Bahasa | English


KEBUDAYAAN

Festival Gondang Naposo, Perjumpaan Kreatif Anak Millenial

10 June 2019, 00:00 WIB

Festival ini didesain sekali tembak dua kena. Tidak hanya mempertemukan antara anak muda dengan lawan jenisnya, tetapi juga disasar untuk mendongkrak citra pariwisata Samosir yang identik dengan Danau Toba.


Festival Gondang Naposo, Perjumpaan Kreatif Anak Millenial Festival Gondang Naposo. Foto: ANTARA FOTO/Edy Regar

Ribuan orang menyemut di Pantai Tandarabun, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, pada 31 Mei hingga 1 Juni 2019. Mereka hendak menikmati Festival Gondang Naposo. Festival ini serupa magnet yang menarik wisatawan baik lokal, nasional, maupun mancanegara untuk berkunjung ke Samosir.

“Festival Gondang Naposo ini sungguh unik. Bagi yang masih jomblo atau bagi yang sudah berpasangan tapi ingin mengenang indahnya masa berpacaran dulu, datang saja ke festival ini. Siapa tahu dengan ikut festival ini, bisa menemukan cinta dan pasangan hidupnya, dan bagi yang sudah berpasangan semakin menambah kemesraan di antara mereka,” kata Bupati Samosir Rapidin Simbolon.

Festival ini seperti hendak menandaskan bahwa ada kecemasan di antara orang tua terhadap generasi masa kini mengenai relasi anak-anak mereka dalam mencari pasangan hidup. Relasi anak muda semakin renggang dan cenderung hanya akrab di media sosial, tetapi sesungguhnya renggang dan berjarak di dunia nyata. Banyak anak muda kini enggan bertemu muka antarlawan jenis. Kekhawatiran itulah yang coba dijawab Pemkab Samosir melalui helatan Festival Gondang Naposo.

Festival ini didesain sekali tembak dua kena. Tidak hanya mempertemukan antara anak muda dengan lawan jenisnya, tetapi juga disasar untuk mendongkrak citra pariwisata Samosir yang identik dengan Danau Toba. Dengan memainkan kekuatan kearifan lokal, Festival Gondang Naposo memberi banyak faedah.

Perjumpaan kreatif ini sesungguhnya mengkloning acara televisi “Take Me Out”, ajang pencarian jodoh. Namun ajang ini dikemas dengan kebudayaan dan lebih menonjolkan peran aktif pengunjung tanpa ada peserta yang tereliminasi. Festival budaya ini memberi kesempatan setiap orang untuk menikmati sajian budaya, seperti tari tortor, nyanyi, maupun mengobrol sembari memandangi bentang luas Danau Toba.

Melalui ajang budaya ini, pertemuan dua sejoli diyakini akan menghadirkan cinta. Orang-orang muda bisa berkenalan, saling menjajaki, sembari membincangkan budaya. Dengan begitu, Festival Gondang Naposo ini menjembatani pertemuan dan tatap mata generasi muda.

Rapidin mengatakan, Festival Gondang Naposo ini bukan ajang tunggal, melainkan bagian dari rangkaian Kalender Event Kabupaten Samosir Tahun 2019. Artinya, masih ada even lainnya yang tak kalah menarik, seperti Horas Samosir Fiesta yang digelar setiap tahun. "Festival ini sekaligus untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Batak oleh anak muda,” imbuhnya.

Gelaran Festival Gondang Naposo ini tentunya segendang sepenarian dengan program pemerintah pusat yang bertekad mendorong percepatan pembangunan sektor pariwisata di empat destinasi superprioritas. Sebagai daerah berbasis pariwisata dan pertanian, Samosir pun sedang bergerilya mendongkrak citra pariwisatanya. Kabupaten ini gencar promosi wisata baik melalui media, pameran maupun dengan gelaran event-event kebudayaan. Semua itu dimuarakan untuk mencapai target 1 juta kunjungan wisata ke Sumut.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Daulat Nainggolan menambahkan Festival Gondang Naposo juga punya agenda yakni mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya melalui atraksi wisata, meningkatkan perekonomian masyarakat lokal sekaligus mempromosikan keunggulan pariwisata Samosir.

Festival ini semakin semarak dengan penampilan Marsada Band dan Sanga Pajumpang Feat Herlin Siboro, Hobasta Trio, dan Band Naff dengan lagu andalannya, Akhirnya Kumenemukanmu. (K-DH)

Budaya
Seni
Ragam Terpopuler
Kratom: Daun Dolar yang Masih Kontroversi
Tanaman Kratom menjadi tanaman unggulan petani di sejumlah wilayah di Kalimantan. Bahkan telah menjadi komoditi ekspor untuk wilayah tersebut. Namun pihak BNN akan mengeluarkan pelarangan. ...
Denys Lombard dan Rekontruksi Sejarah Jawa
Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti halnya Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau leb...
Bajau dalam Satu Tarikan Nafas
Guillaume yang berpakaian selam hasil teknologi maju seperti sesosok "alien" di antara dua pemuda yang menyelam hanya bercelana pendek tanpa baju. ...
Untung Surapati, antara Cinta dan Tragedi
Ada cinta sejati terpatri sangat kuat, juga kisah tragis mengharu biru. Selain heroisme, cinta, dan tragedi inilah tampaknya membuat kisah Untung Surapati melegenda dan sekaligus lekat di hati masyara...
Puas Nikmati Durian di Taman Botani Sukorambi
Bila kebetulan berada di Jawa Timur bagian Timur, mampirlah ke destinasi wisata favorit Taman Botani Sukorambi, Jember, Jawa Timur. Di sana selain bisa berekreasi dengan berbagai wahana edukasi, kita ...
Kawin Antarbangsa
Sekalipun seorang bumiputera yaitu Untung Surapati dijadikan sebagai pelaku utama dalam romannya, Dari Boedak Sampe Djadi Radja, sayangnya pilihan judul itu terkesan menyempitkan makna akan kisah Sura...
Rekayasa Air, Kunci Kejayaan Kahuripan
Begitu pembangunan infrastruktur fisik selesai, Airlangga melanjutkan dengan pembangunan infrastruktur kerohanian masyarakat Kahuripan. ...
Di Kaltim Ada Juga Akar Bajakah Penyembuh Kanker Payudara
Etnis Dayak di Pulau Kalimantan menyebut pohon ini dengan nama bajakah. Pohon bajakah tumbuh di seluruh hutan di Pulau Kalimantan (Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kalut, dan Kaltim). Bajakah ternyata ju...
Kemanusiaan di dalam Gerak; Ketika Suprapto Telah Berhenti
Sepanjang karirnya yang membentang sejak paruh akhir 60-an, Suprapto menekuni jalan kemanusiaannya dengan menekuni apa yang dia suka. Seperti orang yang jatuh cinta dengan tubuhnya, Suprapto terus men...
Sejarah Rekayasa Air dalam Prasasti Tugu
Catatan paling tua dia dapatkan dalam inskripsi yang terdapat pada Prasasti Tugu. Prasasti ini menurut para arkeolog berasal dari sekitar abad ke-5 Masehi. ...