Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota

TENUN NTT

Tenun NTT, Harta Keluarga yang Bernilai Tinggi

Tuesday, 27 November 2018

Pengerjaan tenun NTT memiliki tingkat kesulitan yang relatif tinggi. Itulah sebabnya kerajinan tradisional itu kerap dipandang sebagai harta keluarga yang tinggi nilainya.


Tenun NTT, Harta Keluarga yang Bernilai Tinggi Model motif tenun yang dihasilkan penenun. Sumber foto: Antara Foto

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan warisan budaya dan keindahan alam. Provinsi yang terletak di bagian tenggara Indonesia itu memiliki beberapa pulau, yaitu Lombok, Flores, Sumba, Komodo, dan pulau lainnya.

Di masing-masing pulau itu, ada kain khas yang luar biasa indahnya. Kain khas itu dikenal dengan nama tenun. Menenun sendiri diketahui sebagai kegiatan membuat sehelai kain dengan cara memasukkan benang pakan secara horizontal pada benang-benang, yang biasanya, telah diikat dan dicelupkan ke pewarna yang dibuat dari akar dan pepohonan.

Kegiatan menenun dikembangkan oleh setiap suku di Nusa Tenggara Timur secara turun-temurun, demi pelestarian seni tenun itu. Tenun bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dipandang sebagai harta berharga milik keluarga yang bernilai tinggi.

Pasalnya, selain tingkat kesulitan dalam proses pembuatan, juga model motif tenun yang dihasilkan penenun. Tak heran, proses menenun itu menghasilkan harga kain yang cukup mahal.

Dahulu kala, kain tenun dibuat untuk memenuhi kebutuhan sandang sehari-hari, yakni sebagai busana biasa. Namun kemudian berkembang untuk kebutuhan adat, seperti upacara, tarian, perkawinan, dan pesta. Saat ini, kain tenun juga biasa digunakan sebagai selendang, sarung, selimut, hingga pakaian.

Masyarakat Nusa Tenggara Timur diperkirakan sudah ada sejak 3.500 tahun yang lalu. Kerajaan pertama masyarakat NTT berkembang pada abad 3 Masehi. Dan sejak itulah diperkirakan, masyarakat setempat sudah mengenal seni dan budaya, salah satunya adalah menenun.

Di masyarakat NTT, motif tenun dapat mencirikan dari mana si pemakai berasal. Sebab, dalam motif tenun tergambar ciri khas suatu suku atau pulau. Motif di kain tenun merupakan wujud dari kehidupan masyarakat dan bentuk ikatan emosional yang erat dengan masyarakat tersebut.

Tenun dari Sumba Timur, misalnya, memiliki motif tengkorak. Di Maumere, motifnya lebih menggambarkan hujan, pohon, dan ranting. Boleh jadi, motif-motif itu terinspirasi dari masyarakat zaman dahulu yang keluar rumah dan melihat alam sekitar, sehingga munculah motif alam tersebut.

Kain tenun ikat dihasilkan dari proses pengikatan benang lungsi. Teknik dalam pembuatan kain tenun dengan cara menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Tenun ikat ganda memiliki motif lebih rumit dan berwarna-warni.

Ada pula tenun buna yang dibuat dengan cara menggunakan benang yang telah diberi warna. Tenun lotis atau sering disebut dengan kain songket memiliki proses pembuatan yang mirip dengan tenun buna, identik dengan warna dasar gelap seperti hitam, cokelat, biru tua, dan merah hati.

Perajin tenun biasa menggunakan pewarna alami seperti tauk, mengkudu, kunyit, dan tanaman lainnya. Namun di zaman modern, banyak perajin yang menggunakan zat warna kimia karena banyak keunggulan. Yakni, bisa mempercepat proses pengerjaan, tahan luntur dan sinar, tahan gosok, serta warnanya pun beragam.

Memang kegiatan menenun kini juga beralih ke peralatan yang lebih modern dan canggih. Sebab, generasi muda cenderung kurang suka mempelajari teknik menenun kuno.

Pekerjaan sebagai penenun kain sering disebut sebagai pekerjaan yang tidak menjanjikan, sehingga bukan tidak mungkin, kain tenun akan punah suatu hari nanti. Padahal kegiatan menenun bukan hanya memberi pemasukan, tetapi juga bisa sebagai bentuk pelestarian kebudayaan Nusantara. (T-1)

Budaya
Ragam Terpopuler
Kandungan Probiotik Terbaik dalam Tempe
Siapa sangka jika maknanan murah nan lezat ini mengandung probiotik, selain yang ditemukan dalam susu. Bahkan, mutu kandungan prebiotik dalam tempe bisa dibilang lebih unggul. ...
Wayang Kulit, Salah Satu Identitas Kesukuan
Wayang kulit bukan hanya berkembang di Jawa. Keberadaannya diakui sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga. ...
Semburat Biru Api Kawah Gunung Ijen
Dini hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati kecantikan semburat api berwarna biru di puncak Gunung Ijen, yang ada di ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut. ...
Tak Sengaja, Kerak Telor Jadi Terkenal
Gurih dan legit merupakan cita rasa yang khas dari Kerak Telor. Ternyata makanan khas Ibu Kota Jakarta itu tak sengaja diciptakan. ...
Kasongan, Buah Tanggung Jawab Para Pemilik Tanah
Kasongan merupakan kawasan yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Itulah sebabnya, desa gerabah ini kerap tujuan wisatawan lokal hingga mancanegara. ...
Keunikan Stratifikasi Urang Kanekes
...
Keris, Simbolisasi Heroik Logo
Ada kecenderungan umum melekatkan senjata tradisional sebagai unsur simbolik pembentuk logo resmi di banyak daerah di Indonesia. Fenomena ini dapat dibaca sebagai ekspresi bawah sadar tentang kuatnya ...
Keris Jati Diri Budaya Jawa
Posisi keris sebagai benda simbolis dan obyek spiritual hingga kini masih terlihat. Setidaknya setiap tahun di keraton Yogyakarta dan Surakarta selalu dilakukan upacara dan ritual kirab pusaka kelilin...
Mbaru Niang, Istana di Atas Awan
Di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut Pulau Flores, berdiri rumah adat berlantai lima bernama Mbaru Niang, di Kampung Wae Rebo, NTT. ...
Eksotisme Bukit Batu Daya
Sebuah bukit di Ketapang, Kalimantan Barat, yang memiliki keindahan tersendiri. Konon, bentuk Bukit Batu Daya berubah-ubah sesuai dari sisi mana yang dilihatnya. ...