IRIGASI
  Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Karalloe dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa(23/112021). SETPRES

Bendungan Karalloe dan Harapan Petani di Jeneponto

  •   Jumat, 3 Desember 2021 | 06:55 WIB
  •   Oleh : Administrator

Presiden Jokowi meresmikan bendungan kesembilan pada 2021. Petani berharap, langkah itu bisa mengerek produktivitas dan kesejahteraannya.

Nurham dan Rewa adalah dua dari ratusan petani sawah dari Kabupaten Jeneponto yang berkesempatan bertemu Presiden Joko Widodo ketika peresmian Bendungan Karalloe, pada 23 November 2021. Keduanya mewakili para petani mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kehadiran bendungan itu.

Bendungan Karalloe dinilai dapat memberikan manfaat secara langsung terhadap masyarakat sekitar. Para petani setempat pun menyampaikan pesan dan harapannya terhadap kehadiran bendungan yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Selain berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kehadiran Bendungan Karalloe, Nurham mengungkapkan harapan para petani di Kabupaten Jeneponto. Menurutnya, selama ini di Jeneponto kekurangan air untuk irigasi. Oleh karena itu, adanya bendungan ini membuat masyarakat Jeneponto berkecukupan air.

“Harapan saya, selaku petani, kehadiran bendungan ini membuat semua petani bisa meningkat kesejahteraannya. Produktivitas petani meningkat, otomatis kesejahteraan petani pun meningkat,” ucap Nurham, penuh haru.

Hal senada disampaikan Rewa, petani lainnya. Dia berharap, keberadaan Bendungan Karalloe dapat meningkatkan hasil dari produksi para petani hingga berkali lipat. “Supaya hasil produksi pertanian semakin meningkat dari satu ton, dua ton, mudah-mudahan adanya Bendungan Karalloe bisa meningkat sampai paling tidak tujuh atau delapan ton,” ucap Rewa.

Bendungan Karalloe secara administrasi terletak di Desa Garing, Desa Datara, Kecamatan Tompobulu dan di Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Daerah genangan dan daerah aliran sungai terletak di Kabupaten Gowa, sedangkan jaringan irigasi dan daerah irigasinya terletak di Kabupaten Jeneponto.

Bendungan yang menghabiskan anggaran pembangunan sebesar Rp1,27 triliun itu memiliki kapasitas tampung 40,50 juta meter kubik dan luas genangan 145 hektare. “Alhamdulilah Bendungan Karalloe yang dibangun menghabiskan anggaran Rp1,27 triliun hari ini telah selesai dan siap untuk kita resmikan,” ujar Presiden Joko Widodo, dalam sambutannya saat peresmian berlangsung.

Presiden Jokowi menjelaskan, meskipun berada di Kabupaten Gowa, Bendungan Karalloe nantinya akan memberikan manfaat untuk mengairi 7 ribu hektare lahan pertanian yang ada di Kabupaten Jeneponto. Melalui manfaat tersebut, Bendungan Karalloe diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani.

“Dengan adanya Bendungan Karalloe, petani yang dulu hanya panen padi sekali, palawija sekali, nanti insyaallah bisa dua kali panen padi dan sekali palawija,” ungkapnya.

Selain itu, keberadaan Bendungan Karalloe juga diharapkan dapat mengurangi banjir di Kabupaten Jeneponto hingga 49 persen. Tak hanya mereduksi banjir, bendungan itu juga diharapkan dapat memberikan manfaat lain bagi masyarakat sekitar, mulai dari pembangkit listrik tenaga air sebesar 4,5 megawatt, air baku 440 liter/detik, hingga pariwisata.

“Ini juga akan memberikan dampak yang baik karena air di-manage dari Bendungan Karalloe dan juga memiliki kemanfaatan bagi pembangkit listrik, air baku, yang semuanya nanti diperuntukkan bagi masyarakat,” ucap Presiden Jokowi.

 

Jaringan Irigasi Baru

Usai meresmikan bendungan, Presiden Jokowi kemudian melepas benih ikan dan berdialog bersama sejumlah petani yang merasakan langsung manfaat kehadiran Bendungan Karalloe. Para petani pun menyampaikan apresiasi sekaligus aspirasinya kepada Kepala Negara.

Bendungan Karalloe adalah bendungan kesembilan yang diresmikan Presiden Jokowi pada 2021, dari target 17 bendungan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Bendungan Karalloe dibangun sejak 2013.

Kendati sempat terkendala pembebasan lahan, proses pembangunan akhirnya bisa dilanjutkan pada 2017. "Alhamdulillah, bisa diselesaikan maju dari seharusnya Desember 2021, maju beberapa bulan," katanya, saat kunjungan persiapan peresmian bendungan di Wajo.

Menteri Basuki menjelaskan, kapasitas untuk debit air pada bendungan ini sekitar 40 juta meter kubik air yang dapat ditampung dan bisa dimanfaatkan masyarakat di beberapa daerah sekitarnya. Perlu diketahui, sebelumnya daerah irigasi Kelara Karalloe telah memiliki jaringan irigasi yang disuplai oleh dua bendung, yaitu bendung Bendung Kelara dan Bendung Karalloe.

"Jadi manfaatnya untuk irigasi. Sementara untuk air baku ada 440 liter per detik, 420 liter per detik untuk Jeneponto, 20 liter per detik untuk Gowa air bakunya. Sedangkan listrik yang dihasilkan ada 4,5 MW (Mega Watt)," kata Basuki.

Rencananya, tahun 2022 sudah ada DIPA untuk rehabilitasi irigasinya, karena daerah irigasi Karalloe sudah lama dibangun dan akan ada 80-an jaringan irigasi baru yang dibangun tahun depan pada rehabilitasi optimal air dari bendungan itu.

September lalu, Presiden Jokowi juga meresmikan bendungan, yakni Passelloreng yang terdapat di Kabupaten Wajo. Bendungan Paselloreng sangat luas karena memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik air dengan luas genangannya 1.258 hektare.

Bendungan Paselloreng mampu mengairi sawah seluas 8.500 hektare sehingga diharapkan dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam setiap tahun sehingga akan meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani. Selain itu, Bendungan Paselloreng juga bermanfaat untuk ketahanan air, mereduksi banjir sungai Gilireng hingga 489 meter kubik per detik dan menyediakan air baku 145 liter per detik, serta akan melayani enam kecamatan di Kabupaten Wajo.



Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari