Bahasa | English


PARIWISATA

Pesona Kepulauan Kei yang Jarang Terekspos

9 April 2019, 13:57 WIB

Kepulauan Kei terbagi menjadi dua pemerintahan, yaitu Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Potensi wisata yang dimiliki memang jarang diketahui, sehingga disebut sebagai Surga Tersembunyi.


Pesona Kepulauan Kei yang Jarang Terekspos Pesona Pulau Panjang. Sumber foto: Pesona Indonesia

Kekayaan alam Indonesia memang layak masuk jendela dunia. Ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan Mianga hingga ke Pulau Rote, kesemuanya dikaruniai dengan sumber daya alam yang melimpah. Bahkan pulau yang tak berpenghuni sekalipun berpotensi memiliki objek wisata yang tidak kalah indah dari negara lain. Namun eksotisme dari keunikan Indonesia harus diakui tidak semunya terekspos dengan baik. Masih banyak daerah-daerah kecil yang sebenarnya, memiliki potensi wisata alam yang dapat menarik perhatian wisatawan, baik dalam negeri maupun manca negara.

Seperti kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual ini. Dengar namanya saja masih asing, apalagi mengenal potensi wisatanya. Kepulauan Kei masuk dalam wilayah Provinsi Maluku yang memiliki luas pulau 1438 km2. Puluhan gugusan pulau-pulau kecil terbentang indah di kepulauan Kei. Keunikan wisata alamnya yang kurang terekspos itulah sehingga muncul sebutan Surga Tersembunyi bagi masyarakat Kei.

Jika anda ingin berkunjung ke pulau ini untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga dan orang-orang terkasih. Lelah dan capek karena perjalanan yang begitu panjang, akan terbayar setelah anda mengunjungi beberapa tempat wisata unggulan di pulau Kei.

Pantai Ngurbloat Terhalus di Dunia

Pantai Ngurbloat terletak di desa Ngilngof, Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Pantai Ngurbloat atau Pasir Panjang ini dinobatkan oleh National Geograpich sebagai pasir terhalus di dunia, karena pasirnya yang begitu lembut dan halus. Ketika anda mengunjungi pantai Ngurbloat, anda seakan sedang memegang terigu atau bedak yang halus, bahkan pasirnya terbang sendiri ketika tertiup angin.

Selain pasirnya yang halus, pantai Ngurbloat juga dikenal sebagai salah satu pasir terpanjang di Asia Tenggara. lebih eksotisnya lagi jika berkunjung di waktu sore hari sembari menunggu sunset yang tidak kalah indahnya dengan daerah lain. Perjalanan ke pantai dari pusat kota hanya membutuhkan waktu 30 – satu jam perjalanan saja.

Masyarakat di Kei memiliki juga tradisi yang unik, yaitu festival tahunan Pesona Meti Kei yang diadakan antara bulan oktober atau november setiap tahunnya. Meti artinya air yang sedang surut, tapi air surut di Kei tidak hanya terjadi pada bibir pantai, melainkan panjang surut air lautnya bisa sampai ratusan meter yang memperlihatkan lautan bagaikan lapangan yang luas. Ketika sedang surut, masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk menangkap ikan dengan tangan sendiri.

Pulau Bair Bak Raja Ampat Mini

Bukan hanya Raja Ampat di Papua yang menjadi incaran wisatawan untuk melihat serpihan surga yang jatuh ke bumi. Kepulauan Kei juga memiliki ekosistem alam yang tidak kalah indahnya. Yaitu, Pulau Bair. Tempat wisata satu ini tergolong baru, masih sekitar lima tahun terakhir. Pulau Bair dijuluki sebagai Raja Ampat mini versi masyarakat Kei, karena keindahan pulaunya yang hampir mirip. Salah satunya air laut yang bening bak kaca. Tak hanya air lautnya yang bening, serpihan bebatuan yang dikelilingi pulau kecil ini juga membuat para traveler seperti sedang berada di Raja Ampat.

Nah, jika para traveler masih kesulitan menikmati keindahan Raja Ampat karena perjalanan yang jauh, dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Mungkin Pulau Bair bisa menjadi pilihan destinasi selanjutnya untuk menikmati keindahan di ujung Timur Indonesia. Perjalanan ke Pulau Bair juga tidak membutuhkan waktu yang lama.

Dari kota Tual menuju Desa Dulla Laut sekitar 30 menit, setelah itu naik perahu laut menuju Pulau Bair juga hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Anda juga hanya mengeluarkan 550 - 600 ribu untuk membayar ongkos perahu, dan sampailah anda ke surga tersembunyi di Pulau Bair.

Pasir Timbun Pantai Ngurtafur

Keunikan dari pantai Ngurtafur ini karena pasirnya terbentang di tengah lautan jika air laut sedang surut. Keunian lainnya karena pantai ini bagaikan ular jika terlihat dari atas dengan panjang pantai sekitar 2km. tak ada pepohonan dan penghuni di pantai tersebut, sehingga masih terbilang bersih dan terawat. Jika air laut surut, pantai ini seketika bersih dengan sendirinya.

Selain menikmati keindahan di tengah laut dan berdiri di atas pasir, anda juga bisa melihat ratusan burung Bangau secara langsung yang beristirahat setelah mencari ikan. Bahkan, jika beruntung, anda juga bisa ditemani sekawanan penyu belimbing dan penyu tertua yang ada di sekitar pantai nan sungguh indah tersebut.

Itulah tiga destinasi unggulan milik masyarakat Kepulauan Kei. Namun tidak hanya itu, surga tersembunyi lainnya masih banyak anda kunjungi jika sedang berwisata ke Pulau Kei, seperti Goa Hawang, Pantai Metro, Bukit Masbait dan beberapa tempat wisata lainnya. Masyarakat kepulauan Kei juga dikenal dengan memegang teguh adat dan budayanya sehingga disebut sebagai Kota Beradat. Salah satu jenis tarian adat yang masih dilestarikan diantaranya, Tarian Sawat dan Tarian Panah. Jika anda ingin melihat serpihan surga di Indonesia, mungkin kepulauan Kei menjadi salah satu pilihan utama anda. (K-IK)

Wisata
Ragam Terpopuler
Menjaga Kekhidmatan, Pesta Adat Erau dan TIFAF Digelar Terpisah
Pesta tradisional kesultanan Kutai ing Martadipura “Erau” dan Tenggarong Internasional Folk Art Festival digelar terpisah di bulan September. Keduanya dipisah untuk menjaga kekhidmatan tra...
Menikmati Budaya dan Burung Migrasi di Danau Limboto
Satu lagi agenda wisata di September 2019. Sebuah kegiatan festival akan diselenggarakan di Gorontalo. Kegiatan ini adalah Festival Pesona Danau Limboto 2019 yang rencananya diselenggarakan pada 21--2...
Menikmati Keindahan Alam Pantai dan Budaya Nias
Bila Anda masih bingung menentukan tempat mana untuk berlibur dan berwisata pada September nanti, Nias bisa jadikan sebagai pilihan utama. Pasalnya, pada 14 September akan ada puncak acara Sail N...
Hamzah Sang Aulia Lagi Mulia
Penemuan makam Tuan Hamzah dari Pancur jika diperbandingkan dengan catatan penjelajah Ibnu Battuta akan memperkuat beberapa hal. ...
Etika Kepemimpinan Jawa
Demikianlah, menjadi seorang raja dalam konstruksi etika kepemimpinan dalam budaya Jawa dituntut memiliki delapan laku, atau delapan sifat, atau delapan watak, yang bersifat keillahian dengan merujuk ...
Tuan Pancur di Tanah Suci
Jika salinan catatan dari nisan Hamzah Al Fansuri bisa dipastikan kebenarannya, maka bangsa Indonesia harus berterima kasih pada seseorang yang bernama Hassan Mohammed El Hawary. ...
Memilih Akhir Bersama Yang Terkasih
Konon para pengajar Mbah Moen inilah yang menjadi sosok-sosok terkasih yang dicintai Mbah Moen. Sampai-sampai setiap ada kesempatan di musim haji, Mbah Moen selalu pergi haji walaupun dalam kondisi ya...
Leluhur Nusantara di Tanah Tinggi
Siapa sangka pekuburan di tanah tinggi Mekah ternyata menyimpan sejarah ulama Nusantara, bahkan yang lebih lama. Seperti tokoh besar Hamzah Al Fansuri, yang diperkirakan hidup di abad 16, dan Mas'...
Mitos-mitos Dewi Laut di Nusantara
Sekalipun analisis sejarah Pram katakanlah “benar”, bahwa “perkawinan spiritual” Kanjeng Ratu Kidul dengan raja-raja Mataram ialah sekadar upaya membangun legitimasi kekuasaan ...
Festival Lembah Baliem sudah 30 Tahun
Usia Festival sudah termasuk tua, 30 tahun. Tapi Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jaya Wijaya ini semakin memikat. ...