INFRASTRUKTUR
  KM Logistik Nusantara 4 tiba perdana di dermaga Pelabuhan Patimban pada 13 September 2022. PELNI

Gerbang Ekonomi Baru di Bumi Pasundan

  •   Kamis, 22 September 2022 | 22:32 WIB
  •   Oleh : Administrator

Patimban sebagai pelabuhan singgah trayek tol laut T-3, akan menciptakan jalur perdagangan baru dari dan menuju wilayah Provinsi Jawa Barat.

KM Logistik Nusantara 4 tiba pertama kali di dermaga Pelabuhan Patimban pada 13 September 2022, pukul 06.00 WIB. Kehadiran kapal angkut logistik tersebut menjadi yang perdana kapal tol laut trayek T-3.

Patimban menjadi pelabuhan singgah dari trayek T-3 rute pelayanan yang berpangkalan di Tanjung Priok-Kijang-Letung-Tarempa-Pulau Laut-Selat Lampa-Subi-Serasan-Midai-Kijang-Patimban, dan kembali lagi ke Tanjung Priok. Trayek ini dilayani KM Logistik Nusantara (Lonus) 4 dengan kapasitas daya angkut mencapai 115 Teus, dan waktu tempuh kurang lebih tiga minggu sekali jalan.

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) dalam program tol laut. Program ini menjadi integrator ekonomi karena akan meningkatkan efisiensi pengiriman barang antarwilayah, yang tentu imbasnya turut mendorong pertumbuhan di berbagai sektor.

Pemerintah memang bermaksud pembangunan Pelabuhan Patimban adalah upaya selain memperbesar pasar ekspor, juga untuk mengurangi traffic existing di Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini tentu akan menekan biaya logistik di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten hingga Jawa Tengah.

Pada pelayaran perdananya, KM Lonus 4 mengangkut buah mangga dari Pelabuhan Patimban ke daerah Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan (3TP) di wilayah Kepri dan Natuna.

"Sehingga hasil bumi maupun produk-produk daerah lainnya dapat didistribusikan ke luar daerah yang membutuhkan, begitupun sebaliknya kebutuhan pokok daerah Provinsi Jawa Barat diharapkan juga dapat terpenuhi," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Arif Toha, KAPAN?.

 

Komitmen Pemerintah Kembangkan Pelabuhan Patimban

Untuk diketahui, pembangunan Pelabuhan Patimban terdiri dari tiga tahap. Untuk tahap 1 terdiri dari dua bagian, yaitu tahap 1-1 dan tahap 1-2. Untuk tahap 1-1 pembangunannya telah rampung, sehingga saat ini adalah proses penyelesaian tahap 1-2 yang telah dimulai pada Oktober 2022 dengan target selesai pada 2025.

Pelabuhan Patimban di 2027 ditargetkan akan memiliki kapasitas yang sama dengan Pelabuhan Priok, yakni sebesar 7,5 juta TEUs peti kemas atau kontainer dan 600.000 kendaraan per tahun. Kemenhub pun bersama Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) telah sepakat untuk mengembangkan kapasitas Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. Kesepakatannya dilakukan melalui penandatanganan dalam Minutes of Meetings on the Japanese Technical Cooperation for the Project for Capacity Development on Port Management Organization in Indonesia, pada 2 Juni 2022.

Kesepakatan pun mencakup kerja sama teknis di berbagai bidang. Antara lain, manajemen pelabuhan, keselamatan navigasi kapal. Lalu pemeliharaan fasilitas pelabuhan, termasuk kanal dan cekungan, pengembangan back-up area, serta pendidikan dan pelatihan terkait bidang tersebut. Pelaksanaan proyek dikerjakan selama 36 bulan, di mana Kepala KSOP Patimban akan bertindak selaku Project Manager. Sedangkan, experts dari JICA akan memberikan panduan teknis, saran, dan rekomendasi yang dibutuhkan.

Dalam pengembangan Pelabuhan Patimban, Pemerintah Jepang telah memberikan pinjaman sebanyak 120 miliar yen atau sekitar Rp15,2 triliun.

Secara khusus Pelabuhan Patimban akan difungsikan menjadi hub produksi otomotif. Presiden Joko Widodo pun bahkan menyebut nantinya sebagian besar yang masuk ke Pelabuhan ini adalah untuk ekspor mobil ke Australia, New Zealand, dan negara Asean lainnya.

Sejak Januari hingga November 2021, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Patimban sudah mencapai total 12.335 kendaraan, yang diangkut oleh sembilan kapal dengan rute Patimban-Belawan dan Patimban-Makassar. Kesembilan kapal tersebut, yaitu Ferrindo 5, Serasi V, MV Ostina, Kalimantan Leader, Harmoni Mas 3, Serasi I, Harmoni Mas 8, MV Sulawesi Leader, dan KM Panorama Nusantara.


Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kemampuan Patimban meningkatkan kapasitasnya hingga saat ini terus dilakukan. Jika sebelumnya kapal-kapal di Patimban ditargetkan dapat mengangkut 160.000 unit kendaraan, kini sudah sudah mengangkut 200.000 unit kendaraan.

Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, Patimban akan didorong menjadi cikal bakal kawasan industri dan perkotaan baru di Jawa Barat, bernama Rebana atau singkatan dari Cirebon, Subang, Patimban dan Kertajati. Pelabuhan itu pun akan menjadi jantung pertumbuhan kawasan bersama dengan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati.

Rebana akan menopang pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Jawa Barat. Kehadirannya akan menciptakan sekitar 4,3 juta peluang pekerjaan dalam 15 tahun ke depan, yang tentu turut medongkrak pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Dari sisi lain, adanya kawasan industri di sekitar Pelabuhan Patimban bisa mengurangi kepadatan di Jakarta. "Sehingga tidak perlu ke Priok, tetapi bisa langsung ke Pelabuhan Patimban," kata Luhut.

 

Penulis: Eri Sutrisno
Redaktur: Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari