Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota

SUKU BANGSA

Mengenal “Bajo” Si Pengembara Laut

Monday, 10 December 2018

Suku Bajo terkenal dengan kehebatannya dalam menjelajahi lautan. Mereka dapat menyelam hingga kedalaman 70 meter di bawah permukaan laut hanya dengan satu tarikan napas.


Mengenal “Bajo” Si Pengembara Laut Sumber foto: Wikipedia

Pengembara laut, itulah yang sering dikatakan banyak orang tentang masyarakat Suku Bajo. Dengan bermodalkan perahu kuno, tanpa peralatan penunjuk arah modern untuk memandu perjalanan, mereka hanya mengandalkan posisi bintang.

Zaman dahulu kala, orang-orang Suku Bajo terbiasa hidup di atas perahunya atau sering disebut nomaden. Namun, saat ini banyak orang Bajo membangun rumah di atas laut dangkal sebagai tempat tinggal.

Bukan hanya di Indonesia, Suku Bajo telah tersebar di lautan Malaysia, Filipina, dan Thailand. Di Indonesia, mereka tersebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah Indonesia bagian timur lainnya. Sejarah mengatakan, suku ini berasal dari Kepulauan Sulu di Filipina Selatan yang hidup di lautan lepas, hingga membawa mereka masuk ke negara tercinta ini, Tanah Air Indonesia.

Suku ini memiliki berbagai sebutan, seperti Bajo, Bajau, Badjaw, Sama, atau Same. Suku yang belum diketahui secara pasti asalnya ini terkenal dengan keahliannya menyelam dalamnya lautan hingga 70 meter dalamnya, hanya dengan sekali tarikan napas. Mereka sama sekali tidak memerlukan baju khusus dan alat bantu pernapasan. Yang mereka pakai hanyalah kaca mata renang yang terbuat dari kayu untuk mencegah air masuk ke mata. Sungguh sederhana, tapi fungsional.

Kehebatan Suku Bajo dalam mengarungi laut membuat banyak ilmuwan dunia tertarik untuk membuat penelitian. Salah satunya, yaitu sekelompok ilmuwan dari University of Copenhagen dan University of California di Berkeley yang mencoba menguak misteri asal usul kehebatan Suku Bajo yang bermukim di Indonesia. Sumber: Washingtonpost

Hasil penelitian itu menyebutkan, limpa orang-orang Suku Bajo ternyata lebih besar 50% dibanding manusia biasa pada umumnya. Alhasil, produksi oksigen di dalam darah orang Bajo akan lebih banyak karena besarnya ukuran limpa tersebut. Para peneliti juga menyebutkan, keahlian orang Bajo merupakan bentuk dari terjadinya mutasi gen akibat seleksi alam. Hampir seluruh orang Bajo diketahui terlahir dengan perbedaan gen tersebut.

Orang Bajo berprofesi sebagai nelayan. Keahlian meraka sebagai penjelajah laut terjadi secara turun-temurun. Sejak kecil, anak-anak Suku Bajo sudah diajarkan teknik memancing dan menyelam oleh orang tuanya. Mereka menyelam, mencari ikan, gurita, atau makhluk dalam air lainnya. Jadi, tidak heran jika keahlian menyelam mereka luar biasa.

Orang-orang Suku Bajo juga dikenal ramah terhadap pengunjung. Keramahan anak-anak hingga orang dewasa Suku Bajo tidak akan terlupakan ketika mendatangi suku ini. Berminatkah Anda untuk mengunjungi Suku Bajo dan berbaur bersama mereka? (T-1)

Ragam Terpopuler
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (1)
Jika Sukarno mengatakan bahwa gotong royong adalah filosofi Indonesia, tentu Sukarno sedang ingin membangun imajinasi kebesaran bangsanya, yang saat itu masih belum wujud seperti sekarang. ...
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (2)
Ditingkahi dengan kebutuhan manusia yang ingin selalu tersambung satu sama lain, piranti genggam berkembang menjadi faktor pengubah peradaban manusia pada saat ini. ...
Gotong Royong, Antara Sukarno, Suharto, dan Dangdut Koplo (3)
Boleh diperkirakan hiburan Dangdut Koplo yang media promosi dan pemasarannya mengandalkan Youtube sebagai etalase, mampu menghidupi jutaan mulut. ...
Rumah Pohon Tertinggi Milik Suku Korowai Papua
Hampir tak terjamah, Suku Korowai merupakan salah satu suku yang ada di pedalaman Papua. Mereka hidup di atas rumah pohon dengan ketinggian mencapai 50 meter dari permukaan tanah. ...
Potret Pembangunan Manusia
Keyakinan Presiden Joko Widodo pada konsepsi voluntarisme, yang tercermin dalam tagline ‘Kerja, Kerja, dan Kerja’, jelas sekaligus mengisyaratkan keyakinannya pada konsepsi ‘homo fab...
Panggih dalam Pernikahan Adat Jawa
Menikah dengan adat merupakan kebanggaan tersendiri bagi manusia, termasuk yang berasal dari Suku Jawa. Di antara prosesi adat yang panjang, salah satunya upacara Panggih yang sarat akan makna. ...
Cerita Panji Sebagai Wujud Diplomasi Budaya
Cerita Panji masuk daftar Memory of the World UNESCO. Dalam deskripsinya, UNESCO menetapkan asal-usul genre sastra ini dari Indonesia. Menariknya, UNESCO bahkan menempatkan hipotesa Andrian Vickers se...
Gamelan dari Le Kampong Javanais
Jika seseorang mendengarkan gamelan tanpa prasangka, orang akan mampu menangkap sihir-sihir nada-nada perkusi yang mau tidak mau memaksa kita untuk mengakui bahwa selama ini musik yang kita punya (bar...
Resep Menjadi Dalang Kondang
Menjadi dalang adalah profesi yang menuntut kemampuan dan kemauan belajar seumur hidup. ...
Tambora Menggelapkan Dunia
Di dunia empat musim, sama sekali tidak terjadi musim panas di sepanjang 1816. Akibatnya, negeri-negeri itu bukan saja terjadi gagal panen, kelaparan dan penyakit tifus pun mendera. Dari India, muncul...