Bahasa | English


PARIWISATA

Tour De Singkarak 2019 Digelar Awal November

30 September 2019, 05:50 WIB

Event balap sepeda dunia Tour de Singkarak (TdS) tahun 2019 rencana dilaksanakan pada 2-10 November mendatang. TdS tahun ini akan menempuh sembilan etape. Grand start-nya di Kota Pariaman dan grand finish-nya di Kota Padang.


Tour De Singkarak 2019 Digelar Awal November Tour De Singkarak. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

TdS telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-11. Penyelenggaraan TdS tahun ini semakin diperluas jangkauannya hingga sembilan etape yang melintasi 16 kabupaten/kota Sumatra Barat (Sumbar) dan dua kabupaten di Jambi. Dalam penyelenggaraan TdS 2019 ini juga menampilkan atraksi budaya, kuliner, dan olahraga. TDS merupakan balapan jalan raya jarak jauh dan berlangsung selama seminggu.

Ada empat daerah yang akan absen dalam perhelatan akbar balap sepeda internasional tahun ini karena anggaran daerah. Yaitu, Kota Solok, Kabupaten Sijunjung, Padang Pariaman, dan Pasaman Barat. Namun ada dua daerah baru yang yang ingin terlibat dalam ajang balap sepeda ini. Yaitu, Kabupaten Sungai Penuh dan Kerinci di Provinsi Jambi.

Untuk menyukseskan perhelatan TdS 2019 ini, Pemprov Sumbar telah menyediakan anggaran sebesar Rp8 miliar yang berasal dari APBD Sumbar. Sedangkan untuk hadiah bagi pembalap disediakan sebesar Rp2,3 miliar.

TdS merupakan sport tourism yang sangat efektif untuk mempromosikan pariwisata. TdS 2019 tahun ini untuk mempromosikan pariwisata Sumbar dan Jambi.

“TdS memiliki media value yang tinggi sehingga berdampak pada promosi dan pencitraan pada destinasi pariwisata Sumbar dan Jambi,” kata Menpar Arief Yahya.

Tour de Singkarak merupakan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumatra Barat. Kejuaraan pertama kali diselenggarakan pada 2009. Kejuaraan ini telah menjalin kerja sama dengan Amaury Sport Organisation yang menjadi penyelenggara Tour de France di Prancis.

Di tingkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat ke-5, setelah Tour de France, Giro d’Italia, Vuelta a Espana, dan Santos Tour Down Under.  TdS menjadi salah satu kejuaraan balap sepeda resmi Persatuan Balap Sepeda Internasional di kelas 2.2 Asia Tour.

Sesuai dengan namanya, Singkarak yang merupakan danau terbesar di Sumatra Barat menjadi bagian dari jalur lintasan Tour de Singkarak. Selain itu, beberapa kawasan wisata lain juga menjadi bagian dari jalur lintasan, termasuk Lembah Harau, Kota Tambang Sawahlunto, Istana Pagaruyung, Danau Maninjau, Kelok 44, Perkampungan Adat Nagari Sijunjung, Danau Di atas, dan Danau Dibawah.

Tour de Singkarak (TdS) menempuh dua provinsi, dan melewati 14 kabupaten dan kota, total panjang lintasan 1.249,1 kilometer, etape pertama akan dimulai di Kota Pariaman dan berakhir di Kota Padang pada etape kesembilan. Semua etape merupakan kesepakatan antara Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Jambi.

Jalur etape pertama adalah Pariaman--Tanahdatar, dengan panjang lintasan 109,9 KM, pada Sabtu (2/11), jalur kedua Pasaman--Bukitinggi, Panjang lintasan 96,7 KM, pada Minggu (3/11), jalur ketiga Payakumbuh--Sawahlunto, panjang lintasan 112 KM pada Senin (4/11), jalur etape keempat Limapuluh Kota--Dharmasraya, panjang lintasan 175 KM, Selasa (5/11).

Selanjutnya, etape kelima Singkarak--Ambun Pagi, Agam, panjang lintasan 169 KM, pada Rabu (6/11), etape keenam Padangpanjang--Solok Selatan, panjang lintasan 206 KM, pada Kamis (7/11), etape ketujuh Kayu Aro, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumbar--Dermaga Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi panjang lintasan 81,5 KM, pada Jumat (8/11).

Etape kedelapan Kota, Sungai Penuh, Jambi--Pesisir Selatan, Sumatera Barat, panjang lintasan 198,6 KM, Sabtu (9/11), etape kesembilan Pesisir Selatan--Kota Padang, panjang lintasan 100,4 KM, pada Minggu (10/11).

Sumbar memiliki 49 event unggulan, 3 event di antaranya masuk dalam 100 Wonderful Event yang digelar sepanjang tahun ini di 19 kabupaten/kota di Sumbar. Ketiga event unggulan tersebut Pasa Harau Art And Cultural Festival, Tour de Singkarak (TdS), dan Festival Budaya Minangkabau. Ketiga event ini masuk dalam 100 Wonderful Event dan akan menjadi magnet dalam menandatangkan wisatawan ke Sumbar pada tahun ini yang mentargetkan 58.447 wisatawan mancanegara (wisman) dan 8,4 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).

Pasa Harau Art And Cultural Festival akan berlangsung di Kabupaten Lima Puluh Kota pada 16-18 Agustus 2019. Dalam penyelenggaraan festival budaya ini akan ditampilkan, antara lain, Harau Performing Art, Harau Adventure Run (Harau Berjejaring), Pacu Jawi, serta Jelajah Harau/Mengejar Embun Lembah Harau.

Sementara itu penyelenggaraan event Festival Pesona Budaya Minangkabau akan berlangsung di Kabupaten Tanah Datar pada 4-7 Desember 2019. Dalam festival budaya ini akan ditampilkan, antara lain, pawai budaya, Arakan Jamba, Makan Bajamba, dan Pemecahan Rekor MURI untuk Pagelaran Telepong Pacik Terbanyak. (E-2)

Wisata
Ragam Terpopuler
Perempuan Indonesia Bergerak
Ia mengikuti jejak langkah Tirto Adhi Soerya. Sejak terbitnya Poetri Hindia sebagai surat kabar perempuan pertama di Batavia pada 1908, empat tahun kemudian di Minangkabau juga terbit surat kabar pere...
Hidup adalah Jalan Pengabdian
Menyimak hidup Sardjito, tampak jelas keyakinan filosofisnya bahwa “Dengan memberi maka seorang justru semakin kaya,” jelas bukan hanya gincu pemanis bibir. ltu bukan hanya soal keyakinan,...
Tradisi Gredoan, Ajang Mencari Jodoh Suku Osing
Kabupaten di ujung paling timur Pulau Jawa ini tidak hanya terkenal dengan destinasi wisata yang memukau mata. Lebih dari itu kabupaten ini juga dikenal kaya dengan kesenian dan kebudayaan unik. ...
Bunga Lado, Sebuah Perayaan Maulid Nabi di Pariaman
Bicara tradisi bungo lado sebagai bagian dari ritus Maulid Nabi, sayangnya hingga kini belum diketahui sejak kapan momen historis ini secara persis dimulai. ...
Timlo, Paduan Cita Rasa Soto dan Bakso Khas Solo
Saat menyeruput kuah hidangan ini di lidah terasa sekali cita rasa kaldu ayam dan yang mengingatkan memori kita rasa kuah bakso atau soto. Orang biasanya menyebutnya timlo. ...
Abdul Kahar Muzakkir, Dari Kiai Kasan Besari hingga Muhammadiyah
Kesederhanaan Abdul Kahar tecermin dalam sikap keluarganya yang menolak uluran dana dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang ingin memberikan hibah untuk renovasi. Alasannya adalah tidak elok, nanti terja...
Museum Radya Pustaka Masih Menyimpan Hadiah dari Napoleon Bonaparte
Museum tertua di Jawa, Radya Pustaka, menyimpan informasi penting berupa artefak-artefak Jawa dari masa lalu. Kanjeng Adipati Sosroningrat IV pada 28 Oktober 1890 membangun Radya Pustaka, ya...
Dari New York Ke Batavia, Catatan Seorang
Bulan Mei 1948, adalah bulan ketika izin untuk berkunjung ke Hindia Belanda diberikan. Di akhir Mei, dilakukan persiapan menempuh perjalanan melintasi samudera.  ...
Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?
Bujangga Manik telah mengambil rute paling mudah dan juga mungkin paling lazim dilalui masyarakat saat itu sekiranya hendak ziarah ke Gunung Pawitra. Rute termudah ini mengisyaratkan lokasi Trowulan m...
Istilah Radikal Harus Diganti?
Istilah radikal sebenarnya bermakna netral. Bisa bermakna positif atau negatif. Meskipun terdapat potensi kerancuan atau bias pemaknaan terkait pemakaian istilah ini, saripati pesan pemerintah sebenar...