Bahasa | English


PARIWISATA

Pantai Plengkung, Spot Surfing Kelas Dunia yang Tersembunyi di Banyuwangi

28 November 2019, 04:50 WIB

Tak hanya di pulau Bali dan Lombok, di pulau Jawa juga terdapat beberapa pantai yang tidak kalah menarik untuk menjajal ombak terbaiknya dengan berselancar.


Pantai Plengkung, Spot Surfing Kelas Dunia yang Tersembunyi di Banyuwangi Pantai Plengkung. Foto: Pesona Indonesia

Adapun salah satu di antaranya berada di Kabupaten Banyuwangi. Banyuwangi merupakan salah satu lokasi terakhir dan tempat singgah bagi wisatawan yang akan menyebrang menuju Bali. Namun, dengan kehadiran Pantai Plengkung, Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wajib bagi para peselancar.

Jika Bali memiliki Uluwatu, Banyuwangi juga memiliki spot yang dapat memanjakan para peselancar air yaitu Pantai Plengkung atau yang lebih dikenal dengan G-Land. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Banyuwangi juga memiliki ombak terbaik di Pantai Plengkung. Surfing atau berselancar merupakan salah satu aksi ekstrem sekaligus jenis olahraga air yang menantang.

Berlokasi di kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, G-Land diakui sebagai salah satu dari tujuh spot surfing dengan ombak terbaik di dunia (“The Seven Giant Waves Wonder”) setelah Hawai. Kamp peselancar di G-Land pertama kali dibangun oleh sekelompok peselancar yang berasal Amerika Serikat. Mereka mengadakan ekspedisi di pantai tersebut selama sepuluh hari. Dan kamp pertama untuk umum dibuka pada akhir dekade 70-an.

Panti Plengkung sendiri dijuluki G-Land yang merujuk pada beberapa hal, salah satunya huruf G yang mengarah pada Teluk Grajagan, tempat di mana Pantai Plengkung berada. Di sisi lain huruf G diambil dari kata Green, yang mengarah pada letak Pantai Plengkung sebagai sebuah green forest. Selain itu huruf G juga berasal dari kata Great, berkat ombak Pantai Plengkung yang besar, panjang, dan penuh. Versi lain juga menyebutkan bahwa kata G-Land berasal dari lengkungan Pantai Plengkung yang mirip dengan huruf G.

Miliki Karakteristik Ombak Terbaik

Pantai Plengkung telah mendapat pengakuan dari Kelly Slater, seorang peselancar legendaris dunia yang dikenal melalui aksinya yang selalu memukau dan memacu adrenalin. Kelly Slater mengakui bahwa ombak di Pantai Plengkung adalah salah satu yang paling menantang yang pernah ia temui.

Ombak Pantai Plengkung berbentuk memanjang, tinggi, dan berkecepatan tinggi. Adapun pantai ini juga dikenal memiliki 3 tingkatan ombak yang didasarkan pada tinggi rendahnya ombak. Pertama, Many Track Waves. Ombak dengan tingkatan yang paling rendah, tinggi ombaknya berkisar 3-4 meter. Tingkatan ombak ini biasa digunakan oleh peselancar pemula. Kemudian, Speedis Waves dengan tinggi ombak 5-6 meter.

Dan yang ketiga adalah Kong Waves. Ombak yang satu ini memiliki tinggi 6-8 meter. Ombak Kong Waves ini adalah ombak yang paling memungkinkan untuk melakukan Tube Riding (salah satu trik paling radikal dalam berselancar). Dan uniknya, untuk menemukan ombak sebesar demikian hanya dapat ditemukan di Hawai dan Afrika Selatan saja.

Sebagai salah satu spot surfing terbaik, gulungan ombak yang dihasilkan dari pantai ini memiliki keunikan tersendiri. Yaitu gulungan ombaknya yang konsisten dalam satu waktu. Tujuh gulungan dalam satu kali hempasan. Besarnya gelombang ombak yang dimiliki G-Land ini terbentuk karena adanya arus Antartika yang di terbawa oleh samudra hindia, ditambah lagi dengan adanya sudut teluk yang tepat yang menjadikan ombak yang sangat sempurna untuk para peselancar. Bahkan ketika gelombang sedang pasang, ombak di Pantai Plengkung ini membentuk tabung air yang menjadi favorit para peselancar.

Perlu diketahui bahwa G-Land tidak sepanjang waktu menunjukkan ombak terbaiknya. Ada periodik tersendiri yaitu berkisar rentang bulan Juli hingga September memasuki bulan baru setiap tahunnya untuk melihat dan menikmati ombak terbaiknya.

Dengan jenis ombak yang dimiliki Pantai G-Land, tak heran jika pantai tersebut juga sering digunakan untuk ajang lomba selancar kelas dunia seperti Da Hui Pro Surfing World Championship seri III (2003) dan Banyuwangi G-Land International Team Challenge. Selain itu, pada Tahun 2016 Pantai yang juga dikenal dengan sebutan G-Land ini berhasil meraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia sebagai Most Popular Surfing Spot di Indonesia.

Akses Menuju Lokasi

Untuk menuju lokasi Pantai G-Land ini bisa dibilang mudah, karena bisa dicapai dengan mode darat dan laut. Jika menggunakan jalur darat, pengunjung bisa memanfaatkan transportasi umum seperti bus dari Banyuwangi menuju Kalipahit, setelah itu bisa mengendarai mobil untuk menuju pos pancur. Mulai dari Pos Pancur semua kendaraan berhenti dan harus parkir di sini.

Untuk menuju pantai G-land dari Pos Pancur, pengunjung memiliki dua pilihan, yakni dengan tracking atau berjalan kaki menuju Pantai Plengkung dengan jarak tempuh sekitar 9 KM atau bisa juga menyewa kendaraan khusus yang sudah disediakan pengelola Taman Nasional Alas Purwo.

Walaupun jalan dari Pancur ke Plengkung sudah diperbaiki, menyewa kendaraan yang telah disediakan merupakan salah satu yang paling disarankan. Selain karena untuk memantau jumlah wisatawan yang datang, jalan yang dilewati juga merupakan jalur yang dilewati binatang yang dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas mereka yang berada di hutan.

Sedangkan untuk Jalur Laut, para wisatawan dapat memanfaatkan Speedboat atau perahu nelayan dari Pantai Grajagan yang letaknya sekitar 40 km selatan Banyuwangi. Kebanyakan merupakan wisatawan mancanegara yang sedang berada di Bali yang memanfaatkan jalur ini. Dengan menggunakan Speedboat, Pantai G-land bisa ditempuh hanya sekitar satu jam saja, sedangkan untuk perahu nelayan kurang lebih 2 jam.

Kegiatan Alternatif di Kawasan G-Land

G-Land tak hanya unggul berkat gulungan ombaknya. Pengunjung juga bisa menikmati panorama alam Taman Nasional Alas Purwo lainnya seperti padang stepa dan segala habitat yang hidup bebas di dalamnya, yang juga menakjubkan dan tak kalah menarik.

Ada pula beberapa kegiatan menyenangkan lainnya yang bisa dilakukan selain melakukan kegiatan surfing, seperti trekking melalui rerimbunan hutan bambu khas yang tumbuh di sepanjang jalan. Bagi yang memiliki hobi fotografi, juga dapat mengekspos pemandangan menawan sepanjang Pantai Plengkung di mana terdapat pasir putih dan batuan karang yang ada sepanjang pantai. Jika beruntung, wisatawan akan menemukan serombongan rusa yang mencari makan di sepanjang pantai. Atau bisa juga menyewa perahu untuk melihat aksi para surfer di tengah laut, snorkling, diving, caving, dan melihat penangkaran penyu.

Kemudian, para wisatawan yang sedang berada di Banyuwangi juga dapat menjajal jenis olahraga selancar lainnya. Seperti Selancar Angin (Wind Surfing) dan Selancar Layang (Kite Surfing) di Pulau Tabuhan yang terletak di Banyuwangi Utara, perbatasan Pulau Jawa dan Bali. Pulau Tabuhan tidak memililki ombak sekencang Pantai Plengkung, namun memiliki kecepatan angin yang cukup kencang. (K-MR)

Destinasi
Wisata
Ragam Terpopuler
Kota Bunga Tomohon dan Serba Tujuhnya
Banyak orang sepakat bahwa Tomohon adalah salah satu destinasi wisata yang memikat. Wisatawan datang ke sana tidak hanya karena indahnya bunga dan alamnya, tapi juga keragaman budaya dan tolerans...
Martabat Tujuh dan Konstitusi Kasultanan Buton
Seturut konstitusi Martabat Tujuh, bicara penegakan hukum (law enforcement) saat itu bisa dikatakan tidaklah tebang pilih. Siapapun yang terbukti bersalah bakalan diganjar sesuai dengan aturan hukum y...
Ratu Kalinyamat, Membangkitkan Kembali Politik Maritim Nusantara
Sampai di sini, legenda Nyai Lara Kidul yang berkembang di Pamantingan jika dikaitkan dengan sejarah kebesaran Ratu Kalinyamat alias Ratu Arya Japara yang menyebal menjadi Ratu Pajajaran menjadi sanga...
Restorasi yang Urung di Situs Kawitan
Dulu pernah ada keinginan warga sekitar untuk “merestorasi” situs Kawitan yang ditemukan pada kurun 1965-1967. Namun hal itu tidak terealisasi karena jiwa yang malinggih di situs tersebut ...
Keselarasan Keanekaragaman di Satu Kawasan
Di atas tanah seluas 25 ribu hektar, berdiri miniatur hutan Indonesia. Beraneka ragam tanaman hutan bisa ditemui di sana. ...
Menikmati Sensasi The Little Africa of Java
Dulu, mungkin tak pernah terpikirkan untuk merancang liburan di Banyuwangi. Sebuah kota kecil di ujung Pulau Jawa. Tapi kini, magnet wisata di Banyuwangi cukup kuat dan beragam jenisnya. ...
Wisata Heritage Berbasis Masyarakat ala Surabaya
Surabaya memiliki destinasi wisata heritage kedua, Peneleh City Tour, Lawang Seketeng, di kawasan Peneleh. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mengelola wisata haritage pertama...
Kampung Batik Laweyan, Saksi Bisu Industri Batik Zaman ke Zaman
Berkunjung ke kota Solo kurang lengkap bila tak mendatangi Kampung Batik Laweyan (KBL). Sebuah sentra industri batik legendaris yang telah berdiri sejak 500 tahun lalu. Batik sudah menyatu dengan...
Mengintip Baileo, Rumah Adat Suku Huaulu
Banyak pesona pada rumah adat Baileo, milik suku Huaulu penduduk asli Pulau Seram, Ambon. Baileo memiliki arti penting dalam eksistensi suku Huaulu. Hal itu bukan saja karena Baileo berfungsi seb...
Basale, Ritual Permohonan Kesembuhan Suku Anak Dalam
Ritual memohon kesembuhan kepada Dewata, banyak kita jumpai di berbagai etnis di Nusantara. Sebut saja upacara Badawe yang dilaksanakan Suku Dayak kemudian ada rutal Balia yang dipraktikkan oleh ...