PARIWISATA
  Lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sejak jalur penerbangan internasional dibuka kembali ke Ngurah Rai, airlines yang masuk ke Bali terus bertambah. ANTARA FOTO/ Nyoman Budhiana

Pekerjaan Rumah Menjelang KTT G20

  •   Selasa, 26 Juli 2022 | 19:33 WIB
  •   Oleh : Administrator

Ada 22 airlines yang menghubungkan Bali ke-12 negara. Qatar dan Dubai menjadi jembatan ke Eropa. Ada geliat optimisme di Bali. Isu penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak akan dibiarkan mengganggu.

Jalur penerbangan Seoul-Bali itu tergolong rute gemuk. Maka, setelah situasi pandemi dianggap sudah terkendali, Korean Air pun menerbangi kembali jalur Bandara Incheon (Seoul) ke Ngurai Rai (Bali) sejak 14 Juli 2022. Penerbangan perdana flag carrier Korea Selatan itu, setelah terhenti dua tahun, dilaksanakan dengan pesawat Airbus A333 dengan flight code KAL629 yang membawa 265 penumpang.

‘’Sejak hari ini, Korean Air akan kembali terbang langsung dari Incheon ke Ngurah Rai secara rutin, terjadwal, dan dalam waktu yang dekat ini akan terbang setiap hari,’’ ujar Handy Heryudhitiawan, General Manager I Gusti Ngurah Rai International Airport, seusai menyambut kedatangan tamu-tamu dari Korea itu, menjelang tengah malam 14 Juli lalu. Selepas tengah malam, flag carrier dari Korea Selatan itu kembali terbang ke Seoul dengan membawa 115 penumpang.

Sejak jalur penerbangan internasional dibuka kembali ke Ngurah Rai, airlines yang masuk ke Bali terus bertambah. Korean Air adalah airlines ke-22 yang terbang ke Bali. Kini Bali telah terkoneksi pada jejaring penerbangan internasional langsung ke-12 negara, dengan 22 rute. Antara lain, dari Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Qatar, dan Dubai. Jalur dari kota-kota di Eropa telah dilayani, antara lain, oleh Emirates via Dubai dan Qatar.

Jalur Ngurah Rai-Incheon itu rute penting yang ramai. Pada 2019, sebelum pandemi, jalur ini melayani 398 ribu penumpang yang diangkut dengan pesawat Korean Air dan Garuda Indonesia. Sebagai pelaksana jasa layanan kebandaraan, Handy Heryudhitiawan meyakini, jalur Incheon-Ngurah Rai ini akan kembali ramai.

Tren penerbangan internasional dan domestik tumbuh positif pada 2022, dan Bali tetap menjadi destinasi pariwisata pilihan dari berbagai kalangan masyarakat domestik maupun mancanegara. “Kami optimistis, Bandara Ngurah Rai bisa mencapai target dalam melayani penumpang pada 2022 ini,’’ Handy menambahkan.

Protokol kesehatan seperti vaksin primer (lengkap), booster atau tes antigen dan PCR, kini sudah menjadi hal yang lumrah bagi para pelaku perjalanan (domestik maupun internasional), dan tidak mengurangi mobilitas. Pihak Bandara Ngurah Rai, menurut Handy, akan melaksanakannya sesuai ketentuan pemerintah. Ia yakin, prokes tak menghambat mobilitas para traveler.

Bali terus menggeliat. Berbagai destinasi wisata, kini makin ramai dikunjungi wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Jalur Kuta-Legian dan Seminyak-Canggu di Kabupaten Badung telah kembali padat. Kafe-kafe dan bistro berpendar-pendar dan suara musik berdentam-dentam.

Bali mencatat prestasi yang luar biasa pada kurun 2015--2019 dengan rata-rata pertumbuhan arus wisatawan 12,17 persen per tahun. Pada puncaknya 2019, ada 10,5 juta wisdom dan 6,25 wisman yang datang ke Bali. Keseluruhanya sekitar 16,75 juta. Sebagian besar mereka datang pada kuartal III serta kuartal IV, dan puncaknya pada Desember mendekati pergantian tahun.

Selama pandemi arus wisatawan ke Bali anjlok, menjadi 4,6 juta (2020) dan 4,3 juta (2021), yang hampir seluruhnya wisdom. Banyak restoran, kafe, bistro, art shops, dan hotel tutup. Kebangkitan tampak pada 2022. Pada Februari, saat penerbangan internasional mulai dibuka, wisman yang datang baru 1.310 orang. Angka itu meningkat menjadi 14.620 orang (Maret), 58.335 orang (April), dan 115.611 orang pada Mei 2022.

Sejak kembali beroperasinya penerbangan internasional reguler di Bandara Ngurah Rai, pada 3 Februari lalu, hingga 14 Juli 2022, 5.246 internasional flight dan 974.178 penumpang lintas negara telah terlayani. Jika, passenger services itu layanan penumpang datang dan terbang, maka sekitar 487 ribu wisman telah datang ke Bali.

Target dari pemerintah atas kedatangan wisman di seluruh destinasi nasional adalah 1,8–3,6 juta orang. Bali sendiri biasa menyerap 40 persen wisman nasional. Bila target atas 3,6 juta dikenakan, target 40 persen adalah 1,44 juta wisman. Kalangan pelaku wisata di Bali tampaknya yakin, target 1,44 juta wisman bisa terlampaui. Adapun wisdom diyakini pula akan melesat di atas angka 2021 yang 4,3 juta traveler.

Optimisme pun membuncah di Bali. Rangkaian agenda menuju pada G20 Summit November 2022 memberi momentum tersendiri. Berbagai side events telah digelar di kawasan Nusa Dua, Bali, dan itu memberikan maklumat bahwa Pulau Dewata adalah tempat yang aman serta layak dikunjungi.

Kawasan Nusa Dua sendiri menjadi destinasi yang menggeliat paling cepat di pulau. Berbagai acara telah digelar di klaster wisata premium itu bahkan sejak awal tahun. Dikembangkan sejak lebih dari 40 tahun lalu, di atas areal 350 hektare, Nusa Dua ialah kawasan resort dengan 60 persen area hijau terbuka. Ia dirancang untuk menghelat konferensi-konferensi akbar. Di Nusa Dua tersedia 21 hotel bintang 4 dan 5, termasuk 3 resort mewah. Dengan 5.485 kamar dan sejumlah bangunan konvensi, Nusa Dua bisa mengakomodasi kegiatan besar dengan 20.000 orang peserta.

 

Pekerjaan Rumah

Namun, Bali masih punya pekerjaan rumah, yakni menanggulangi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini berkecamuk menyerang populasi sapi. Bali memiliki populasi sapi yang tinggi, 205 ribu ekor lebih, termasuk dalam daftar 22 provinsi yang terpapar virus PMK. Per 27 Juli 2022 di seluruh Bali, ada 551 ekor sapi yang terinfeksi, tiga di antaranya mati. Sebanyak 518 ekor yang lain, telah diisolasi dan dipotong setelah beranjak sembuh, agar tak menjadi agen penularan.

Kini Bali diisolasi total dari pergerakan sapi masuk. Melalui Surat Edaran (SE) nomor 3/2022, yang berlaku per 3 Juni 2022, Satgas Penanganan PMK Nasional melarang produksi daging, kulit, susu, atau bagian lainnya dikirim masuk ke Bali. Kecuali, produk tersebut telah menjadi barang olahan yang terbebas dari virus PMK. Pasar daging, susu, dan produk dari ternak lain di Bali hanya boleh dipasok dari hewan sehat dan/atau dikirim dari daerah lain yang bebas dari penyakit PMK.

Program penanggulangan PMK kini gencar dilakukan di Bali. Tak kurang dari 20.000 ekor sapi telah divaksin. Hewan yang sakit diisolasi untuk disembuhkan, dan/atau dipotong paksa setelah gejala penyakitnya mereda. Standar biosekuriti yang tinggi kini diterapkan di seluruh kandang ternak di Bali.

Sebagai tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Bali tak boleh terganggu oleh isu PMK, sekalipun penyakit ternak itu tak menular pada manusia. Bali harus tetap tampil sebagai destinasi yang nyaman dan sehat. Kondisi ini pun dibutuhkan guna menarik wisatawan umum yang tak ada hubungan dengan konferensi apapun. Mereka perlu atmosfer bersih yang bebas dari wabah apa pun.


Penulis: Putut Trihusodo
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari