Bahasa | English


PROFIL

Bibit Pesepakbola Indonesia itu dari Lembah Cycloop

18 July 2019, 07:01 WIB

Kabupaten Jayapura boleh berbangga, dari lima pesepak bola mudanya yang masuk Timnas U-15 di Portugal. Dan salah satu dari lima pemain itu jadi top scorer dalam ajang bergengsi dunia,  IBER Cup 2019.


Bibit Pesepakbola Indonesia itu dari Lembah Cycloop Pesepakbola Jayapura. Foto: IndonesiaGOID/Eri Sutrisno

Sore itu di Stadion Barnabas Youwe (SBY) di Sentani belasan pesepak bola usia dini dari Bumi Khenambai Umbai itu sedang berlatih ringan. Termasuk lima pemain yang habis main di Portugal. Mereka didampingi pelatih Elimelekh Ortis Yotha dan Melkianus Udam.

Tampak kelima pesepak bola muda asal Jayapura, Papua, yaitu Donny Yoku, Roris Rhoben Pulanda, Adriano Manuri, Mikael Tata, dan Desman Wakerkwa. Mereka ini adalah binaan SSB Khenambai Umbai di bawah asuhan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.

Tanggal 1-6 Juli lalu Timnas Indonesia U-14 mengikuti turnamen internasional Iber Cup Estoriil di Portugal.  Dalam turnamen itu, Timnas Pelajar U-15 berhadapan dengan akademi sepak bola internasional. Seperti akademi sepak bola Juventus, Real Madrid, Mancheseter City, Manchester United, dan lainnya. Dan diakhir kompetisi  tim Indonesia menyabet juara ke-3 tapi top scorer disandang pemain Jayapura, Donny Yoku.

Timnas Pelajar U-15 Kemenpora selalu menjadi mimpi buruk bagi tim lawan. Pada laga pertama melawan Thiais FC, Senin (1/7/2019), Timnas Pelajar U-15 Kemenpora menuai kemenangan telak 10-0. Pada laga tersebut, Donny Januard Yoku, pemain asal Jayapura itu empat kali mencatatkan namanya di papan skor. Kemenangan enam gol tanpa balas juga  menjadi hasil akhir saat menghadapi UD Valonguense yang  juga salah satu tim tuan rumah.

Donny Januard Yoku membuka kran gol Indonesia saat laga baru berjalan belum genap semenit. Dua gol beruntun disumbangkan Tiriec Adriano Manuri juga dari Jayapaura.  Di hari lain Timnas juga menumbangkan  tim tuan rumah lainnya seperti Gdm 9 de Abril de Trajouce  dengan  Skor 3-1.

Di Lembah Cycloop, Kota Sentani, terdapat belasan sekolah sepak bola (SSB). Mereka berusia dari usia paling dini hingga usia 16 tahun. Banyak klub di Indonesia, terutama yang dari Papua mengambil pemain-pemain eks-SSB di Bhumi Knambai Umbai ini.

Berkembangnya pembinaan sekolah sepak bola di Sentani dan sekitarnya tak luput  dari perhatian Pemerintah Kabupaten Jayapura. Pemerintah memberi perhatian khusus kepada pembinaan sepak bola usia dini ini. Selain rutin menggelar pertandingan sepak bola liga pelajar U-14, pemerintah juga memberikan dukungan dana untuk sekedar uang pembinaan.

Atas kepeduliannya tersebut  Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, pada Jumat lalu dalam sebuah apel ASN, menerima piala U-14 se Papua yang kelima kalinya  dan sekaligus menyambut kedatangannya lima pesepak bola usia dini yang barusan balik dari Portugal.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menyatakan bangga dengan prestasi yang diraih tim sepak bola U-14 Kabupaten Jayapura. Ia lebih berbangga lagi setelah tahu kalau Timnas Indonesia yang bermain di Portugal beberapa hari lalu pemainnya didominasi atlet dari Kabupaten Jayapura, apalagi salah satu pemainnya jadi top scorer di piala IBER itu.

Mathius mengatakan bahwa pemda memang tidak memprioritaskan Tim Sepak bola Profesional Persidafon, karena tidak bisa lagi dibiayai dengan APBD, apalagi untuk mengembangkan klub sepak bola profesional membutuhkan dana yang cukup besar. Oleh karena itu pemda akan lebih fokus pada pembinaan usia dini.

Setelah beberapa kali Tim Sepak Bola Usia Remaja Kabupaten Jayapura menjuarai berbagai turnamen, membuktikan bahwa pembinaan usia dini Kabupaten Jayapura cukup berhasil. Hal ini berkaitan dengan kebijakan Bupati Jayapura menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai kabupaten layak anak dan ramah anak.

Salah satu implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayapura tersebut adalah mendorong pembinaan olah raga dalam beberapa tahun belakangan ini sampai ke depannya nanti akan lebih fokus pada pembinaan usia dini dari pada pembinaan olah raga profesional.

Prestasi Tim sepak bola U-14 Kenambai Umbay Kabupaten Jayapura sudah ditunjukkan selama ini. Di mana selama 5 tahun berturut-turut selalu tampil juara I pada turnamen sepak bola U-14 untuk zona Papua, sehingga otomatis Tim U-14 Kabupaten Jayapura selama lima  tahun berturut-turut juga selalu mewakili Papua pada turnamen sepak bola perebutan piala Menpora. Pada turnamen tahun ini, akan mulai bergulir pertengahan Agustus 2019 di Solo Jawa Tengah. (E-2)

Sosial
Ragam Terpopuler
Jejak Ketauladanan Panglima Besar Soedirman
Apresiasi terhadap nilai-nilai kejuangan dan sejarah perjuangan Soedirman bahkan juga diakui oleh Jepang, selaku mantan negara penjajah. ...
Rampak Bedug, Musik dan Tari Religi dari Banten
Kesenian yang satu ini merupakan kreasi seni permainan alat musik bedug yang khas berasal dari daerah Banten, Jawa Barat. Namanya rampak bedug. Bedug atau beduk merupakan gendang besar yang asal ...
Gunongan, Peninggalan Arsitektur Pra-Islam di Banda Aceh
Catatan Joao De Barros (1552-1615) yang berumur sedikit lebih tua beberapa tahun sebelum Sultan Iskandar Muda naik tahta memberikan kepastian bahwa Gunongan tidak didirikan pada abad 17 M. ...
Taman Raja-Raja, Kitab Aceh Abad 17
Taman Raja-raja memang dia buat sebagai buku pegangan sejarah universal dan petunjuk kode etik bagi para penguasa. ...
Silase, Cadangan Pakan Ternak Saat Kemarau
Rumput hijau hasil fermentasi atau yang lebih dikenal dengan nama silase, kini menjadi alternatif pakan ternak untuk sapi, kerbau, dan kambing di saat musim kemarau. Silase dibutuhkan, utamanya b...
Krisis dan Daya Tahan Demokrasi
Indonesia memberikan dukungan yang lebih tinggi terhadap keberlangsungan demokrasi. Tetapi dalam sisi lain secara kultural dan kesejarahan, publik Indonesia sebagian masih menyukai kepemimpinan yang k...
Loro Blonyo, Simbol Kemakmuran dan Keturunan
Sepasang pengantin yang sedang duduk bersila banyak kita jumpai di tempat-tempat pesta pernikahan dalam bentuk patung.  Patung tersebut bernama Loro Blonyo. Sejarah mencatat, patung Loro Blo...
Menyambangi Menara Syahbandar di Titik 0 Km Jakarta
Jakarta tempo dulu memang tidak terpisahkan dengan kisah bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Hingga kini beberapa bangunan tersebut ada yang masih bertengger kokoh, namun banyak pula  yan...
Negeri Senja bernama Malalayang
Sastrawan Seno Gumira Adjidarma (SDA) dalam buku romannya mengisahkan seorang pengembara yang singgah di sebuah negeri yang tidak pernah mengalami pagi, atau siang, atau malam. Seluruh hari yang dia l...
Gerakan Putra Putri Papua Inspiratif
Sekelompok putra putri Papua menggalang diri membuat organisasi Gerakan Papua Muda Inspiratif. Mereka berbagi cerita tentang angan mereka untuk membangun Tanah Papua yang lebih baik. ...