Bahasa | English


KULINER

Nasi Kentut, Kekayaan Kuliner Medan Yang Istimewa

31 October 2019, 10:11 WIB

Jangan menilai dari nama dulu. Kuliner asli Medan ini memang namanya kurang menarik, bahkan cenderung jorok. Tetapi soal rasa? Jangan ditanya. Anda akan dibuat ketagihan dan minta tambah lagi. Apalagi jika Anda tahu bahwa menu nasi ini punya khasiat bagi tubuh manusia.


Nasi Kentut, Kekayaan Kuliner Medan Yang Istimewa Nasi Kentut. Foto: Pesona Indonesia

Medan merupakan ibukota Sumatera Utara yang juga merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kota ini berawal dari kampung yang didirikan oleh Guru Patimpus di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura pada 1590. Kemudian kota ini menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Deli, pada abad 16. Peradaban kota Medan terus berkembang hingga Pemerintah Hindia Belanda menjadikannya pusat pemerintahan Karesidenan Sumatera Timur.

Kini Kota Medan telah menjadi pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat. Berbatasan dengan Selat Malaka menjadikan Medan kota perdagangan, industri dan bisnis yang penting di Indonesia. Di sisi lain, ini juga membuat kota Medan menjadi melting pot dari penduduk dengan beragam etnis, suku dan agama. Selain Melayu dan Karo, di kota ini berdiam etnis Jawa, Batak, Tionghoa, Mandailing dan India. Bahkan nama Medan berasal dari kata bahasa Tamil Maidhan atau Maidhanam, yang berarti tanah lapang. Lidah Melayu menyebutnya Medan.

Dengan sejarah yang panjang, tak heran jika kota yang mendapat julukan Melayu Deli ini kaya akan sejarah dan budaya termasuk dalam hal aneka kulinernya. Oleh karenanya, sangat disayangkan bila Anda berkunjung ke ibu kota Sumatera Utara ini tanpa mengeksplor kulinernya. Salah satu kuliner khas Medan adalah Nasi kentut. Sajian ini bagi orang luar memang belum sepopular kuliner Medan lain seperti soto medan, pancake durian, atau bika ambon. Tetapi bagi warga ibukota Sumatera Utara, nasi ini bisa disebut sebagai salah satu menu wajib warga Medan seperti halnya nasi kucing di Jogja atau nasi uduk di Jakarta. Jadi belum sah ke Medan jika belum mencicipi nasi kentut.

Kaya Manfaat

Jangan takut dulu dengan nama nasi kentut. Ini bukan berarti nasinya beraroma seperti kentut. Sebaliknya, nasi ini bertekstur lembut, beraroma wangi dan memiliki rasa yang bakal membuat Anda ketagihan. Nama ekstrim ini sesungguhnya berasal dari bumbu unik yang digunakan, yaitu daun kentut (paederia foetida) atau juga dikenal sebagai daun sembukan. Tumbuhan merambat ini dikenal oleh masyarakat Medan memiliki khasiat dapat melancarkan pencernaan, mengatasi perut kembung, bahkan mengobati sakit maag dan sariawan. Karena khasiatnya inilah maka disebut tanaman kentut, sehingga ketika diolah menjadi nasi maka label itu pun ikut melekat.

Sesungguhnya selain daun sembukan, nasi ini juga diolah dengan bumbu rempah-rempah lain seperti kunyit.  Kemudian nasi ini dimasak dengan cara dibungkus daun pisang dan kemudian di kukus atau dipanggang hingga matang. Tidak seperti namanya, penampilan kuliner kebanggaan masyarakat Medan ini sangatlah menggugah selera. Bayangkan nasi pulen hangat yang mengeluarkan aroma wangi daun yang khas. Hmm…siapapun pasti akan merasa lapar dan tergugah untuk segera menyantapnya.

Selain itu, yang juga membedakan nasi kentut dengan kuliner lain adalah lauk pendampingnya. Ada beragam pilihan yang dapat menjadi teman nasi kentut. Mulai dari ikan teri, kentang pedas, pepes oncom, tumis sayur, hingga ayam goreng. Dan jangan sampai ketinggalan sambal terasi atau sambal ijo sebagai pelengkap cita rasa kuliner Indonesia ini. Kenikmatan yang lengkap ini membuat makanan dengan nama unik ini digandrungi banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Untuk menambah keunikan santapan ini, Anda juga dapat menjadikan daun kentut sebagai lalapan. Selain nikmat, seperti sudah disebut di atas, daun ini memiliki begitu banyak manfaat seperti mengobati segala keluhan yang berhubungan dengan lambung, sebagai obat herbal untuk menyembuhkan cacar ular (Herpes Zooster), juga terbukti meringankan gejala panas dalam seperti sariawan, sakit tenggorokan, bibir pecah-pecah serta melancarkan peredaran darah.

Menemukan kuliner ini pun tak begitu sulit. Banyak pedagang dan pemilik restoran yang menjajakan nasi kentut di seputar kota Medan. Mulai dari daerah pemukiman, lingkungan kampus, taman kota, kantin, pasar, kawasan pabrik hingga pusat perbelanjaan  dan tempat wisata. Harganya juga cukup bersahabat sekitar Rp 5.000.000 – Rp15.000.000, tergantung lauk yang diplih untuk menjadi teman bersantap. Jadi jika Anda berkunjung ke Medan, jangan ragu untuk menyantap nasi kentut yang tak hanya cocok di lidah tetapi  juga aman di kantong ini. (K-GR)

Kuliner
Ragam Terpopuler
Cap Go Meh Cita Rasa Nusantara
Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor berlangsung meriah. Nuansa Cap Go Meh tak melulu pentas atraksi etnis Tionghoa, tapi sudah berbaur dengan atraksi kesenian nusantara. ...
100 Calendar of Events 2020
Ada ribuan acara budaya dan wisata yang akan terjadi di Indonesia. Namun pemerintah hanya menetapkan 100 acara sebagai acara nasional. ...
Mengejar Wisatawan Premium di 2020
Pemerintah tak lagi mengejar volume jumlah wisatawan. Tapi kini menitikberatkan pada kualitas wisatawan yang berkunjung. Sehingga, jumlah devisa diharapkan mampu melampaui pendapatan tahun-tahun sebel...
Teka-teki Tagaril
Di tengah teka-teki tentang nama tokoh sejarah yang banyak disepakati sebagai pencanang Bandar Sunda Kelapa, ada satu petunjuk menarik tentang riwayat kelahirannya. ...
Sebuah Filsafat Perenialisme Tertua
Mpu Tantular sangat jauh melampaui zamannya. Jauh sebelum para filsuf Eropa membangun Masyarakat Teosofi di akhir abad ke-19 dan merumuskan Filsafat Perenial bagi publik Eropa di abad ke-20, Mpu Tantu...
Bangunan Bersejarah di Kompleks Kedutaan Besar Amerika
Sebuah bangunan tua tetap kokoh berdiri di kompleks kedutaan Amerika di Jakarta. Gedung ini dipugar oleh Kedubes AS dan dijadikan museum peninggalan sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebuah destinasi bar...
Labuan Bajo, Go International
Labuan Bajo memiliki seluruh potensi kekayaan ekowisata. Tidak salah sekiranya kota pelabuhan ini ke depan diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata premium berskala internasional. ...
Bunga Teratai Raksasa di Tengah Danau
Bangunan raksasa itu jelas sengaja didirikan untuk melukiskan bunga teratai sebagai penghormatan terhadap Budha Maitreya. Borobudur ialah bangunan bunga teratai raksasa dari jutaan kubik batu and...
Kratom, Daun Dolar yang Masih Kontroversi
Tanaman Kratom menjadi tanaman unggulan petani di sejumlah wilayah di Kalimantan. Bahkan telah menjadi komoditi ekspor untuk wilayah tersebut. Namun pihak BNN akan mengeluarkan pelarangan. ...
Denys Lombard dan Rekontruksi Sejarah Jawa
Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti halnya Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau leb...