Indonesia.go.id - Mendorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

Mendorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

  • Administrator
  • Minggu, 29 Oktober 2023 | 07:46 WIB
  • 0
MATA UANG
  Nilai tukar Dollar yang melambung nilainya berdampat pada tertekannya Rupiah. ANTARA FOTO/ Zabur Karuru
Langkah utama untuk mendukung industri dalam negeri adalah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Eskalasi yang tak kunjung mereda, bahkan cenderung lebih membara di kawasan Timur Tengah, telah menekan sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah. Pada perdagangan Jumat (27/10/2023), rupiah sempat diperdagangkan di posisi Rp15.938 terhadap USD. Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan ke posisi Rp15.941 per USD.

Sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap kebijakan fiskal, Sri Mulyani Indrawati mengomentari perkembangan rupiah terhadap dolar AS. Secara umum, dia mengatakan pergerakan masih cukup baik.

“Pelemahan kurs saat ini karena dolar AS yang terlalu menguat. Dolar dengan interest rate tinggi mengalami kenaikan 2,7 persen," ujar Menkeu saat konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

Sebenarnya, tambah Menkeu, dolar AS juga menguat dari beberapa mata uang lainnya, seperti baht Thailand, peso Filipina, ringgit Malaysia, hingga won Korea Selatan. Menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, penguatan dolar AS terjadi karena kondisi AS yang juga bergejolak, mulai dari belum adanya pimpinan Kongres, kondisi perekonomian Tiongkok yang melambat, perang Hamas-Israel, hingga kondisi ekonomi global yang diperkirakan mengalami penurunan.

Apalagi, potensi penguatan dolar AS masih akan terjadi lagi. Bulan ini, The Fed diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuannya. Hal inilah yang membuat investor global kembali memegang surat berharga AS atau US Treasury, karena imbal hasilnya melonjak tinggi.

Berkaitan dengan kecenderungan itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyarankan kepada pelaku industri manufaktur untuk untuk menghitung ulang biaya produksi.

Di sisi lain, sebagian industri memangkas margin keuntungan untuk menanggung beban biaya produksi. Namun, para pelaku industri dengan skala yang lebih kecil terpaksa melakukan penyesuaian harga akibat semakin meningkatnya harga bahan baku dan biaya produksi.

“Kami memandang keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan telah berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap inflasi di tanah air,” ujar Menteri Perindustrian di Jakarta, Jumat (27/10/2023).

Meski demikian, Menperin mengharapkan agar inflasi di Indonesia masih bisa terkontrol dan tidak ada perubahan pada faktor-faktor lainnya yang akan turut meningkatkan biaya produksi di sektor industri. 

“Misalnya isu kenaikan harga gas industri atau kenaikan tarif listrik, sehingga biaya produksi dapat dijaga agar tetap stabil dan produk industri kita menjadi kompetitif,” jelas Menperin.

Agus menambahkan, pihaknya yakin bank sentral memiliki instrumen-instrumen untuk menjaga stabilitas. Selain itu, perbankan juga dapat mendukung sektor industri yang selama ini menjadi penyumbang pajak serta memberikan kontribusi ekonomi tertinggi. “Sehingga kami tetap optimis bahwa manufaktur akan tetap tumbuh,” ujarnya.

Agus menyampaikan, langkah utama yang perlu dilakukan untuk mendukung sektor industri dalam negeri agar tetap mampu produktif dan berdaya saing dalam situasi saat ini adalah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Selain meningkatkan penguasaan produk dalam negeri di pasar domestik, belanja produk dalam negeri juga mampu menurunkan impor yang dapat berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah.

Kemenperin mendorong realisasi komitmen belanja kementerian/lembaga/pemerintah daerah maupun BUMN pada 2023 sebesar Rp1,15 triliun. Saat ini, rata-rata realisasi anggaran nasional mencapai 66,78 persen (per 23 Oktober 2023).

Untuk mendukung hal ini, Kemenperin melakukan berbagai terobosan. Misalnya, digitalisasi proses sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri secara merata dan optimal di seluruh kalangan Masyarakat.

“Dengan percepatan proses sertifikasi TKDN, termasuk juga bagi industri kecil dengan menerapkan self-assessment, kami ingin agar produk dalam negeri dapat makin cepat terserap dalam program pengadaan barang dan jasa,” tegas Agus.

Langkah selanjutnya adalah melalui pemberlakuan larangan dan pembatasan (lartas) impor terhadap kelompok-kelompok barang tertentu. Tujuan penerapan aturan tersebut adalah untuk memberikan keadilan bagi barang-barang produksi dalam negeri. 

Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko SA Cahyanto menegaskan, aturan lartas tidak semata-mata bertujuan untuk melarang impor, namun untuk mengontrol volume barang serta memastikan kejelasan status barang yang masuk. Aturan tersebut diperkirakan selesai pada akhir Oktober 2023.

Penyelenggaraan Pemilu pada awal 2024 juga diprediksi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Bagi sektor industri, perhelatan demokrasi ini diharapkan mampu meningkatkan permintaan terhadap produk makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, percetakan, maupun produk-produk lainnya terkait logistik Pemilu.

Pada triwulan II-2023, ekonomi Indonesia tetap tumbuh tinggi di tengah perlambatan ekonomi global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2023 tercatat sebesar 5,17 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen (yoy).

Industri pengolahan masih menjadi leading sector ekonomi Indonesia pada triwulan II-2023 dengan pertumbuhan sebesar 4,88 persen (yoy). Pertumbuhan industri pengolahan ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan global.

 

Penulis: Firman Hidranto
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari