Bahasa | English


PARIWISATA

Pantai Temboko Lehi, Satu-satunya Pantai Berair Panas di Indonesia

28 May 2019, 00:00 WIB

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauka, dan Pulau Miangas sampai Pulau Rote.


Pantai Temboko Lehi, Satu-satunya Pantai Berair Panas di Indonesia Pesona Pantai Temboko Lehi. Sumber foto: Pesona Indonesia

Dengan 17 ribu pulau tersebut, Indonesia menjadi negara ke-2 di dunia yang memiliki garis pantai terpanjang. Garis pantai di Indonesia mencapai 99.093 kilometer. Sangat panjang bukan?

Dan pantai-pantai di Indonesia ini, berpasir putih dan kecoklatan, serta ada yang berwarna pink. Pantai di Indonesia ini memang sangatlah indah dan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Dari ribuan kilometer garis pantai di Indonesia, ternyata ada satu pantai yang sangat unik dan benar-benar berbeda. Pantai ini hanya ada satu-satunya di Indonesia. Mengapa di bilang unik?

Pantai ini sangat unik, karena kalau pantai pada umumnya tidak berair panas, pantai ini airnya panas. Bahkan bisa untuk merebus telur. Ada di mana lokasinya?

Pantai ini berada di Pulau yang sudah masuk dalam gugusan kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara. Tepatnya berada di Kepulauan Sitaro yang merupakan salah satu Kabupaten Kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara.

Nama pantai ini adalah Pantai Temboko Lehi dan lebih sering disebut dengan pantai lehi saja. Lokasinya ada di Kecamatan Siau Barat. Ya! Di Pulau Siau memang. Pulau Siau ini bagian dari Kabupaten Siau Tagulandang Biraro atau Sitaro.

Bagaimana cara menuju ke pantai Temboko Lehi ini? Kita bisa menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Manado yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Jarak dari Manado ke Pulau Siau ini adalah 137 kilometer.

Dari pusat kota Manado, ke Pelabuhan Manado, tidak terlampau jauh. Menggunakan kendaraan umum hanya butuh 15-20 menit. Kalau dari Bandar Udara, membutuhkan waktu setengah jam.

Dari Pelabuhan Manado ini, ada kapal reguler yang berangkat setiap hari ke Pulau Siau. Dengan kapal reguler, hanya butuh kurang lebih empat jam dengan cuaca yang sangat baik untuk tiba ke Pulau Siau.

Kapal yang kita tumpangi, akan mengantarkan kita ke Pelabuhan Pehe. Bagaimana menuju pantai Temboko Lehi ini dari Pelabuhan Pulau Pehe. Karena tidak ada angkutan umum, kita bisa menggunakan moda transportasi ojek.

Menggunakan ojek sepeda motor, sampai ke Pantai Lehi ini tidak lama. Hanya 20 menit saja. Dan sembari menumpangi motor, sudah pasti kita akan disuguhkan alam yang masih hijau. Sampai di pantai, kita sudah pasti akan disuguhi pemandangan dengan nuansa kebiruan dan panorama yang cukup indah disekitarnya.

Pantai ini, bisa dikatakan masih belum ramai dikunjungi wisatawan karena belum dikenal luas. Para turis backpacker yang menemukan pantai Lehi ini. Jadi tidak usah khawatir akan sangat ramai dan membuat kita tidak nyaman.

Pantai ini berair panas, karena berada di kaki gunung api Karangetang yang cukup aktif. Karena suhu airnya yang panas, ikan pun tidak mau datang pantai ini. Selain itu juga, air di pantai ini tidak terlalu asin, jadi ya memang tidak disukai oleh ikan.

Kalau pengunjung pantai ini ingin berendam di pantai yang berair panas ini, sebaiknya jangan langsung masuk ke dalam pantai karena airnya yang cukup panas. Di pinggir ada sebuah kolam kecil yang tersedia. Kolam kecil ini merupakan tempat mandi penduduk sekitar sejak lama.

Jadi pengunjung tidak perlu khawatir airnya akan terlalu panas.

Selain bak mandi, Pengunjung  juga bisa menikmati air laut yang hangat di pantai Lehi, di pantai yang kasar dan berbatu. Lokasinya agak tersembunyi. Pengunjung harus berjalan beberapa meter dari pantai berpasir, dan menyusuri batu-batu besar untuk menemukan lekukan bebatuan.

Di lokasi bebatuan di sini, Anda bisa merasakan sensasi hangat dari uap air panas yang keluar dari bebatuan.

Di daerah pantai ini, kini fasilitasnya sudah mulai dikembangkan, pemerintah daerah telah membangun beberapa fasilitas yang ada di wilayah pesisir ini, seperti membangun tempat santai bagi pengunjung, toilet umum, dan membangun kolam renang untuk para pengunjung.

Anda juga bisa mendapatkan beberapa penginapan dan tempat makan di sekitar Kabupaten Sitaro.

Bagaimana? Mau ke sini? Anda tidak perlu jaih-jauh ke Selandia Baru untuk menikmati pantai berair panas. Cukup ke Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. Dari Jakarta, penerbangan hanya 3 jam saja. (K-TB)

Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Kekhidmatan, Pesta Adat Erau dan TIFAF Digelar Terpisah
Pesta tradisional kesultanan Kutai ing Martadipura “Erau” dan Tenggarong Internasional Folk Art Festival digelar terpisah di bulan September. Keduanya dipisah untuk menjaga kekhidmatan tra...
Menikmati Budaya dan Burung Migrasi di Danau Limboto
Satu lagi agenda wisata di September 2019. Sebuah kegiatan festival akan diselenggarakan di Gorontalo. Kegiatan ini adalah Festival Pesona Danau Limboto 2019 yang rencananya diselenggarakan pada 21--2...
Menikmati Keindahan Alam Pantai dan Budaya Nias
Bila Anda masih bingung menentukan tempat mana untuk berlibur dan berwisata pada September nanti, Nias bisa jadikan sebagai pilihan utama. Pasalnya, pada 14 September akan ada puncak acara Sail N...
Hamzah Sang Aulia Lagi Mulia
Penemuan makam Tuan Hamzah dari Pancur jika diperbandingkan dengan catatan penjelajah Ibnu Battuta akan memperkuat beberapa hal. ...
Etika Kepemimpinan Jawa
Demikianlah, menjadi seorang raja dalam konstruksi etika kepemimpinan dalam budaya Jawa dituntut memiliki delapan laku, atau delapan sifat, atau delapan watak, yang bersifat keillahian dengan merujuk ...
Tuan Pancur di Tanah Suci
Jika salinan catatan dari nisan Hamzah Al Fansuri bisa dipastikan kebenarannya, maka bangsa Indonesia harus berterima kasih pada seseorang yang bernama Hassan Mohammed El Hawary. ...
Memilih Akhir Bersama Yang Terkasih
Konon para pengajar Mbah Moen inilah yang menjadi sosok-sosok terkasih yang dicintai Mbah Moen. Sampai-sampai setiap ada kesempatan di musim haji, Mbah Moen selalu pergi haji walaupun dalam kondisi ya...
Leluhur Nusantara di Tanah Tinggi
Siapa sangka pekuburan di tanah tinggi Mekah ternyata menyimpan sejarah ulama Nusantara, bahkan yang lebih lama. Seperti tokoh besar Hamzah Al Fansuri, yang diperkirakan hidup di abad 16, dan Mas'...
Mitos-mitos Dewi Laut di Nusantara
Sekalipun analisis sejarah Pram katakanlah “benar”, bahwa “perkawinan spiritual” Kanjeng Ratu Kidul dengan raja-raja Mataram ialah sekadar upaya membangun legitimasi kekuasaan ...
Festival Lembah Baliem sudah 30 Tahun
Usia Festival sudah termasuk tua, 30 tahun. Tapi Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jaya Wijaya ini semakin memikat. ...