ibu kota baru. Kalimantan Timur memiliki pulau-pulau menarik serta destinasi wisata edukasi yang layak dikunjungi wisatawan.

Kaltim memiliki pulau-pulau yang menarik dikunjungi wisatawan, seperti Pulau Maratua, Pulau Biduk Biduk, Pulau Panjang, Pulau Sanggalaki, Pulau Samama, dan Pulau Kakaban. Semua pulau-pulau itu ada di Berau.

Selain itu, Kalimantan Timur di dua kabupaten terdekat calon ibu kota negara yaitu Kutai Kartaneara dan Penajam Paser Utara, memiliki alam dan hutan yang eksotis. Juga banyak wisata sejarah dan edukasi yang menarik.

Pantai dan sungai di Kaltim juga akan menjadi objek yang menarik kunjungan wisatawan. Pantai Nipah-Nipah di Penajam Paser Utara akan menjadi primadona wisata baru di Kaltim, termasuk air terjun Tembinus. Selain itu, di kabupaten lain banyak objek wisata pantai dan sungai, seperti Pantai Tanah Kuning, Pantai Bahari Karang, serta Sungai Kayan.

Wisata budaya dan sejarah di wilayah setempat diprakirakan juga mengalami perkembangan yang baik setelah perpindahan ibu kota. Kabupaten Kutai Kartanegara akan menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah yang menarik. Festival Erau setiap Agustus- September juga akan menjadi sajian budaya Keraton Kutai Kertanegara yang memikat turis.

Wisata lainnya yang tidak kalah menarik adalah kuliner. Kaltim memiliki banyak makanan khas yang dapat menjadi ikon wisata, seperti nasi bekepor, ayam cincane, nasi kuning, sate payau, sambal raja, dan lain sebagainya.

Berikut selengkapnya sejumlah potensi wisata yang dimiliki wilayah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara:

1. Museum Mulawarman

Museum Mulawarman memiliki kurang lebih 5.373 koleksi benda bersejarah yang terbagi ke dalam berbagai jenis. Koleksi benda bersejarah itu meliputi patung-patung dan benda bersejarah, perabotan kuno, kamar tidur dengan hiasan kain 'doyo' tenunan tangan, serta barang-barang dari dinasti Ming, Qing, dan Yuan.

Lokasi museum ini berada di Jl Tepian Pandan, Panji, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Letaknya juga cukup strategis karena dekat dengan Sungai Mahakam.

2. Museum Kayu

Terdapat miniatur rumah kayu, koleksi kayu, koleksi biji-bijian, dan sebagainya. Cocok untuk wisata edukatif. Di museum dulu disimpan buaya besar yang telah diawetkan. Museum ini terletak di Kelurahan Sukarame Tenggarong, tak jauh dari Waduk Panji Sukarame.

3. Pulau Kumala

Pulau Kumala merupakan delta Sungai Mahakam yang membentang di sebelah barat Kota Tenggarong. Berada di tengah sungai. Destinasi Pulau Kemala dilengkapi dnegan jembatan penyeberangan yang unik, taman bermain juga penginapan. Pulau ini menyediakan fasilitas umum berupa sky tower yang dibangun setinggi 100 meter untuk memudahkan pengunjung melihat kota dari ketinggian. Selain itu, di pulau ini juga terdapat kereta api mini, area permainan anak-anak, dan kereta gantung.

4. Orangutan di Samboja Lestari

Di wilayah Samboja, ada kawasan penyelamatan orangutan yang terkenal, Samboja Lestari. Tempat ini berlokasi di Jl Balikpapan-Handil Km 44, Kutai Kartanegara. Di sana bisa melihat orangutan serta belajar bagaimana sejarah dan hidupnya di alam bebas. Wisatawan juga bisa bertemu orangutan legendaris bernama Bujang.

5. Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai dikelola oleh PT Inhutani. Di dalamnya terdapat kurang lebih 2.800 jenis flora dan fauna yang didominasi jenis pohon Dipterocarpaceae khususnya Shorea laevis (bangkirai), 3.000 jenis jamur, 13 jenis rotan, 24 jenis anggrek termasuk anggrek hitam, 113 jenis burung dan masih banyak jenis mamalia serta serangga. Cocok untuk berwisata edukasi.

6. Danau Semayang

Berlokasi di DAS Mahakam, Danau Semayang merupakan salah satu lingkungan lahan basah terbesar di Kalimantan dengan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, termasuk biota perairan maupun terestrial, juga sumber daya air yang melimpah untuk berbagai aktivitas masyarakat sekitar. Di danau ini juga terdapat ikan Pesut (Orcela Fluminalis), yakni sejenis lumba-lumba air tawar yang unik.

7. Pondok Labu

Bagi Anda yang senang menjelajahi kebudayaan suatu daerah, datanglah ke Pondok Labu, sebuah perkampungan suku Dayak Benuaq yang jaraknya sekitar 25 kilometer dari Kota Tenggarong.  Di desa ini terdapat 'lamin' atau rumah adat bagi suku Dayak Benuaq yang unik, yang dinding-dindingnya terbuat dari kayu. Hampir setiap tahun pula desa ini menggelar upacara adat, seperti Ngugu Tahun.

8. Pokant Takaq

Di sini terdapat proses pembuatan tenun Ulap Doyo khas suku Dayak Benuaq.  Proses dari pembuatan tenun yang dimulai dari pencarian serat tanaman Doyo, hingga menjadi benang. Juga serig digelar pertunjukan tari Suku Dayaq Benuaq.

9. Pantai Ambalat

Di pulau ini terdapat pantai yang tenang dan bersih.

10. Pantai Pengempang

Pantai Pangempang bisa diakses dengan perahu kecil. Di pulau ini terdapat jalan setapak kayu yang dikelilingi hutan bakau. Biasanya pantai ini digunakan untuk berkemah, memancing, atau menyaksikan beragam hewan primata yang unik. Pantai ini terletak di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

11. Kedaton Kutai Kartanegara

Kedaton Kutai Kartanegara adalah istana milik Sultan Kutai Kartanegara yang terletak di pusat Kota Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia. Arsitektur Kedaton Kutai Kartanegara merupakan perpaduan gaya modern dan gaya istana Kerajaan Kutai Kartanegara.

Di dalam Kedaton terdapat displai berbagai pakaian adat kesultanan, foto-foto sultan dan kerabat Kesultanan serta peralatan Kesultanan, seperti gamelan, tombak, dan sebagainya.

12. Ladang Budaya

Ladang Budaya atau biasa disebut ladaya merupakan tempat wisata yang memiliki kebun binatang mini dengan beberapa koleksi binatang khas Kalimantan Timur, di antaranya, burung enggang, beruang madu, uwa-uwa, serta burung merak.

Selain itu, pengunjung dapat berfoto di beberapa spot foto menarik yang sudah disediakan di Ladang Budaya ini. Ladaya terletak di Jl H Bachrin Seman, RT 12, Mangkurawang, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

13. Wisata Bukit Biru

Wisata Bukit Biru adalah salah satu tujuan wisata alam yang terkenal di kalangan masyarakat Kutai Kartanegara. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Wisata Bukit Biru adalah sore hari sambil menikmati pemandangan keindahan alam dan sunset. Lokasi wisata alam ini berada di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

14. Batu Dinding

Batu DInding merupakan tempat untuk menikmati sunrise yang indah di Kalimantan Timur. Jalan menuju puncaknya tidak mudah, harus melewati jalan bebatuan yang menanjak. Lokasinya berada di Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

15. Pantai Tanah Merah

Ingin merasakan sensasi berkemah di pantai? Pantai Tanah Merah adalah jawabnya. Hamparan pasir putih dengan pepohonan cemara yang rindang menjadi daya tarik utamanya. Fasilitas pantainya sudah cukup lengkap, liburan jadi lebih nyaman deh.

Pantai ini terletak di Jl Samboja, Muara Jawa, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

16. Pantai Nipah Nipah

Hampir separuh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dikelilingi oleh laut, sehingga terkenal dengan wisata pantainya. Lokasi Pantai Nipah Nipah tidak begitu jauh dari pusat kota.

17. Air Terjun Tembinus

Tempat wisata di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur berikutnya adalah Air Terjun Tembinus. Air Terjun Tembinus berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Tempat wisata ini sudah bisa diakses dengan mudah oleh traveler. Waktu yang diperlukan untuk sampai di tempat wisata ini kurang lebih tiga jam dari Ibu Kota Kabupaten Penajam Paser Utara.

18. Ekowisata Mangrove Penajam

Ekowisata Mangrove Penajam berlokasi di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kebupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pengunjung bebas masuk tanpa dipungut biaya tiket masuk. Selain berjalan di jembatan dan melihat hijaunya magrove, juga bisa melihat hewan-hewan liar di sekitar lokasi.

19. Taman Bunga Rozeline

Taman bunga ini dibangun di dekat Kantor Bupati Penajam Paser Utara. Jika berkunjung ke tempat wisata ini, pengunjung dapat berfoto dan berjalan-jalan secara bebas. Pengunjung bebas mengambil foto di taman ini dan tidak dikenakan biaya masuk atau gratis. Selain dipenuhi pepohonan yang rindang, di bagian tengah taman kamu akan menemukan danau.

20. Pantai Corong

Pantai Corong berlokasi di Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Pantai ini menjadi kawasan favorit yang sering dikunjungi oleh para warga lokal. Ketika hari libur atau pada akhir pekan, banyak warga lokal yang datang untuk menikmati keindahan Pantai Corong.

21. Pantai Tanjung Jumlai

Pantai Tanjung Jumlai menjadi destinasi wisata andalan warga Penajam dan sekitarnya. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh wistaawan, khususnya saat hari libur.

22. Pantai Gusung

Pantai Gusung merupakan tempat wisata seru untuk diving di Penajam Paser Utara. Selain olahraga diving, pengunjung bisa mencoba menyelam di sekitar perairan. Objek Wisata Pulau Gusung berada di kawasan Pantai Tanjung Jumlai. Pantai ini memiliki empat gugusan pantai atau timbunan pasir laut yang dikelilingi areal terumbu karang (coral reef)

23. Waduk Sesulu

Objek wisata lainnya adalah Waduk Sesulu. Waduk ini berlokasi di Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Wisata Waduk Sesulu menjadi rekomendasi tempat wisata alternatif. (E-2)

Wisata
Ragam Terpopuler
Teh Slawi, Sebuah Ikon Minuman Tradisional Kabupaten Tegal
Konon, ada makna filosofis di balik cara penyajian teh itu. Kehidupan memang selalu pahit di awalnya. Namun jika kita sanggup bersabar diri, kehidupan yang awalnya terasa pahit itu maka lambat laun pa...
Harum Manis Carica Gunung Dieng
Pepaya gunung hanya dibudidayakan di Dieng, Wonosobo. Manisan atau selai carica gunung itu menjadi jajanan eksklusif yang hanya diproduksi di Wonosobo. Selain segar, carica juga punya kisah. ...
Rumah Pohon Korowai dan Tayangan Televisi Global
Booming-nya pemberitaan tentang rumah Korowai yang eksotis selama dua puluh tahun terakhir adalah bagian dari fenomena budaya global yang menginginkan tampilan bergaya "primitif" sebagai ses...
Agama, Sekolah, Bahasa Jembatan Keragaman Etnis Papua
Selain agama dan pendidikan, maka bahasa Melayu (baca: Bahasa Indonesia) juga bisa disebut memiliki dampak transformatif bagi warga Papua. Sebab, berhasil memberikan aspek keseragaman pada realitas fr...
Orang Laut Nusantara; Laut untuk Hidup, Hidup untuk Laut
Banyak sekali peristiwa dalam sejarah yang terjadi di wilayah laut Nusantara, tetapi cenderung diabaikan oleh peneliti sejarah konvensional. ...
Mengintip Wisata di Sekitar Kawasan Calon Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo  baru saja memutuskan wilayah yang akan dijadikan ibu kota baru Tanah Air. Wilayah tersebut yakni sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian daerah Penajam Pas...
Wisata Religius ke Pulau Mansinam
Mengenang heroisme dan dedikasi total tugas kemanusiaan yang dilakukan kedua Rasul Papua itu, kini sebuah film tengah dibuat. Tak hanya memperlihatkan jati diri peradaban Tanah Papua sebagai Tanah Inj...
9 dari 10 Bahasa Indonesia adalah Asing
"Dalam Bahasa Indonesia bukan saja tercermin kebudayaan imigran, tapi juga manifestasi bahasa Indo. Atau, dengan kata lain, Bahasa Indonesia ialah produk budaya hibrida, sehingga bukan tak mungki...
Dari Odisha hingga Jepara, Keturunan Kalingga di Nusantara
Hanya kekuatan armada laut yang besar yang bisa menjelaskan kemampuan Kerajaan Kalingga menduduki pesisir utara Pulau Jawa. ...
Jalan Hidup Anak-Anak Rohani Pram
Sekalipun Pram baru meninggal 2006, sesungguhnya ia telah meninggal saat karya-karyanya telah selesai ditulis dan diterbitkan. Ya sebagai anak rohani, karya-karya sastra Pram mempunya jalan hidupnya s...