Bahasa | English


TAMAN BOTANI

Paras Cantik Dunia Ada di Kebun Raya

29 December 2018, 20:33 WIB

Kebun Raya tak hanya di Bogor dan Cibodas. Ada juga di Pasuruan, Tabanan, dan Balikpapan. Flora dari berbagai penjuru dunia ada di sana.


Paras Cantik Dunia Ada di Kebun Raya Taman Sakura, Kebun Raya Cibodas. Sumber foto: Pesona Indonesia

Jalan-jalan ke kebun raya itu tentu menyenangkan. Serba hijau, udaranya sejuk, hawanya segar, dan di depan mata terhampar landscape yang apik tertata. Kebun raya bisa menjadi pilihan yang menarik untuk rekreasi  keluarga. Pilihannya pun bisa beragam. Ada Kebun Raya (KR) Bogor, KR Cibodas, KR Purwodadi di Pasuruan Jatim, KR Tabanan di Bali, dan KR Balikpapan di Kalimantan Timur.

Namun, sungguh rugi kalau datang ke kebun hanya melulu untuk rekreasi. Mengapa tak meluangkan waktu ekstra untuk menambah wawasan? Kebun raya bukan sekadar tempat wisata, dia dirancang sebagai taman botani, kebun koleksi aneka ragam tumbuhan dari berbagai penjuru dunia.

Di kebun raya tumbuhan ditanam berkelompok berdasarkan kekerabatan botaninya. Bambu petung khas Indonesia yang  berbatang kekar dan menjulang sampai 25 meter, tumbuh berdekatan dengan bambu Moso dan Cendani asal Tiongkok, Bambu Jepang, India, Srilangka, Myanmar,  dan beberapa jenis dari Amerika Latin. Semua ada di blok khusus tanaman bambu. Tak sulit mengidentifikasi asal-usulnya, karena setiap jenis diberi papa identitas bersisi nama, nama botanisnya, dan asal usulnya.

Teratai raksasa di kolam Taman Astrid, Kebun Raya Bogor. Sumber foto: DetikTravel

Kebun Raya Bogor yang luasnya 87 hektar itu mengoleksi tidak kurang dari 218 famili pohon, terdiri dari 1227 genus (marga) dan lebih dari 3.300 spesies. Kelompok bantu itu, misalnya, terletak di blok Bambuseae suku khas  bambu  yang terdiri dari beberapa marga (genus). Beberapa sudut rumpun bambu itu tampak instagrammable.

Mengapit jalur utama yang membelah  KR Bogor terdapat deretan pohon-pohon besar, yang tinggi tajuknya lebih dari 50 meter. Raksasa-raksasa itu dari keluarga Meranti (dipterocarpaceae), pohon yang dulunya melimpah di hutan-hutan alam Sumatra dan Kalimantan. Pada petak itu ada meranti putih, meranti tembaga, merah, kamer, dan karuing.

Taman botani itu tentu bukan kebun buah-buahan. Tak ada blok yang khusus buah-buah. Blok-blok tanaman ditata berdasarkan aturan taksonomi, yakni kedekatan asal-usul kekerabatannya. Dengan begitu, kalau diperhatikan ada kemiripan bentuk sifat satu sama lain. Bila diperiksa lebih jauh, kemiripan itu akan terlihat pada organ reproduksinya, yakni bunga dan buah, untuk jenis tumbuhan yang berbiak secara generatif.

Maka, pada satu petak kelapa berdampingan dengan sagu, sawit, lontar, dan pinang. Ada sawo kecil dan kerabat dekatnya pohon tanjung. Buah nangka di dekat beringin dan karet kerbau. Bahwa buah matoa, leci, dan rambutan itu dalam sepetak, itu karena mereka satu famili.

Kebun Raya Bogor juga terkenal di kalan botanis karena koleksi tumbuhan airnya, dengan ikon yang paling viral ialah teratai raksasa. Adanya di kolam dekat istana Bogor. Koleksi suku paku-pakuannya juga komplit. Orang bisa melihat keluarga simbar menjangan (paku tanduk rusa) yang sering ditemui di taman-taman hotel.

Melengkapi KR Bogor ini ada tumbuhan langka. Ada rafllesia arnoldy, yang kesohor dengan sebutan bunga bangkai. Ada bunga lily jawa yang sudah sangat langka. Namun yang istimewa adalah koleksi anggreknya. Sebutkan nama anggrek apa saja, kemungkinan ada di KR Bogor. Di sana ada 570 spsies dengan lebih dari 6.200 spesimen.

Terletak di ketinggian 220-260 meter dari permukaan laut, Kebun Raya Bogor ini dimaksudkan untuk mengoleksi tumbuhan tropis basah daratan rendah hingga sedang. Maka, banyak pohon tropis hadir di Kebun Raya Bogor, termasuk dari  Afrika dan Amerika Latin. Ternyata, banyak dari tanaman asing ini bisa beradaptasi dengan cuaca basah di Bogor yang setiap tahun disiram hujan 3.000 – 4.000 mm.

Di antara  yang mampu beradaptasi itu ada bunga tasbih (flower bed) dari Belgia. Dibawa oleh Ratu Astrid di tahun 1928, perdu yang warna bunganya kuning, hitam dan merah (warna bendera Belgia), itu hingga kini sering  ditanam sebagai penghias Taman Botani Bogor itu. Kebun Raya Bogor sendiri dibangun 1817.

Taman Sakura, Kebun Raya Cibodas. Sumber foto: Pesona Indonesia

Bila ingin menyaksikan keindahan pepohonan tropis basah dataran tinggi, sekaligus tumbuhan  dari daerah subtrotis, datang saja ke Kebun Raya Cibodas, Kabupaten Cianjur, yang berada di ketinggian  1.300-1.400 meter dari muka laut. Lokasinya di punggung Gunung Gede-Pangrango. Udaranya sejuk, panoramanya keren. Instagrammable.

Taman Botani (Botanical Garden) Cibodas ini luasnya 125 ha. Pinggiran hutan alam Taman Nasional Gede-Pangrango menjadi bagian dari Taman Botani Cibodas  ini, sehingga memberikan nuansa yang sangat  khas. Di luar hutan alam itulah koleksi-koleksi  tetumbuhan terhampar.

Secara keseluruhan, taman botani ini mengoleksi 1.270 jenis (spesies) tetumbuhan, dari 204 marga (genus) dalam berbagai bentuk: pohon berkayu keras dan lunak, perdu, tumbuhan rambat, hingga paku-pakuan. Sekitar 40% di antaranya adalah tumbuhan yang berasal dari berbagai belahan dunia, termasuk dari Himalaya, Korea, Jepang, Amerika, Afrika hingga Brazilia, dan Peru. Paras flora dunia ada di sana.

Beberapa pohon tampak menjulang  anggun dan tajuknya menjulang sampai 60 meter. Pohon lokal tumbuh subur dan kekar. Ada pohon cemara, pinus, kepulasan, saga, putan, tanjung, durian, salam, rambutan, beringin, dan banyak lainnya. Penataan pohon-pohon di KR Cibodas pun mengikuti kaidah taman botani sebagaimana KR Bogor.

Yang menarik, di Cibodas ada blok khusus yang disebut Taman Sakura seluas 6.600 m2. Tujuh jenis dari 308 sakura yang ada di dunia ditanam di sana. Bunga sakura itu bermekaran tiap akhir Januari-Februari dan Juli-Agustus. Ada warna putih, kuning, pink, dan jingga-magenta. Melengkapi segala pesonanya, KR Cibodas juga memiliki taman tematik lain, yakni  : Taman Azalea, Taman Paku-pakuan, dan Taman Lumut.

Ada pun Kebun Raya Purwodadi Pasuruan dan Kebun Raya Tabanan adalah cabang dari Kebun Raya Bogor yang dikelola di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Masing-masing memiliki kekhasan tersendiri. KR Purwdadi mengoleksi tumbuhan tropis dengan iklim relatif kering. Pasuruan jelas tak sebasah Bogor.

Eka Karya Bedugul, Kebun Raya Tabanan Bali. Sumber foto: Bali Jaya

Begitu halnya dengan KR Tabanan Bali. Berada di dataran tinggi di atas 1.000 meter, KR Tabanan ini mengoleksi tumbuhan pegunungan tropis dan tumbuhan subtropis dengan iklim yang relatih lebih kering. Ditata dengan sentuhan Bali, KR Tabanan ini tak kalah eloknya.

Kebun Raya Balikpapan. Sumber foto: Pesona Indonesia

Ada pun KR Balikpapan lebih dimaksudkan untuk koleksi tanaman tropis basah khas Asia Tenggara. Di sana ada berbagai jenis buah-buahan seperti buah abiu, sirsak, durian nanggang, lai, durian hutan, manggis hutan, langsat, dan masih banyak lagi. Bunga-bunga  terompet, pagoda, tapak dara, bunga sepatu, dan masih banyak lagi. Juga pohon khas hutan tropis basah antara lain bangkirai, meranti, ulin, keruning, dan banggeris.

Taman botani itu juga bisa berfungsi sebagai laboratorium hidup. Banyak penelitian dilakukan untuk mengekplorasi pemanfaatan pepohonan tersebut secara lestari. (P-1)

Wisata
Ragam Terpopuler
Jolenan Sebuah Pesta Kecil untuk Rakyat Kecil
Setiap dua tahun sekali di bulan Sapar kalender Jawa, Jolenan digelar di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Sebuah pesta sebagai pesan kerukunan dan kebersamaan menikmati berka...
Ketika Orang Jepang Suka Ngemil Edamame
Masyarakat Jepang gemar minum sake di sela-sela rutinitasnya. Otsumami (cemilan) yang cocok sebagai teman sake adalah si polong besar yaitu edamame. Salah satu favorit mereka adalah edamame dari ...
Di NTT, Lontar Disebut Sebagai Pohon al-Hayat
Masyarakat Indonesia mungkin sudah melupakan pohon lontar, atau malah tak tahu bagaimana bentuk pohon jenis palem ini. Tapi di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya Pulau Sabu dan Rote, lont...
Barus, antara Bandar Tua dan Minuman Surga
Bisa ditebak, dulu air kafur merupakan minuman yang sangat eksklusif di Arab. Wajar saja air kafur jadi simbolisasi tentang balasan kenikmatan Tuhan bagi para ahli surga di akhirat nanti. ...
Menikmati Kuliner di Pasar Ceplak Sambil Nyeplak
Berwisata ke Kota Garut, Jawa Barat, tidak lengkap jika belum berkunjung ke Pasar Ceplak. Terletak di tengah kota Garut, tepatnya di Jalan Siliwangi, Pasar Ceplak konon sudah ada sejak tahun 1970...
Ke Sambas Berburu Bubbor Paddas
Berkunjung ke Sambas Kalimantan Barat, pastikan Anda tidak melewatkan mencicipi kuliner khas kota yang pernah menjadi Kota kesultanan ini yaitu bubur pedas. Makanan khas suku Melayu Sambas ini bi...
Jejak Ketauladanan Panglima Besar Soedirman
Apresiasi terhadap nilai-nilai kejuangan dan sejarah perjuangan Soedirman bahkan juga diakui oleh Jepang, selaku mantan negara penjajah. ...
Rampak Bedug, Musik dan Tari Religi dari Banten
Kesenian yang satu ini merupakan kreasi seni permainan alat musik bedug yang khas berasal dari daerah Banten, Jawa Barat. Namanya rampak bedug. Bedug atau beduk merupakan gendang besar yang asal ...
Gunongan, Peninggalan Arsitektur Pra-Islam di Banda Aceh
Catatan Joao De Barros (1552-1615) yang berumur sedikit lebih tua beberapa tahun sebelum Sultan Iskandar Muda naik tahta memberikan kepastian bahwa Gunongan tidak didirikan pada abad 17 M. ...
Silase, Cadangan Pakan Ternak Saat Kemarau
Rumput hijau hasil fermentasi atau yang lebih dikenal dengan nama silase, kini menjadi alternatif pakan ternak untuk sapi, kerbau, dan kambing di saat musim kemarau. Silase dibutuhkan, utamanya b...