Bahasa | English


KULINER

Konro Bakar Karebosi, Citarasa Makassar yang Menggoda

31 July 2019, 01:50 WIB

Bila kita ke Makassar dan hendak berburu kuliner, maka jangan lupa pilih sop konro, utamanya konro bakar. Kedua menu ini merupakan ciri khas dari kota yang memiliki ikon Pantai Losari ini. Sebagai kota Angin Mamiri, tak terhitung rumah makan yang menyajikan sop konro dan konro bakar. Namun, yang terkenal dan tidak  diragukan rasanya adalah sop konro Karebosi.


Konro Bakar Karebosi, Citarasa Makassar yang Menggoda Konro bakar khas Makassar. Foto: Pesona Indonesia

Rumah makan ini dirintis H. Hanaping sejak 1968 bersama sembilan anaknya ini memang kesohor. Menilik sejarahnya, rumah makan ini berawal dari warung tenda di Lapangan Karebosi. Membidik pasar kelas menengah. Seiring perkembangannya, warung tendaan ini sudah menempati ruko jadi rumah makan ternama. Bercitarasa khas yang menggoda, restoran ini memiliki puluhan cabang di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta.

H. Hanaping tak lagi berjualan di tenda setelah dia mampu membeli ruko atau rumah makan di sekitar tahun 1972, atau setelah lima tahun berdagang di tenda. Keunggulan yang membuat rumah makan ini makin berkembang pesat lantaran rasa yang tak pernah berubah dan pelanggan seia selalu berkunjung menikmati menu ini. Selain citarasa khas menggoda, harga menu ini pun tidak menguras kantong. Harga semangkuk atau seporsi sop konro dibandrol  antara 30 hingga 40 ribu rupiah.

Menu berbumbu kaya rempah ini tak hanya moncer di kota aslinya, di Jakarta di di kawasan Kelapa Gading tercatat sebagai cabang sop konro Karebosi. Tempat ini pun ramai dikunjungi para pemburu kuliner yang mengidolakan sop konro. Konro memiliki arti sapi, namun isi sopnya tak hanya sekadar daging sapi, tetapi juga terdapat tulang iga yang berbalut daging.

Baik bakar atau rebus, sop ini tetap enak disantap. Yang membedakan hanya cara penyajiannya saja. Pada sop konro, iga dicampur dengan kuah sop. Pada konro bakar dengan kuah terpisah. Hal ini menjadi pilihan dan selera para penikmat kuliner menu sop knro dan konro bakar.

Berbahan dasar iga dan daging sapi, menu ini dimasak dengan bumbu kayu manis, air asam Jawa dan aneka rempah. Kekhasan ini jadi menu yang menggoda bila disajikan di mangkuk, karena memiliki citarasa dan aroma yang kuat.

Pada umumnya sop dikenal sebagai menu berkuah bening atau kekuningan bercitarasa gurih dengan taburan daging empuk bercampur sayuran. Namun pada sop konro berkuah kecoklatan mirip rawon, makanan khas Jawa Timur. Bedanya, hidangan kuah rawon berwarna hitam legam atau black soup, tidak memakai tulang Iga, hanya campuran daging berwarna hitam yang dimasak dengan bumbu keluak bercampur kuah.

Sementara, sop konro juga memakai keluak, namun kuahnya tidak sehitam rawon. Kuah konro berwarna kecoklatan. Itu karena kuah menu ini memiliki campuran aneka rempah. Kekhasan sop konro Karebosi ada pada kuah sopnya yang bercampur siraman bumbu kacang.

Selain itu, tulang pada sop konro Karebosi yang berselimut daging saat digigit akan terlepas. Dagingnya sangat empuk dan bercitarasa bumbu rempah yang meresap. Disantap dengan nasi dan sambal khas Makassar berwarna orange kemerahan menjadi menu incaran yang lezat disantap.

Pada sop konro Karebosi terdapat dua pilihan. Sop konro yang iganya dimasukkan langsung dihidangkan dalam kuah sop. Dan, konro iga bakar dengan penyajian terpisah antara iga dan kuah sop. Sajian ini bercitarasa menggoda dan saat disantap dalam keaadan panas mengebul, dijamin lahap dinikmati hingga suapan terakhir.

Membuat Sop Kondro di Rumah

Jika tergiur ingin menikmati sop konro, namun belum sempat berkunjung ke kota yang mayoritas penduduknya bersuku Bugis ini, kita bisa coba bikin sendiri di rumah.

Prosesnya tidak berbeda jauh, yakni iga dimasak dengan waktu cukup supaya tekstur dagingnya benar-benar empuk, tetap melekat meski di bagian tulang Iga.  Bumbunya adalah kayu manis, kapulaga, bawang merah, cengkeh, daun salam, lengkuas, keluwak, bawang putih, jahe, batang serai, jinten, kunyit, kemiri, biji pala, merica, dan ketumbar. Beberapa bumbu ini  dihaluskan, sebaiknya untuk mendapat citarasa khas jangan memakai blender tetapi diuleg dengan cobek biasa.

Selanjutnya bumbu ditumis hingga matang dan harum, lalu masukkan irisan bawang, lengkuas, daun salam lalu masukkan ke dalam panci berisi iga empuk dan diaduk hingga merata. Kemudian masukkan sisa bumbu seperti asam Jawa, gula pasir, kayu manis, cengkeh, garam dan kapulaga, biarkan tercampur, lalu masukan irisan daun bawang terus diaduk hingga matang.

Sop Konro ala rumah siap dihidangkan, bisa disantap bersama keluarga tak hanya sebagai menu makan siang, namun cocok juga sebagai menu makan malam dan sarapan. Dengan kuah berbahan aneka rempah membuat perut kenyang dan hangat. (K-HP)

Kuliner
Ragam Terpopuler
Dari New York Ke Batavia, Catatan Seorang "Agen" Amerika
Bulan Mei 1948, adalah bulan ketika izin untuk berkunjung ke Hindia Belanda diberikan. Di akhir Mei, dilakukan persiapan menempuh perjalanan melintasi samudera.  ...
Trowulan adalah Ibu Kota Majapahit?
Bujangga Manik telah mengambil rute paling mudah dan juga mungkin paling lazim dilalui masyarakat saat itu sekiranya hendak ziarah ke Gunung Pawitra. Rute termudah ini mengisyaratkan lokasi Trowulan m...
Istilah Radikal Harus Diganti?
Istilah radikal sebenarnya bermakna netral. Bisa bermakna positif atau negatif. Meskipun terdapat potensi kerancuan atau bias pemaknaan terkait pemakaian istilah ini, saripati pesan pemerintah sebenar...
Jembatan Youtefa, Bukti Sumpah Membangun Papua
Jembatan Youtefa di Kota Jayapura diresmikan akhir Oktober 2019. Berbiaya Rp1,8 triliun, jembatan ini menjadi ikon baru Papua.   ...
Para Penjaga Maria di Pelosok Kapuas Hulu
Tahun 1905, Ordo Capusin memulai penjajakan untuk melakukan misi di pedalaman Kapuas Hulu. Itu juga disebut sebagai titik balik dalam perkembangan umat Katolik di Kalimantan Barat. ...
Orangutan, Taman Nasional, dan Daerah Penyangga
Selama tiga tahun riset dilakukan di sana untuk mengetahui pola migrasi orangutan dan pola buah yang jadi makanannya. ...
Pasar Karetan, Berburu Kuliner di Tengah Kebun Karet Kendal
Rindu dengan suasana pasar nan sejuk, serta jajanan tradisional tempo dulu? Jika ya, sempatkan mampir ke Pasar Karetan di akhir pekan. Dijamin kita seperti diajak naik mesin waktu mengu...
Sekolah Selam di Ujung Timur Indonesia
Sejak Februari 2019, di Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, dibuka sekolah menyelam yang digawangi tiga pengajar bersertifikasi Scuba School Internasional. Kini, sekolah itu telah ...
Raego Paduan Suara Tertua di Nusantara
Indonesia kaya akan budaya. Tidak  hanya bela diri, karapan sapi, tarian, ritual keagamaan, benda bersejarah, hingga paduan suara. Salah satu tarian yang diiringi alunan suara tertua di Nusa...
Cabai Jawa, Harta Karun Tanaman Obat Indonesia
Yuk Tarni, tukang jamu bersepeda yang suka berkeliling kampung di kawasan Kelurahan Utan Kayu Utara bersuka cita menawarkan jamu buatannya kepada masyarakat di sana. ...