Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


PEMBAYARAN NONTUNAI

Persaingan Dompet Digital

Friday, 1 March 2019

Ada dua produk pembayaran digital. Yang berbasis server atau berbasis chipset. Beberapa produk sedang bersaing memperebutkan pangsa pasar yang besar.


Persaingan Dompet Digital Ilustrasi. Sumber foto: Istimewa

Riset yang dilakukan Morgan Stanley menyebutkan, transaksi Go-Pay pada 2018 telah mencapai Rp89 triliun. Nilai tersebut jauh melebihi transaksi atas layanan pembayaran Bank Mandiri yang senilai Rp13,35 triliun, BCA senilai Rp4,04 triliun atau BNI yang nilainya hanya Rp880 miliar.

Artinya masyarakat sudah mulai terbiasa menggunakan transaksi online berbasis server. Tingkat kepercayaanya semakin tinggi. Morgan Stanley juga memprediksi pada 2027 nilai transaksi pembayaran digital di Indonesia akan mencapai 50 miliar dolar AS.

Go-Pay yang bernaung di bawah bendera Go-Jek ini memang salah satu produk dengan basis pengguna terbanyak. Namun demikian sebetulnya Go-Pay masih jauh di bawah Ovo, produk layanan transaksi digital berbasis server pesaingnya.

Survei terhadap 727 pengguna fintech pembayaran yang berpendapatan menengah ke atas di beberapa kota di Indonesia pada Oktober 2018 menjelaskan, sebanyak 86% responden mengenal Go-Pay dan OVO. Artinya penetrasi kedua produk ini sudah mencapai angka yang sangat tinggi.

Dari angka itu, hasil survei menunjukkan sebanyak 73% responden menggunakan OVO dan 71% memakai Go-Pay. Namun demikian survei lain menyebutkan justru Go-Pay yang memegang posisi market leader. Survei terkini yang dilakukan DailySocial menyebut bahwa market leader saat ini adalah Gopay dengan pengguna 79% dari responden yang disurvei (1.400 responden), sedangkan Ovo digunakan 58% dan T-Cash digunakan oleh 55% responden. Tampaknya banyak responden yang memiliki lebih dari satu aplikasi dompet elektronik ini.

Persaingan dompet digital juga semakin kencang, ketika T-Cash yang merupakan produk Telkomsel berganti baju menjadi LinkAja. Produk baru ini menggandeng beberapa bank BUMN sebagai mitra. Selain ketika produk tersebut kita juga mengenal ‘Dana’ yang memasuki pasar yang sama.

Kini semua produk berusaha untuk memperbesar market dengan mendorong orang untuk men-download aplikasinya. Sementara itu, Go-pay sendiri diuntungkan dengan memanfaatkan basis pelanggan Go-Jek yang memang sudah lumayan besar. Ovo juga melompat dengan bekerja sama dengan Grab untuk menarik basis pengguna.

Bagaimana dengan merchant? Saat ini memang mereka masih mengratiskan. Semua transaksi elektronik kepada merchant tidak dipungut bayaran apa-apa. Tapi diperkirakan ke depan akan ada fee yang ditarik dari setiap transaksi.

Persaingan di sistem pembayaran berbasis server memang sedang seru-serunya. Berbagai diskon dan cashback ditawarkan. Sementara pada produk yang berbasis chipset, persaingan keras terjadi pada produk turunan dari bank.

BCA memiliki kartu Flazz yang hadir lebih dahulu. Sementara itu, bank dengan basis konsumen besar lainnya yaitu Mandiri memiliki produk e-Money. Bank lain seperti BRI punya Brizzi dan BNI memiliki Tapcash.

Produk ini sangat diuntungkan dengan kebijakan beberapa perusahaan seperti jasa angkutan dan pembayaran tol. Pengguna Computer Line misalnya menggunakan berbagai produk uang elektronik untuk membayar ongkos transportasi. Demikian juga pengguna TransJakarta. Dengan dibukanya kerja sama ini, popularitas Flazz atau e-Money meningkat sangat dratis.

Meningkatan kedua ketika pintu tol mengharuskan pembayaran menggunakan model yang sama. Pada 2017 diperkirakan setiap bulan lebih dari 100 ribu kartu pembayaran digital dibeli masyarakat.

Pemerintah sendiri mendorong terus pertumbuhan dunia digital ini. Kebijakan yang dikeluarkan bukan untuk menghambat perkembangannya tetapi lebih diarahkan untuk melindungi keamanan transaksi dan data nasabah. (E-1)

Layanan
Narasi Terpopuler
Sektor Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif
Pada tahun ini, Kementerian Perindustrian memproyeksi pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,4%. ...
Adu Panjang Jalan Tol
Presiden Jokowi telah meresmikan beroperasinya beberapa ruas tol di Sumatra. Bagian dari tol trans-Sumatra ini akan menjadi jalan tol dipanjang di Indonesia. ...
Bergerak Naik Tanpa Guncangan
Kebijakan penyetaraan gaji perangkat desa dengan PNS Golongan IIa tak menimbulkan guncangaan pada APBN. Pos pengeluaran itu selama ini telah ditanggung dari pos alokasi dana desa (ADD) yang dikucurkan...
Titik Fokus APBN 2019
Berbagai pendekatan baru untuk melaksanakan program pembangunan mulai diterapkan pemerintah pada 2019. Sebetulnya bukan hal yang baru juga, tapi kini tingkat penerapannya jauh lebih konsisten dan seri...
Konsistensi Anggaran di Tahun Politik
APBN 2019 tidak banyak terganggu dengan riuh rendahnya politik pemilihan. Pemerintah tetap fokus menjalankan agenda-agenda besarnya, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun membangunan kualitas su...
Jasa Peer to Peer Lending Semakin Seksi
Tren pertumbuhan positif industri fintech P2P Lending ini tentunya diharapkan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. ...
Terowongan Kembar Curug Jompong
Presiden jokowi meminta terowongan kembar di ruas Curug Jompong selesai 2019. Pada situasi hujan ekstrem, terowongan bisa bisa mengamankan 700 ha kawasan banjir di Bandung Selatan. ...
Penundaan BK, Saatnya Produsen CPO Genjot Ekspor
Pemerintah memutuskan menunda pengenaan pungutan alias masih menerapkan pungutan USD0 per ton, setidaknya sampai satu bulan ke depan. ...
Perpres Disiapkan, Era Kendaraan Listrik Segera Tiba
Beleid baru berupa perpres ditargetkan akan selesai akhir bulan ini untuk segera diimplementasikan. ...
Tiga Kartu Baru Pembawa Harapan Baru
Tiga kartu baru ada di tangan presiden. Bantuan sosial terbukti efektif menekan angka kemiskinan, mendorong indeks pembangunan manusia, dan membawa harapan baru. ...