Indonesia.go.id - Hari Pertama ACWG G20 Fokus pada Peningkatan Peran Audit

Hari Pertama ACWG G20 Fokus pada Peningkatan Peran Audit

  • Administrator
  • Senin, 28 Maret 2022 | 21:17 WIB
  • 0
G20
Lili mengungkapkan, pertemuan ACWG putaran pertama itu dihadiri oleh seluruh delegasi anggota G20 dan para kelompok partisipan.

Jakarta, InfoPublik - Pertemuan hari pertama Anti-Corruption Working Group (ACWG) G20 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 28-31 Maret 2022, fokus pada pembahasan isu peningkatan peran audit dalam pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (28/3/2022).

Lili mengungkapkan, pertemuan ACWG putaran pertama itu dihadiri oleh seluruh delegasi anggota G20 dan para kelompok partisipan.

Menurut Lili Pintauli Siregar, dengan dibukanya pertemuan pertama hari itu, maka menandai dimulainya pembahasan upaya pemberantasan korupsi oleh negara-negara Anggota G20.

“Pada hari pertama itu, pertemuan akan fokus pada pembahasan isu Peningkatan Peran Audit dalam Pemberantasan Korupsi, yang akan kita dorong menjadi High Level Principles (HLP) dalam upaya pemberantasan korupsi global,” ungkap Lili.

Lili berharap dan mengajak para anggota G20 dapat berperan secara aktif memanfaatkan momentum selama 4 hari pertemuan putaran pertama ACWG dalam Presidensi Indonesia G20, sehingga dapat berjalan efektif dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan mengenai upaya pemberantasan korupsi secara global.

Deputi Bidang Informasi dan Data KPK, Mochamad Hadiyana, selaku Chair Anti-Corruption Working Group (ACWG) menjelaskan lebih lanjut bahwa audit merupakan elemen sentral dalam sistem akuntabilitas dan Integritas. Sehingga lembaga audit, akuntan, dan auditor swasta memiliki peran kunci dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Hadiyana juga memaparkan, dari pembahasan isu itu, nantinya dapat mendorong pemberdayaan badan audit sektor publik dan swasta untuk melawan korupsi secara efektif; penguatan peran dan kapasitas badan pemeriksa dan auditor internal sektor publik untuk mengidentifikasi, mencegah dan, jika perlu, menyelidiki korupsi; mendorong profesi audit swasta untuk berperan aktif dalam mengidentifikasi, mencegah, dan melaporkan korupsi; pengembangan kerangka kerja yang kuat untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan temuan audit terkait korupsi; penguatan kerja sama antara badan pemeriksa, internal audit, lembaga antikorupsi/penegak hukum dan lembaga terkait lainnya dalam pemberantasan korupsi; serta promosi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan peran audit, termasuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan publik.

Sebagai keketuaan bersama dalam G20 ACWG itu, Rolliansyah Soemirat, Direktur Kerja Sama Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa, pertemuan itu selain akan dihadiri oleh para delegasi peserta G20, juga diikuti oleh kelompok partisipasi, yaitu B20, C20, T20, L20, dan P20.

Rolliansyah merinci, pertemuan hari pertama itu berlangsung dalam empat sesi, dengan panelis dari Presidensi G20 Indonesia yang akan diwakili oleh KPK, delegasi dari Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Australia. 

Kemudian sebagai panelis lainnya yaitu United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Australia Accountability Lab, serta perwakilan dari kelompok partisipasi B20, C20, T20, L20, dan P20.

 

Foto: Biro Humas KPK