Lokasi Kamu : (Showing) Jakarta Kota
Bahasa | English


SENI BUDAYA

Wayang Kulit, Salah Satu Identitas Kesukuan

Monday, 10 December 2018

Wayang kulit bukan hanya berkembang di Jawa. Keberadaannya diakui sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga.


Wayang Kulit, Salah Satu Identitas Kesukuan Sumber foto: Antara Foto

Seni pertunjukan tradisional wayang kulit identik dengan budaya Jawa. Wayang kulit memang berkembang luas di wilayah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kata wayang sendiri diketahui berasal dari ‘Ma Hyang’ yang berarti menuju kepada roh spiritual, para dewa, atau sang kuasa. Kendati begitu, ada pula yang mengatakan bahwa wayang berasal dari teknik pertunjukan yang mengandalkan bayangan pada layar.

Wayang kulit terbuat dari lembaran kulit kerbau yang telah dikeringkan. Sedangkan bagian siku terbuat dari tanduk kerbau yang disambung menggunakan sekrup supaya gerakan wayang terlihat lebih dinamis. Cerita yang populer diceritakan dalang di pertunjukan wayang kulit adalah Mahabrata atau Ramayana.

Wayang kulit adalah warisan budaya yang bernilai tinggi, karena merupakan sebuah seni kriya, dan penggabungan dari sastra, seni musik, sampai seni rupa. Bukan hanya terkenal di Indonesia, wayang kulit sudah dikenal di mata dunia yang dibawa oleh pedalang terkenal Ki Purbo Asmoro. Berkatnya, kini wayang kulit mulai populer di beberapa negara Asia hingga Eropa, di antaranya Perancis, Yunani, Jepang, Inggris, Austria, Thailand, Singapura, Bolivia, dan Amerika.

Keberadaan wayang kulit diakui UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga. Sumber: Unesco.org

Pertunjukan wayang kulit biasa dimainkan oleh seorang dalang di balik kain putih atau kelir yang disorot lampu listrik sehingga menghasilkan bayangan pergerakan wayang. Dalang juga bertugas sebagai narator dari dialog dalam tokoh-tokoh perwayangan. Biasanya, orang yang menjadi dalang di zaman dahulu adalah orang yang terpandang, berilmu, dan juga santun. Pekerjaan sebagai pendalang pun digadang-gadang sebagai sesuatu yang luhur.

Diiringi musik gamelan yang khas oleh sekelompok nayaga, juga tembang yang dinyanyikan sinden--mayoritas perempuan--, wayang hampir selalu sukses membuat penontonnya terhanyut. Pertunjukan kesenian wayang kulit juga tidak terlepas dari magis, sehingga sesaji atau sesajen wajib ada dalam setiap pertunjukannya. Sesaji biasanya berupa ayam kampung bersama nasi tumpeng, kopi, buah, beserta hasil bumi lainnya. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan yaitu asap dari pembakaran dupa.

Seiring perkembangan zaman, banyak yang menganggap sesaji atau sesajen sebagai suatu hal yang mubazir atau terbuang percuma. Oleh karena itulah, kini banyak pementasan wayang kulit yang justru memberikan sesaji kepada penonton untuk makan bersama agar tidak terbuang sia-sia.

Dari segi isi cerita, pewayangan mengajarkan budi pekerti luhur, saling mencintai, dan menghormati, terkadang diselipkan kritik sosial hingga adegan lucu lewat adegan goro-goro. Wayang kulit merupakan salah satu dari warisan budaya nusantara yang lahir dari masyarakat Indonesia sendiri, asli, dan memiliki makna filosofis yang sangat kental. Jadi, warisan budaya tersebut harus selalu dijaga kelestariannya supaya tidak hilang dimakan waktu. (T-1)

Budaya
Ragam Terpopuler
Pulau Lombok dan Islam Wetu Telu
Sekalipun keislaman Islam Wetu Telu mengklaim ajarannya bersumber pada tiga otoritas, yaitu Al Quran, Hadis dan Ijma, bicara doktrin Rukun Islam justru terlihat perbedaan implementasi antara Islam Wet...
Gabus Pucung, Si Hitam dari Betawi
Gabus pucung  adalah masakan khas Betawi yang sudah terkenal sejak dahulu kala.  Nama gabus pucung adalah gabungan dari nama ikan gabus dan pucung atau kluwek sebagai bumbunya. ...
Wisata Indonesia di Mata Dunia
Pemerintah Jokowi mendorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Singkat bagi 169 negara. Menurut UNWTO, kebijakan itu menjadikan Indonesia negara ketujuh di dunia; sekaligus negara keempat di Asia-Pasifik;...
Membangun Bersama Masyarakat Adat
Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Papua Barat memberikan semangat serta optimisme bagi percepatan pembangunan di bumi Cenderawasih. Kabupaten Jayapura melaksanakannya dengan pelibatan masyarakat adat ...
Tren Positif Film Indonesia
Industri perfilman Indonesia semakin berkembang. Tren positip dan konsisten baik dari jumlah penonton maupun jumlah judul yang terdata sejak  tahun 2016-2018. ...
The Mandalika yang Mendunia
Bermaksud menggeber popularitas dan branding Mandalika sebagai destinasi tingkat dunia, Indonesia mengajukan diri sebagai fasilitator event MotoGP di 2021. Upaya mewujudkan langkah strategis itu digel...
Melihat Burung Cenderawasih dari Jarak Dekat
Di Bird Watching Isyo Hills ini, kita bisa melihat 8 jenis burung Cenderawasih dari 28 jenis Cenderawasih yang ada di Papua. Lokasinya pun tak jauh dari jalan utama Distrik Nimbokrang, Kabupaten ...
Kopi Wonogiri, Potensi Kopi Lokal Berkualitas
Yang mengejutkan, ditemukan ratusan pohon kopi jenis Liberica berusia tua yang berada di area hutan pinus Dusun Ngroto, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo pada pertengahan Februari 2019. ...
Cerita Di Balik Digitalisasi Naskah Keraton Yogyakarta
Kini projek digitalisasi naskah merupakan upaya pengembangan kekayaan naskah yang tidak ternilai harganya. Kemudahan akses teknologi digital pun membuat pengembangan lebih menjadi kian memungkinkan. ...
Makna Ritual Nyepi
“Melalui ritual catur bratha penyepian masyarakat Bali telah turut aktif dalam upaya mengurangi dampak global warming. Bagaimana tidak, sebuah kota internasional melakukan 24 jam tanpa listrik m...