Bahasa | English


SENI TRADISIONAL

Kain Tenun Sumba dengan Motif Penuh Makna

21 June 2019, 09:29 WIB

Kekayaan keragaman Indonesia, bukan hanya flora dan fauna saja. Harus kita akui, dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampe Rote, keindahan Indonesia seakan tidak ada habisnya.


Kain Tenun Sumba dengan Motif Penuh Makna Kain tenun Sumba. Foto: Pesona Indonesia

Begitu juga dengan keragaman budaya, karya seni di Indonesia. Ratusan suku bangsa yang mendiami 17 ribu pulau di Indonesia sangatlah kaya dengan adat istiadat, tradisi hingga pakaian yang digunakan.

Kita mengenal kain songket, atau beragam tenunan khas. Kain ini dipakai dalam beragam acara adat, mulai dari pernikahan, hingga menyambut tamu atau upacara adat.

Dari beragam kain tenun Indonesia, di Indonesia Timur, yaitu Nusa Tenggara Timur, ada satu pulau yang menghasilkan kain tenun nan indah. Pulau Tersebut adalah Pulau Sumba yang dikenal dengan Kain Sumba.

Berdasarkan penelusuran, Kain Sumba ini pembuatannya membutuhkan waktu lama. Sehelai atau selembar kain Sumba pembuatannya bisa mencapai lebih dari enam bulan atau setengah tahun. Bahkan ada yang pembuatannya mencapai tiga tahun. Fantastis!

Sebuah waktu yang tidak singkat. Mengapa pembuatan Kain Sumba atau Tenun Sumba ini sangat lama hingga mencapai tiga tahun?

Pembuatan kain bisa makan waktu 6 bulan hingga 3 tahun karena selain menenun dan membuat motif, ada sebiah tahapan dimana kain harus diangin-anginkan selama sebulan sebelum dicelup dalam minyak kemiri.

Tahapan lain dalam pembuatan kain Sumba ini sda juga  yang menguji kesabaran seperti menyimpannya dalam keranjang tertutup untuk mematangkan warnanya. Dalam tahap ini kain itu dibiarkan tidur, seperti kita menidurkan anak. Dalam proses ini penenun membiarkan alam ikut campur agar kain menjadi lebih indah.

Oh iya, Kain Sumba ini pewarnaanya masih menggunakan pewarna alami, dan bukanlah pewarna buatan seperti bahan kain pabrik.

Untuk membentuk motifnya, benang-benang tenun Sumba ini diikat menggunakan daun gewang, yakni semacam daun palem, agar warna pada motif berbeda dengan warna dasar.

Sedangkan untuk pewarnaan, penenun kebanyakan memakai akar mengkudu untuk mendapatkan warna merah, biru dari nila, cokelat dari lumpur, dan kuning dari kayu..

Setiap penenun memiliki resep khusus untuk pewarnaan ini. Mereka merahasiakannya karena itu merupakan ciri dan keunikan dari kain yang dihasilkan.

Keren bukan?

Tenun Sumba ini juga memiliki motif yang berbeda-beda dan memiliki maknanya tersendiri, selain warna. Motif kuda misalnya, menggambarkan kepahlawanan, keagungan, dan kebangsawanan karena kuda adalah simbol harga diri bagi masyarakat Sumba.

Sedangkan motif buaya atau naga menggambarkan kekuatan dan kekuasaan raja, motif ayam melambangkan kehidupan wanita dan motif burung, umumnya kakatua, melambangkan persatuan. Selain itu, pada kain-kain yang kuno dijumpai pula motif mahang atau singa, rusa, udang, kura-kura, dan hewan lain.

Pengerjaan kain Sumba ini, dilakukan oleh gadis dan ibu-ibu di Sumba.

Pengerjaannya juga dengan sabar dan penuh cinta, sehingga helai demi helai benang itu diberi ruh dan menjadi kain tenun indah. Hasil penjualannya kemudian dipakai untuk menghidupi keluarga.

Bahkan, semenjak dari anak-anak berusia 8-10 tahun, para penenun ini sudah diajarkan untuk menghasilkan karya yang indah ini. (K-TB)

Seni
Ragam Terpopuler
Tempat Semedi itu Bernama Monas
Kawasan Monas bukan sekadar taman kosong. Ada keinginan besar dari Bung Karno bagi mereka yang berkunjung ke kawasan ini. ...
Sade, Benteng Terakhir Suku Sasak
Dusun Sade ada sejak 1.100 tahun lampau dan sudah dihuni oleh 15 generasi. ...
Cap Go Meh Cita Rasa Nusantara
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor berlangsung meriah. Nuansa Cap Go Meh tak melulu pentas atraksi etnis Tionghoa, tapi sudah berbaur dengan atraksi kesenian nusantara. ...
100 Calendar of Events 2020
Ada ribuan acara budaya dan wisata yang akan terjadi di Indonesia. Namun pemerintah hanya menetapkan 100 acara sebagai acara nasional. ...
Mengejar Wisatawan Premium di 2020
Pemerintah tak lagi mengejar volume jumlah wisatawan. Tapi kini menitikberatkan pada kualitas wisatawan yang berkunjung. Sehingga, jumlah devisa diharapkan mampu melampaui pendapatan tahun-tahun sebel...
Teka-teki Tagaril
Di tengah teka-teki tentang nama tokoh sejarah yang banyak disepakati sebagai pencanang Bandar Sunda Kelapa, ada satu petunjuk menarik tentang riwayat kelahirannya. ...
Sebuah Filsafat Perenialisme Tertua
Mpu Tantular sangat jauh melampaui zamannya. Jauh sebelum para filsuf Eropa membangun Masyarakat Teosofi di akhir abad ke-19 dan merumuskan Filsafat Perenial bagi publik Eropa di abad ke-20, Mpu Tantu...
Bangunan Bersejarah di Kompleks Kedutaan Besar Amerika
Sebuah bangunan tua tetap kokoh berdiri di kompleks kedutaan Amerika di Jakarta. Gedung ini dipugar oleh Kedubes AS dan dijadikan museum peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebuah destinasi bar...
Labuan Bajo, Go International
Labuan Bajo memiliki seluruh potensi kekayaan ekowisata. Tidak salah sekiranya kota pelabuhan ini ke depan diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata premium berskala internasional. ...
Bunga Teratai Raksasa di Tengah Danau
Bangunan raksasa itu jelas sengaja didirikan untuk melukiskan bunga teratai sebagai penghormatan terhadap Budha Maitreya. Borobudur ialah bangunan bunga teratai raksasa dari jutaan kubik batu and...