Bahasa | English


PARIWISATA

Mengenal Mumi di Distrik Kurulu Papua

13 April 2019, 00:00 WIB

Berkunjung ke Papua, seperti kurang lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Distrik Kurulu. Ada banyak pesona alam hingga sejarah yang akan menambah pengalaman tak terlupakan di distrik ini.


Mengenal Mumi di Distrik Kurulu Papua Mumi Distrik Kurulu. Sumber foto: Pesona Indonesia

Provinsi Papua merupakan provinsi terbesar di Pulau Papua yang terletak di sebelah timur Indonesia. Potensi wisata di Papua tak perlu diragukan, karena di Papua banyak ditemukan hal menarik dan memukau perhatian. Seperti halnya Distrik Kurulu di Kabupaten Jayawijaya yang menyimpan mumi.

Di Distrik Kurulu, dihuni oleh Suku Dani yang mempunyai adat menyimpan mumi. Setidaknya ada enam mumi yang dikenal hingga saat ini. Mumi bernama Wim Motok Mabel yang paling menarik perhatian pengunjung karena merupakan leluhur Suku Dani, tepatnya generasi ketujuh Suku Dani.

Nama Wim berarti perang, Motok adalah pemimpin, dan Mabel adalah nama individu mumi ini. Sekitar ratusan tahun silam, Wim Motok Mabel merupakan panglima perang yang paling disegani.

Usia mumi pemimpin perang ini sekitar 300-an tahun, dihitung dari jumlah tali di lehernya yang ditambah setiap tahun berganti. Dari cerita sejarah masyarakat setempat, sosok Wim Motok Mabel sebelum meninggal dunia, meminta jasadnya diawetkan. Tujuannya agar Wim Motok Mabel tidak hilang dari ingatan penduduk dan menjadi bukti sejarah perkembangan Suku Dani.

Menariknya, mumi Wim Motok Mabel tidak hanya mampu menceritakan sejarah, namun juga dapat dikatakan menjadi pembawa kesejahteraan distrik. Terlebih semakin banyak minat turis mengunjungi Distrik Kurulu.

Berbeda dengan mumi di Mesir yang diberi pengawet lalu dililitkan kain kanvas, mumi Distrik Karulu dibaluri lemak babi yang kemudian di asapkan. Proses mumifikasinya memakan waktu 200 hari pengasapan setelah upacara “Ap Ako”, upacara meninggalnya seseorang yang akan dijadikan mumi.

Sebagai catatan, tidak semua jasad yang meninggal bisa dijadikan mumi. Biasanya hanya sosok-sosok yang paling berpengaruh seperti kepala suku dan panglima perang. Begitulah alasan mumi selalu dihadirkan pada setiap upacara maupun pesta, karena mumi dipercaya bisa mendatangkan kesuburam dan kebahagiaan.

Penduduk distrik kini mengandalkan uang dari pengunjung yang datang, untuk satu grup biasanya diharuskan membayar 300 ribu rupiah untuk dapat melihat dan mengambil gambar Wim Motok Mabel sepuasnya.

Tidak hanya menyaksikan mumi, pengunjung bisa memborong sovenir asli hasil kerajinan tangan penduduk Distrik Karulu yang dipajang di pojok halaman. Berbaris koteka berbagai jenis, noken, kalung, gelang, dan beragam kerajinan tangan lainnya. Harganya bervariasi, mulai dari 50 ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah.

Untuk mencapau Distrik Karulu, dapat ditempuh dengan angkutan umum trayek Wamena-Kurulu dengan jarak tempuh sejauh sekitar 20 km atau berkisar 25 menit perjalanan. Dapat juga dijangkau dengan kendaraan pribadi. (K-MP)

Sosial
Wisata
Ragam Terpopuler
Cartridge-nya Isi Ulang, Diagnosisnya Lima Menit
Dengan Abbott ID Now diagnosis Covid-19 dapat dilakukan dalam lima menit. Yang diidentifikasi DNA virusnya. Ratusan unit X-pert TM di Indonesia bisa dimodifikasi jadi piranti diagonis molekuler. Lebih...
Masker Kedap Air Tak Tembus oleh Virus
Sebanyak 30 perusahaan garmen bersiap memproduksi massal masker nonmedis dan masker medis. Bahannya tak tembus oleh virus. Impor bahan baku dibebaskan dari bea masuk. ...
Bisikan Eyang Sujiatmi di Hati Presiden Jokowi
Eyang Sujiatmi telah pergi. Kerja keras, kedisiplinan, dan kesederhanaannya akan selalu dikenang anak-anaknya. ...
Menikmati Surga Bahari di Atas Pinisi
Pesona tujuh layar kapal pinisi sulit diingkari. Sosoknya instagramable. Wisata berlayar dengan pinisi kini berkembang di Labuan Bajo, Raja Ampat, Bali, dan Pulau Seribu Jakarta. ...
Berubah Gara-gara Corona
Corona mengubah hampir segalanya, termasuk gaya orang berjabat tangan. Penelitian menyebutkan, tangan merupakan wadah bakteri paling banyak. ...
Melepas Penat di Gunung Gumitir
Namanya Gumitir. Kawasan yang ada di perbatasan Jember-Banyuwangi itu menawarkan banyak sajian. Dari kafe hingga wisata kebun kopi. ...
Sulianti Saroso, Dokter yang Tak Pernah Menyuntik Orang
Tugas dokter tak hanya mengobati pasien. Kesehatan masyarakat harus berbasis gerakan dan didukung  kebijakan serta program pemerintah. Kepakarannya diakui WHO. ...
Sampar Diadang di Pulau Galang
Pemerintah beradu cepat dengan virus penyebab Covid-19. Tak ingin korban kian berjatuhan, dalam sebulan rumah sakit khusus penyakit menular siap ...
Bermula dari Karantina di Serambi Batavia
Dengan kemampuan observasi biomolekulernya, RSPI Sulianti Saroso menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk penyakit infeksi. Ada benang merahnya dengan Klinik Karantina Pulau Onrust. ...
Tak Hanya Komodo di Labuan Bajo
Labuan Bajo disiapkan pemerintah sebagai destinasi super prioritas Indonesia. ...